Home Cerita Inspirasi GAGAL MERAIH CITA-CITA JADI GURU SEORANG PEMUDA DESA MENEKUNI JASA PENYEWAAN...

GAGAL MERAIH CITA-CITA JADI GURU SEORANG PEMUDA DESA MENEKUNI JASA PENYEWAAN MESIN AIR

88
0
SHARE

Sumbawa Besar, RumahInformasiSamawa.com – Sejak kecil seorang pemuda desa yang lahir di Karang Tangian Kecamatan Alas, bernama Batis (samaran) umur 26 Tahun, bercita-cita menjadi Guru Agama, tetapi dikarenakan kondisi keuangan orang tua yang kurang mampu, cita-cita mulianya hanya tinggal kenangan kandas ditengah jalan. Batis hanya mampu mengenyam pendidikan sampai dengan kelas 5 Sekolah Dasar, walaupun dirinya pada saat itu telah berusaha keras membantu orang tua dengan menjadi pedagang asongan di terminal Alas waktu pulang sekolah, namun kesulitan hidupnya semakin hari selalu bertambah, lebih-lebih ketika ayahnya sakit keras hingga meninggalkan keluarganya untuk selamanya.

Kepergian ayahnya membuat perjuangan hidup Batis bersama ibu dan saudara-saudaranya yang masih kecil, semakin membutuhkan perjuangan yang keras, karena setelah ayahnya tiada, semua beban hidup keluarga harus ditanggung Batis selaku anak tertua, dan semua kebutuhan hidup keluarga diperolehnya dengan bekerja menjadi apa saja yang penting halal dan dapat bertahan hidup untuk keesokan harinya melanjutkan mencari rezeki walaupun pulang hingga larut malam.

Pekerjaan itu bertahun-tahun ia lakukan bersama ibu dan adik-adiknya, dan lambat laun usianya tak terasa berumur 24 Tahun, akhirnya ia mencoba mencari pekerjaan lain ke  kota Sumbawa Besar, dengan modal semangat yang tinggi Batis berhasil mendapatkan pekerjaan pada sebuah toko sembako sebagai tenaga bantu pengantaran barang-barang pesanan ke para pembeli dengan penghasilan yang cukup lumayan, sehingga bisa menabung dan menyisihkan sebagian penghasilannya, lebih-lebih lagi sebagian ia sisihkan, untuk meringankan biaya hidup keluarga yang tinggal di Karang Tangian Kecamatan Alas.

Batis sedang menjaga pompa sewaannya yang sedang digunakan oleh petani

Rupanya dari ketekunan dan Kejujurannya, Batis tak luput dari pandangan dan kekaguman seorang gadis cantik yang sering membeli barang-barang keperluan pada toko tempat ia bekerja dan sering memintanya untuk mengantarkan langsung ke rumahnya yang tak jauh dari toko tersebut, karena sering bertemu, tak berselang lama, hubungan asmaranya berdua berbunga-bunga hingga berniat untuk melangkah ke jenjang pernikahan dengan lebih serius.

Gadis cantik yang dipersuntingnya itu, bernama Nurmi (samaran) anak ke empat dari bapak ahmad dan ibu Nurmia, bertempat tinggal di Labuhan, dalam rumah tangganya, ia berdua hidup sederhana dan menjadi keluarga bahagia, dari hasil perkawinannya telah dikaruniai dua orang putri, yang pertama berumur 4 tahun sedangkan yang kedua berumur 3 bulan, kedua anaknya tumbuh sehat dan cerdas, dan  rasa lelah karena bekerja seharian, begitu pulang sampai dirumah, lelah itu hilang seketika, karena melihat keceriaan anak-anak dan istrinya menyambut kedatangannya.

Namun seiring dengan perjalanan waktu, rupanya penghasilan sebagai karyawan toko tak mampu lagi memenuhi kebutuhan keluarganya, sehingga harus mencari pekerjaan lain yang bisa mencukupi kebutuhan keluarganya, ia menyampaikan, kebetulan di tempat tinggal saya sebagian besar hidup sebagai petani dan mereka memiliki lahan sawah tatapi lahannya hanya mengandalkan air hujan dan banyak sudah diantara mereka yang sudah melakukan pembuatan sumur bor dengan biaya yang cukup mahal, harga per meter bisa sampai 400 ribu rupiah, dengan kedalaman 20 Meter, berarti harus ada uang 8 juta disiapkan untuk pembuatan sumur saja, dengan adanya kondisi demikian, saya menawarkan kerjasama menyiapkan mesinnya untuk disewakan kepada mereka, alhamdulillah mereka menyambut dengan senang hati karena merasa dapat meringankan beban mereka, tanpa berpikir panjang dengan bermodalkan tabungan 4 juta rupiah, hasil saya sisihkan selama saya  bekerja di toko, saya  dapat membeli satu buah mesin pompa air lengkap.

Mesin itu saya sewakan kepada setiap petani yang akan menyiram tanamannya berupa padi, jagung dan juga sayur-sayuran, dengan tarif perjam 35 ribu rupiah, tanpa menanggung BBMnya, dari hasil yang saya dapatkan lumayan mas, bisa untuk bantu kebutuhan sehari-hari dan juga bisa disisihkan buat tabungan, seandainya sewaktu-waktu mesin mengalami kerusakan bisa langsung diperbaiki karena sudah ada uang yang saya simpan, selain itu, bahwa saya dan keluarga hari ini memang dalam keadaan sehat tetapi kita tidak tahu ke depannya bisa saja jatuh sakit, nah itu gunanya kita nabung mas, bisa dipersiapkan untuk biaya kita sakit, bukan berarti kita minta sakit mas ya…..? dan mudah-mudahan, usahanya ini lancar dan barokah, amin. (manaja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here