Home Kesehatan Kualitas Kesehatan, Pendidikan, Dan Kemampuan Pemenuhan Kebutuhan Di Kabupaten Sumbawa Semakin Membaik.

Kualitas Kesehatan, Pendidikan, Dan Kemampuan Pemenuhan Kebutuhan Di Kabupaten Sumbawa Semakin Membaik.

32
0
SHARE

Sumbawa Besar, RumahInformasiSamwa.com – Laju Pertumbuhan IPM Kabupaten Sumbawa Tahun 2018 mengalami peningkatan yang menggembirakan, bahkan melampaui laju pertumbuhan Provinsi NTB. Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa Nomor 02/8/Th.II, tanggal 28 Agustus 2019. Berdasarkan berita resmi tersebut Ansori menguraikan bahwa  IPM Kabupaten Sumbawa tumbuh 1,41 persen menjadi sebesar 66,77 di Tahun 2018 naik 0,93 poin dari tahun 2017. Walaupun demikian level IPM Kabupaten Sumbawa masih bertahan di kategori sedang sekaligus bertahan di peringkat keenam se-Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Wakil Bupati Sumbawa mengunjungi kesiapan kegiatan USBN

Semua komponen pembentuk IPM mengalami peningkatan di Tahun 2018, antara lain Umur Harapan Hidup (UHH) meningkat menjadi 66,90 tahun dengan peningkatan sebanyak 0,32 tahun, Harapan Lama Sekolah (HLS) meningkat menjadi 12,90 tahun dengan penambahan sebanyak 0,05 tahun, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat menjadi 7,72 tahun dengan penambahan sebanyak 0,18 tahun, dan Pengeluaran Per Kapita Per Tahun bertambah menjadi Rp 9,028 juta dengan peningkatan sebesar Rp 444 ribu.

Menimbang pencapaian indikator Angka Harapan lama Sekolah (HLS) dan indikator Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) tersebut pada tahun 2018, kebijakan yang dilakukan terutama diarahkan pada upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas kinerja indikator ini yaitu : 1) Menjaga proporsi alokasi belanja pendidikan dalam APBD, 2) Menjamin ketercapaian SPM bidang pendidikan melalui implementasi SPM dalam perencanaan dan penganggaran, serta 3) Meningkatkan kualitas penyaluran BOS.

Secara umum, dalam kurun waktu delapan tahun terakhir perkembangan IPM Kabupaten Sumbawa menunjukkan tren yang terus meningkat dan cenderung mengejar ketertinggalan dengan angka provinsi.

Wakil Bupati Sumbawa pimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional

IPM Kabupaten Sumbawa meningkat dari 60,93 pada Tahun 2010 menjadi 66,77 pada Tahun 2018. Selama periode 2010 – 2018, IPM Kabupaten Sumbawa tumbuh 9,58 persen dengan status capaian IPM sedang. Selama empat tahun terakhir laju pertumbuhan IPM Kabupaten Sumbawa berada di atas laju pertumbuhan provinsi.

Pada Tahun 2018, laju IPM Kabupaten Sumbawa sebesar 1,41 persen, sedangkan laju provinsi hanya 1,08 persen. Meskipun tiga tahun terakhir pertumbuhannya melambat, jika laju tersebut bisa terus dipertahankan di atas laju provinsi, sangat optimis IPM Kabupaten Sumbawa akan mampu melampaui IPM provinsi.

Pengukuran pembangunan manusia memperhatikan tiga aspek dasar yang sangat esensial, yaitu : umur panjang dan sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Dua aspek dasar, kesehatan dan pendidikan, merupakan kapabilitas dasar yang perlu dimiliki untuk meningkatkan potensi manusia. Tiap komponen memiliki andil yang sama dalam membentuk angka IPM. Semakin tinggi komponen, semakin tinggi pula angka IPM.

Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril,Bsc. disela-sela kegiatan imunisasi

Dari aspek usia harapan hidup di Kabupaten Sumbawa pada Tahun 2018 sebesar 66,90 tahun. Artinya, bayi yang lahir pada Tahun 2018 memiliki peluang hidup selama 66,90 tahun, lebih lama 0,32 tahun dibandingkan dengan bayi yang lahir pada tahun sebelumnya. Selama delapan tahun, hasil dari kinerja pembangunan bidang kesehatan berhasil menaikkan usia harapan hidup sekitar 2,27 tahun lebih lama. Sedangkan selama periode 2016-2018 kinerja bidang kesehatan berhasil menaikkan usia harapan hidup rata-rata sekitar 0,29 tahun atau lebih baik dari periode 2010-2015 yang berhasil menaikkan usia harapan hidup rata-rata sekitar 0,28 tahun.

