Home Berita Wabup Sumbawa Launching Proyek Reaktor Biogas

Wabup Sumbawa Launching Proyek Reaktor Biogas

31
0
SHARE

Sumbawa, RumahInformasiSamawa.com – PT. FILANTRA bekerjasama dengan PT TELKOMSEL Sumbawa melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan biogas dan limbah biogas di Kabupaten Sumbawa sejak beberapa waktu belakangan ini.

PT FILANTRA sendiri berdiri sejak tahun 1998 dan focus sebagai konsultan CSR baik pada perusahaan swasta maupun BUMN/ BUMD. “Jangkauan kita sudah ada dari Aceh sampai Papua termasuk di Sumbawa ini” jelas Relationship Management Filantra Reby Bagja Herdian. Program Reaktor biogas ini Alhamdulillah lanjut Reby sudah berjalan sekitar dua bulan yang lalu, “kita sudah memulai pembangunan reactor biogas” tambahnya.

Lebih lanjut Reby menjelaskan, Untuk biogas ini kita memanfaatkan kotoran – kotoran hewan dan disini potensinya kotoran hewan dari sapi, kita olah sedemikian rupa kita masukkan ke dalam dum. “Dari gas ini bisa kita buat berbagai macam ada gas untuk api, buat listrik dan berbagi macam lainnya dan saat ini kita focus di perapian artinya gas dari kotoran hewan ini kita manfaatkan untuk sumber api” terangnya. Sementara untuk  sisa kotorannya, berdasarkan penjelasan Relationship Management Filantra akan dipergunakan untuk kebun produktif dan itu ada didesa Jorok dan untuk biogas ini kita ada empat titik bersama telkomsel di ai beta ini ada dua , disering satu dan di jorok satu. Satu dum kita ada gunakan untuk lima rumah jadi total ada 20 rumah yang kita bantu untuk kompor api ini.

Pemberdayaan yang telah dilakukan oleh PT Filantra dan PT Telkomsel Sumbawa ini dilaunching pada Kamis pagi (8/2/2019) di Dusun Sering Ai Beta Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes oleh Wakil Bupati Sumbawa dihadiri oleh Kepala Pertanian Kab. Sumbawa, Relationship Manajemen Filatra, Super Visor Telkomsel Sumbawa, Camat Unter Iwes dan para tamu undangan.

Wakil Bupati Sumbawa Drs.H. Mahmud Abdullah menyampaikan bahwa selaku pimpinan daerah merasa sangat bersyukur karena kegiatan ini benar benar dihajatkan untuk memberdayakan masyarakat, sehingga masyarakat diwilayah ini dapat memanfaatkan kotoran ternak yang melimpah menjadi bahan biogas. “Kedepan program pemanfaatan kotoran ternak menjadi bahan biogas ini perlu terus kita dukung dan perlu untuk direplikasi oleh desa  – desa yang lainnya, terutama desa – desa dengan populasi ternak yang cukup banyak” harapnya.

lebih lanjut beliau menekankan bahwa yang menjadi perhatian kita sekarang ini juga adalah masalah pola pemelihaan ternak di sumbawa ini beda dengan yang di jawa, kalau dijawa ternak itu dikandangkan sedangkan disini polanya dilepas. Ini perlu ada pemikiran kita bagaimana cara nya nanti dengan dinas terkait bagaimana tehnik mengumpulkan kotoran ternak ini agar dapat mencapai target kita kedepan dalam mengumpulkan kotoran ternak ini. Sehingga nanti nya proyek yang diadakan ini betul betul dapat dirasakan pemanfaatannya oleh masyarakat. (KH74)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here