Home Olahraga Motocross Grand Prix (MXGP) 2022 Sebagai Bentuk Sport Tourism untuk Membangun Citra...

Motocross Grand Prix (MXGP) 2022 Sebagai Bentuk Sport Tourism untuk Membangun Citra Kota Sumbawa

22
0
SHARE

Sumbawa, RumahInformasiSamawa.com – Indonesia dikenal kaya akan keanekragaman budaya, suku dan bahasa. Selain itu, Indonesia juga memiliki kawasan alam yang sangat indah dengan tingkat keanekaragamanan hayati terbesar di dunia dari berbagai kota yang ada, dan inilah yang kemudian menjadi daya tarik Indonesia terhadap dunia di berbagai aspek, salah satunya di kota Sumbawa dalam aspek Sport Tourism. Kabupaten Sumbawa atau istilah lainnya Tanah Samawa, merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki potensi di sektor pariwisata. Kabupaten Sumbawa juga memiliki peninggalan sejarah dan budaya serta pemandangan alam yang sangat indah dan menarik untuk di kunjungi. Menjadi hal wajar jika Pemerintah setempat menaruh perhatian tehadap pariwisata, karena pembangunan pariwisata pada hakikatnya merupakan upaya untuk mengembangkan dan memanfaatkan objek dan daya tarik wisata yang terwujud.

Dewasa ini, penyelenggaraan Kompetisi Dunia MotoGP dapat dikatakan sebagai titik puncak kesuksesan pariwisata dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut didukung dengan pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, yang mengatakan bahwa kebijakan pemerintah mengadakan ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP 2022 di Mandalika, Lombok, terbukti tepat dari segi dampak yang dihasilkan dalam segala aspek, terutama aspek pariwisata (Prasetyo, 2022). Belum selesai sampai disitu, NTB kembali menjadi tuan rumah dalam kompetisi dunia dilanjutkan dengan Motocross Grand Prix (MXGP) tepatnya di kota Sumbawa pada bulan Juni 2022 mendatang. MXGP 2022 telah merilis informasi awal mengenai sirkuit di Samota Sumbawa. Dilansir dari situs resminya, mxgp.com, agenda balapan di Indonesia digelar dengan nama MXGP Samota Sumbawa pada tanggal 26 Juni 2022 mendatang di Kawasan Samota, Kota Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Lokasinya berdekatan dengan Pantai Ai Lemak yang merupakan akses menuju Pantai Ai Loang, Pantai Labu Sawo, dan Pantai Ai Bari yang berhadapan langsung dengan Pulau Moyo. Untuk saat ini, sirkuit di Samota Sumbawa masih proses pembangunan (MXGP, 2022).

Beberapa tahun terakhir, Sport Tourism menjadi salah satu motor penggerak dalam sektor pariwisata di Indonesia. Kemudian, Indonesia saat ini telah dianggap sebagai ikon Sport Tourism dunia berkat keindahan alam dan kekayaan budaya yang dimiliki. Sesuai dengan namanya, Sport Tourism adalah kegiatan atau event wisata yang dikombinasikan dengan olahraga. United Nations World Tourism Organizations (UNWTO) menjelaskan, Sport Tourism adalah sektor wisata yang pertumbuhannya paling cepat, karena semakin banyak wisatawan yang tertarik pada aktivitas olahraga. Ditambah lagi, Sport Tourism termasuk tren pariwisata yang memiliki pasar cukup besar. Diperkirakan pertumbuhan sport tourism di Indonesia bisa mencapai Rp18.790 triliun hingga 2024 mendatang (RI, 2021).

Sport Tourism juga dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Gambaran umum ini menggambarkan bagaimana Sport Tourism dapat berkontribusi pada SDGs dan apa yang perlu dipertimbangkan ketika mengembangkan pariwisata olahraga untuk memastikan kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan. Kekuatan komparatif pariwisata olahraga terletak pada: Keterlibatan dalam aktivitas fisik; Peluang untuk interaksi; dan Potensi pengembangan tinggi hampir di mana saja. Berkat karakteristik tersebut, pariwisata olahraga dapat memainkan peran penting dalam mencapai berbagai SDGs jika dikembangkan dengan pertimbangan (ORGANIZATION(UNWTO), 2020).

