Home Berita SUMBAWA HIJAU LESTARI: SAATNYA MENJAGA HUTAN, MENJAGA MASA DEPAN SUMBAWA

SUMBAWA HIJAU LESTARI: SAATNYA MENJAGA HUTAN, MENJAGA MASA DEPAN SUMBAWA

6
0
SHARE

Sumbawa Besar. rumahinformasisamawa.com/10-6-2026 – Hutan selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat Sumbawa. Selain menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna, hutan juga berfungsi menjaga ketersediaan air, mengurangi risiko banjir, menjaga kesuburan tanah, serta mendukung sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar masyarakat.

Namun kondisi tersebut menghadapi tantangan yang semakin besar. Data Global Forest Watch menunjukkan bahwa selama periode 2001–2025, Provinsi Nusa Tenggara Barat kehilangan sekitar 110 ribu hektare tutupan pohon. Kabupaten Sumbawa menjadi daerah dengan kehilangan tutupan pohon terbesar, yakni sekitar 36 ribu hektare.

Salah satu kawasan yang paling penting bagi kehidupan masyarakat adalah Batulanteh. Kawasan ini menjadi daerah tangkapan air utama yang memasok kebutuhan air bersih masyarakat dan mendukung aktivitas pertanian. Jika hutan di Batulanteh rusak, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kawasan sekitar hutan, tetapi juga oleh masyarakat di wilayah hilir yang bergantung pada sumber-sumber air tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembukaan lahan di daerah perbukitan dan hulu sungai, perambahan kawasan hutan, serta berkurangnya vegetasi permanen telah mengurangi kemampuan alam menyimpan air hujan. Akibatnya, saat musim hujan air lebih cepat mengalir ke sungai dan memicu banjir. Sebaliknya, saat musim kemarau, debit sejumlah sumber air mengalami penurunan.

Banjir Berulang Menjadi Peringatan

Awal tahun 2026 menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan harus menjadi perhatian bersama. Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa. Kecamatan Empang menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling besar dengan sekitar 1.215 kepala keluarga atau lebih dari 3.600 jiwa terdampak.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga merusak jalan, saluran irigasi, lahan pertanian, serta berbagai fasilitas umum. Kerusakan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga membutuhkan biaya pemulihan yang tidak sedikit. Kondisi ini menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan di kawasan hulu pada akhirnya akan berdampak pada masyarakat di wilayah hilir. Jalan, jembatan, irigasi, lahan pertanian, hingga permukiman warga menjadi pihak yang ikut menanggung akibatnya.

Gerakan Bersama Melalui Sumbawa Hijau Lestari

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa meluncurkan Program Sumbawa Hijau Lestari yang menjadi salah satu program strategis daerah dalam RPJMD Kabupaten Sumbawa Tahun 2025–2029.

Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga mencakup perlindungan hutan, rehabilitasi lahan kritis, penguatan peran masyarakat, serta pengembangan ekonomi yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Program Sumbawa Hijau Lestari dibangun melalui lima fokus utama: Pelindungan dan pengamanan hutan, Restorasi lahan kritis berbasis tanaman ekonomi, Gerakan Safari Menanam Pohon, Insentif dan penghargaan bagi pelaku konservasi dan Penguatan kelembagaan dan kolaborasi lintas sektor.

Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa menjaga hutan bukan hanya urusan lingkungan, tetapi juga menyangkut masa depan masyarakat Sumbawa. “Ketika hutan rusak, yang hilang bukan hanya pohon. Yang ikut hilang adalah kemampuan alam menyimpan air, menjaga tanah, melindungi masyarakat dari banjir, dan menjamin keberlanjutan pertanian. Batulanteh adalah jantung sumber air Sumbawa. Karena itu menjaga hutan berarti menjaga masa depan Sumbawa,” ujarnya.

Melalui Program Sumbawa Hijau Lestari, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut terlibat. Mulai dari pemerintah desa, pelajar, ASN, dunia usaha, komunitas lingkungan, tokoh agama, hingga masyarakat umum.

Karena menjaga hutan bukan hanya tentang menanam pohon. Menjaga hutan berarti menjaga air yang kita gunakan setiap hari, menjaga lahan pertanian yang menghasilkan pangan, serta mengurangi risiko bencana yang mengancam kehidupan masyarakat.

Sumbawa Hijau Lestari bukan sekadar program pemerintah. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa generasi mendatang tetap mewarisi Sumbawa yang hijau, produktif, dan memiliki sumber daya air yang terjaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here