Home Opini / Artikel Berebut Menjadi Abdi Negara

Berebut Menjadi Abdi Negara

26
0
SHARE

Sumbawa, RumahInformasiSamawa.com – Setelah hampir sekian tahun dilakukan moratorium penerimaan pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, akhirnya di bulan September 2018 kran untuk penerimaan pegawai baru dibuka lagi hal ini seiring dengan persetujuan dari KepMenPan RB yang menyetujui dilakukan seleksi penerimaan pegawai baru untuk tahun anggaran 2018/2019. Secara keseluruhan tahun ini pemerintah pusat membuka 238.015 formasi CPNS yang tersebar di Kementerian dan Pemerinttah Daerah. Dalam penerimaan CPNS tahun ini pemerintah juga membuka formasi khusus untuk tenaga disabilitas. Dari total jumlah formasi tersebut Kabupaten Sumbawa mendapatkan formasi untuk penerimaan pegawai baru mencapai 275 formasi dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 87 orang lalu 100 formasi diperuntukan untuk tenaga pendidikan dan 30 orang tenaga teknis lainnya yang serta eks tenaga honor kategori II sebanyak 58 orang. 

Sampai dengan batas waktu pendafataran tercatat 4.906 peserta yang telah mendaftar namun hanya terdapat 4792 peserta yang mengirimkan berkasnya sehingga otomotis sisanya dinyatakan gugur. Selanjutnya setelah dilakukan penelitian berkas terdapat 4.656 orang peserta dinyatakan lulus seleksi administrasi dan dinyatakan berhak untuk mengikuti seleksi tahap selanjutnya. Cukup banyaknya formasi baru yang dibuka memberikan harapan bagi pencari kerja untuk mencoba peruntungannya. Para calon abdi negara ini datang dari berbagai disiplin ilmu dengan menyandang status sarjana yang diterbitkan universitas negeri maupun swasta dengan satu harapan yang sama lulus dan dapat diterima bekerja dilingkungan pemerintah.

Jika ditanyakan kepada mereka yang teman/sahabat/saudara yang tekun berlomba-lomba mencari peruntungan ini apa alasan mendasar melamar menjadi ASN ? selalu jawaban teratas dan klasik adalah ingin mengabdikan diri, tenaga dan pikiran untuk masyarakat, bangsa dan negara lalu menyusul jawaban-jawaban lainnya seperti ingin mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai ilmu yang dimiliki dan mendapatkan penghasilan tetap.

Kembali ke data jumlah pelamar yang telah mencapai angka ribuan dan terdaftar di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sumbawa, menurut analisa penulis paling tidak terdapat 2 hal yang menarik untuk dicermati. Pertama banyaknya jumlah pelamar mengindikasikan bahwa jumlah pencari kerja dan lapangan kerja yang tersedia (dalam arti yang layak dan menjamin masa depan) belum seimbang. Lalu berikutnya hal yang menarik untuk dicermati bahwa ternyata profesi menjadi ASN masih dipandang “seksi” oleh sebagian masyarakat meskipun saat ini banyak juga anak-anak muda terutama di kota-kota besar yang masih enggan melirik dan berkecimpung menjadi ASN.

Seksinya profesi ASN ini paling tidak dapat dirangkum dalam beberapa point, sebagai berikut :

  1. Menjadi ASN berarti mempunyai jaminan finansial di masa tua.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan menjadi ASN adalah adanya jaminan hari tua dan tetap mendapatkan pensiun hingga akhir hayat serta adanya perlindungan kesehatan berupa asuransi kesehatan yang dijamin oleh BPJS.

  1. Memiliki kesempatan untuk menjadi mitra perbankan.

ASN dan perbankan sudah seperti 2 saudara yang saling “membantu”. Jamak terlihat ASN yang telah mengantongi SK pengangkatan mendatangi atau didatangi oleh pihak perbankan untuk menyekolahkan SK yang dimiliki dengan iming-iming diberikan kucuran dana dan biasanya syarat yang diajukan pihak perbankan lebih fleksibel jika dibandingkan dengan pihak swasta yang hendak mengajukan pinjaman.

  1. Memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi melalui tugas belajar.

Profesi menjadi ASN memiliki kesempatan luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui skema tugas belajar. Keinginan yang kuat untuk meningkatan kapasitas dan selalu menunjukan loyalitas menjadi modal penting untuk mendapatkan kesempatan tugas belajar ini.

  1. Adanya kepastian penghasilan

Bila dibandingkan dengan penghasilan disektor swasta khususnya diperusahan-perusahan besar maka penghasilan ASN tidak ada apa-apanya. Selama ini ASN dalam kondisi apapun negara masih tetap mendapatkan penghasilan tetap dalam sebulan. Selain itu jika bernasib baik ditempatkan di unit yang basah, tentu penghasilan bulanan diluar gaji juga akan bertambah.

  1. Minim resiko resiko pemutusan hubungan kerja

Salah satu hal yang membuat ASN tetap asik dan semangat bekerja adalah bila pekerja sektor swasta cemas ketika kondisi ekonomi yang memburuk maka ASN bisa tetap mendapat penghasilan tetap setiap bulannya tanpa takut dipecat kecuali bila ASN tersebut melakukan pelanggaran kode etik berat.

  1. Profesi ASN memberikan status sosial .

Untuk dibeberapa wilayah di Indonesia menjalani profesi sebagai ASN sedikit menaikan status sosial seseorang, hal ini dapat dilihat apabila ada acara-acara dikampung seseorang yang menjadi ASN ada kecenderungan diberikan tempat yang terhormat apalagi bila ASN yang bersangkutan menjadi pejabat diwilayah terebut.

So…. menjadi ASN itu memang sesuatu yang menjanjikan untuk jangka waktu yang lama namun untuk dapat bergabung dengan seragam korpri tersebut juga tidaklah mudah. Serangkaian tes sudah menanti dan bersaing dengan ribuan pelamar lain.

Jadi teringat lagu balada iwan fals……...Sarjana Muda…

Engkau sarjana muda

Resah mencari kerja

Mengandalkan ijasahmu

Empat tahun lamanya

Bergelut dengan buku’

Tuk jaminan masa depan

Langkah kakimu terhenti

Di depan halaman sebuah jawatan

Termenung lesu engkau melangkah

Dari pintu kantor yang di harapkan

Tergiang kata tiada lowongan

Untuk kerja yang di dambakan

Tak peduli berusaha lagi

Namun kata sama yang kau dapatkan

Jelas menatap awan berarak

Wajah murung s’makin terlihat…………….

 

Wasalam………(indra).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here