Menurut  (Coban, 2012), Citra Destinasi terdiri dari Citra Kognitif (cognitive image) dan Citra Afektif (affective image) dari destinasi itu sendiri. Citra Kognitif menjelaskan bahwa keyakinan dan informasi yang dimiliki seseorang mengenai suatu destinasi. Kemudian, terdapat enam dimensi dari citra kognitif, yaitu atraksi wisata (touristy traditions), fasilitas dasar (basic facilities), atraksi budaya (cultural attractions), aksesibilitas dan substruktur pariwisata (touristy substructures and access), lingkungan alam (natural environment), dan faktor ekonomi (variety and economical factors). Sedangkan, Menurut (Artuğer, 2013), Citra Afektif adalah gambaran emosi atau perasaan seseorang yaitu wisatawan mengenai suatu destinasi. Adapun Dimensi citra afektif menjadi tiga, yaitu kota yang hidup (lively city), kota yang membuat bersemangat (exciting city), dan kota yang menyenangkan (pleasant city).

Menurut penulis, penyelenggaraan kejuaraan dunia Motocross Grand Prix (MXGP) adalah salah satu kegiatan dari Sport Tourism dan dapat menjadi bahan kampanye untuk mendongkrak  citra kota di Sumbawa. Jika penghelatan MXGP ini sukses, maka Kota Sumbawa juga akan lebih dikenal dalam dunia Internasional yang pada akhirnya dapat memengaruhi persepsi dan opini wisatawan mengenai citra destinasi. Hal tersebut termasuk kontribusi positif sebagai dampak dari MXGP bagi perekonomian Indonensia serta berbagai manfaat sosial  dan budaya telah diperoleh, seperti pertumbuhan ekonomi dan pembangunan perkotaan dalam meningkatkan pendapatan dan kesempatan kerja, meminimalkan inflasi. Tetapi, dampak ekonomi dari kegiatan tersebut bergantung pada: Pertama, pada acara yang diterima melalui komunikasi pemasaran dan liputan berita selama acara berlangsung; Kedua, minat atau antusias dari penonton yang hadir dan masyarakat dunia pada umumnya, sehingga hal tersebut dapat mendongkrak jumlah pengunjung destinasi di Kota Sumbawa.

Citra Kota Sumbawa yang ingin dibangun dalam penyelenggaraan MXGP ini juga dapat dilakukan melalui memanfaatkan momentum ini dengan mempromosikan segala bentuk bangunan sejarah, makanan, dan adat istiadat yang ada di Sumbawa melalui berbagai platform seperti sosial media, website Pemerintah, dan lain sebagainya.  Harapan besar penghelatan MXGP di Kota Sumbawa dapat mengikuti kesuksesan MotoGP di Mandalika dan dapat menjadi titik balik perekonomian dan pariwisata di Kota Sumbawa.

Penulis : Oktavian Koko

Referensi

Artuğer, S. e. (2013). The effect of destination image on destination loyalty: application in Alanya. . Retrieved from European Journal of Business and Management.: https://www.researchgate.net/publication/305709423_The_Effect_of_Destination_Image_on

Coban, S. (2012). The effects of the image of destination on tourist satisfaction and loyalty: the case of Cappadocia. Retrieved from European Journal of Social Sciences: https://www.researchgate.net/publication/267265793_The_Effects_of_the_Image_of_D

MXGP. (2022). MXGP SAMOTA-SUMBAWA. Retrieved from MXGP TRACK: https://www.mxgp.com/tracks/samota-sumbawa

ORGANIZATION(UNWTO), U. N. (2020). Sports Tourism. Retrieved from UNWTO: https://www.unwto.org/sport-tourism

Prasetyo, S. (2022, Maret 21 ). Sandiaga: Keberhasilan MotoGP Mandalika Beri Dampak Luas ke Masyarakat. Retrieved from Realita Rakyat: https://www.realitarakyat.com/2022/03/sandiaga-keberhasilan-motogp-mandalika-beri-dampak-luas-ke-masyarakat/

RI, K. (2021, Agustus 13 ). Sport Tourism Berbasis Kearifan Lokal di Indonesia. Retrieved from Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: https://kemenparekraf.go.id/ragam-pariwisata/Sport-Tourism-Berbasis-Kearifan-Lokal-di-Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here