Home Inovasi Mahasiswa / Pelajar Kajian Kritis Pembelajaran Melalui Media Televisi Untuk Anak SD

Kajian Kritis Pembelajaran Melalui Media Televisi Untuk Anak SD

20
0
SHARE

Sumbawa Besar, RumahInformasiSamawa.com – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini membuat khususnya pemerintah Indonesia mengambil kebijakan pembatasan sosial agar masyarakat bekerja, belajar dan beribadah dari rumah. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 yang semakin meluas di tanah air. Khusus untuk belajar di rumah, saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat acara belajar dari rumah lewat siaran Televisi Republik Indonesia (TVRI).

Para orang tua dan juga siswa itu sendiri menyambut antusias program belajar dari rumah menggunakan siaran televisi ini.  “Program belajar dari rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19,” ujar Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, pada kamis (9/4/2020).

Kemendikbud Nadiem menambahkan, “(Program ini) khususnya membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena tantangan ekonomi maupun letak geografis.”

Banyak orang tua yang merasakan perbedaan yang cukup drastis, termasuk orang tua saya di rumah karena saya mempunyai adik yang masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar. Jika sebelumnya program belajar dari rumah, anak-anak dijejali dengan berbagai macam tugas yang tak ayal membuat anak-anak tidak betah belajar, kini mereka merasa lebih gembira karena belajar sambil mendengarkan cerita di televisi. Anak-anak juga belajar dengan suasana yang menyenangkan karena pembelajaraannya menggunakan media, peraga, hingga cerita, sehingga anak-anak lebih mudah dalam memahami.

Berbeda dengan dulu. Selain membosankan, anak-anak juga tidak mendapatkan kegiatan yang menyenangkan karena harus fokus pada buku. Kalau belajar melalui media televisi khususnya TVRI, anak-anak hanya disuruh memperhatikan dan mendengarkan dengan seksama. Ada jalan cerita yang ditampilkan. Setelah itu di akhir cerita nanti akan ada pertanyaan yang menyangkut apa yang telah disimak tadi.

Beberapa dianataranya masuk pertanyaan tentang karakter. Jadi anak-anak menganalisis, sehingga jawaban dari setiap anak bisa berbeda-beda. Tergantung dari bagaimana dia menangkap jalan cerita tersebut. Jawabannya bisa dikirim via whatsapp (WA) ke grup belajar langsung yang ada gurunya.

Contoh cerita-cerita yang ada pada program siaran TVRI diantaranya :

  • Si Kumbi Anak Jujur! : Tamu Masa Depan

Pesan dari cerita ini adalah :

(1).  Kita harus mendengarkan dan melaksanakan nasihat orang tua.

(2). Tidak boleh mebuang-buang air karena air merupakan sumber daya alam yang penting bagi kehidupan.

  • Sahabat Pelangi “Karung Terdampar”

Pesan dari cerita ini adalah :

(1). Mengalah

(2). Bertanggung jawab

(3). Bekerjasama

  • Anti-Corruption Film Festival : Andaku Janu & Subur itu Jujur

Pesan dari cerita ini adalah :

(1). Menanamkan nilai-nilai anti korupsi kepada anak sejak dini

(2). Mengajarkan anak untuk menjadi manusia yang jujur dan bertanggung jawab

(3). Menanamkan sifat peduli, mandiri dan disiplin.

  • Si Kumbi Anak Jujur!: Suatu Hari di Museum Seni

Pesan dari cerita ini adalah :

  • Melatih anak-anak untuk untuk berani berbuat jujur, bertanggung jawab dan disiplin.
  • Si Kumbi Anak Jujur! : Pasar Kaget

Pesan dari cerita ini adalah:

(1). Mengajarkan kita untuk berhemat

(2). Menanamkan sifat saling tolong menolong antara sesama manusia

(3). Membantu orang yang kekurangan

(4). Hidup sederhana

  • Si Kumbi Anak Jujur! : Aduhh Belum Bikin PR

Pesan dari cerita ini adalah :

(1).Mengajarkan anak untuk tidak menunda pekerjaan agar tidak terjadi kesalahan

Pada siswa kelas 1 sampai 3 juga diberi alat peraga dalam siaran tersebut, sehingga pembelajaran lebiih bisa diterima dibandingkan dengan pelajaran hanya lewat buku dan diterangkan oleh orang tua saja. Selain membuat anak senang belajar, para orang tua juga tidak pusing untuk membeli kuota internet. Biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah.

Kemendikbud Nadiem menagatakan program belajar dari siaran televisi ini merupakan “suplemen” agar anak-anak semangat belajar. Para guru juga memberikan tugas secara daring (online) namun diminta untuk menyesuaikan dengan kemampuan siswa. Dia mengingatkan, agar para guru tidak berbenturan dalam memberikan tugas antara pembelajaran di televisi dengan tugas secara daring.

Hanya saja, program belajar melalui siaran TV ini memiliki kelemahan, yakni :

  • Tidak semua bisa menjangkau saluran TVRI. Beberapa kendala kemudian ditangani dengan menonton lewat youtube, atau guru merekam-rekam siaran kemudian dibagikan ke grup belajar di Whatsapp.
  • Minimnya pengawasan dalam Belajar
  • Pemahaman terhadap materi, walaupun pembelajaran melalui TVRI ini sudah dirancang dan dibuat semenarik mungkin agar anak dapat lebih memahaminya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada juga anak yang tidak terlalu mengerti karena didasarkan pada tingkat pemahaman dari masing-masing anak. Jadi disini, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam membimbing anak.(FM)

Penulis : Aisyah Fitria Manurung (Mahasisiwi PGSD pada Universitas Mataram)

Editor : Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here