Lebih lanjut, dari aspek harapan lama sekolah di Kabupaten Sumbawa pada Tahun 2018 sebesar 12,90 tahun yang bermakna bahwa penduduk yang berusia 7 tahun pada Tahun 2018 diharapkan akan mampu menempuh pendidikan selama 12,90 tahun di masa yang akan datang atau setara dengan jenjang perguruan tinggi semester 2, dan berpeluang menikmati pendidikan sebesar 0,05 tahun lebih lama dibandingkan dengan penduduk pada usia yang sama pada Tahun 2017.

Wakil Gubernur NTB menyerahkan penghargaan kepada duta incakap Sumbawa

Sinyal positif membaiknya kualitas pendidikan manusia Kabupaten Sumbawa semakin diperkuat dengan peningkatan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Pada Tahun 2010, RLS Kabupaten Sumbawa hanya sebesar 6,84 tahun atau hanya sampai kelas 7 pendidikan menengah pertama, tetapi pada Tahun 2018 mencapai 7,72 tahun atau setara dengan kelas 8 pada pendidikan menengah pertama. Dalam rentang waktu tersebut, berhasil menaikkan rata-rata lama sekolah menjadi 0,88 tahun lebih lama.

Sedangkan dari aspek standar hidup layak Pengeluaran per kapita di Kabupaten Sumbawa pada Tahun 2018 mencapai 9,028 juta rupiah per tahun. Artinya, untuk memenuhi kebutuhan hidup pada Tahun 2018 rata – rata penduduk di Kabupaten Sumbawa harus mengeluarkan uang sebesar 9,028 juta rupiah per tahunnya atau 752,33 ribu rupiah per bulan, meningkat 444 ribu rupiah dibandingkan dengan pengeluaran tahun sebelumnya.

Tren pengeluaran yang semakin meningkat menunjukkan semakin menguatnya daya beli. Menguatnya daya beli mengindikasikan kehidupan perekonomian penduduk yang semakin membaik.

Pengeluaran per kapita Kabupaten Sumbawa dari tahun ke tahun masih di bawah angka provinsi. Meskipun demikian, rata – rata pertumbuhan delapan tahun terakhir menunjukkan kenaikan yang cukup baik yaitu 3 persen per tahun dengan kenaikan sebesar 1,890 juta sekaligus berhasil mempersempit jarak antara pengeluaran per kapita provinsi.

Bupati Sumbawa mengunjungi pasien operasi katarak gratis

Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas kesehatan, pendidikan, dan kemampuan pemenuhan kebutuhan di Kabupaten Sumbawa semakin membaik. Derajat Kesehatan Masyarakat merupakan gambaran kemampuan / Kinerja bidang kesehatan untuk mencapai indikator Kesehatan, kemampuan dalam merencanakan, melaksanakan, mengendalikan program/kegiatan terkait pembangunan kesehatan. Derajat kesehatan merupakan salah satu ukuran kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia.

Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN adalah suatu program layanan yang merupakan bagian dari system Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang kemudian diselenggarakan dengan menggunakan system asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib, dan berdasarkan atas amanat Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Sistem jaminan sosial ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masayrakat dalam pelayanan kesehatan yang layak bagi siapa saja yang telah membayarkan iuran atau dibayarkan oleh pemerintah.  Dengan adanya program ini maka seluruh warga Negara berksempatan untuk memproteksi kesehatannya dengan lebih baik.

Pada tahun 2018 mencapai 73% dari target sebesar 61,38% atau dengan tingkat realisasi sebesar 118,93%. Cakupan masyarakat miskin terlayani JKN secara simultan dari tahun 2016-2018 menunjukkan trend meningkat. Pada tahun 2018 Cakupan masyarakat miskin terlayani JKN berada pada angka 73% meningkat dari 70% pada tahun 2017 dan tahun 2016. Artinya bahwa realisasi Cakupan masyarakat miskin terlayani JKN mengalami trend meningkat pada kurun waktu tiga tahun terakhir. Meningkatnya kualitas layanan kesehatan tercermin dengan adanya ketersediaan sarana kesehatan yang representatif dan memadai. (RA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here