Home Budaya Saketa

Saketa

129
0
SHARE

Sumbawa Besar, Rumah Informasi Samawa.com – Saketa adalah pernyataan kegirangan dari sekelompok penduduk pedesaan kala kerja gotong royong atau ketika melaksanakan permainan rakyat. Tampil seorang pria yang fasih lidahnya mengumandangkan lawas. Disela-sela lengkingan suara merdu itu anggota rombongan lainnya serempak menyambut dengan suara : ho-ham-ho-ham-ho-ham dan seterusnya.

Dan bagi kampung yang berdekatan apabila melakukan kerja gotong royong misalnya membangun/mendirikan rumah, maka saketa ini memegang peranan penting untuk membangkitkan gairah dan semangat kerja.

Saketa ini dapat kita saksikan saat berlangsungnya permainan rakyat karapan kerbau, barempuk dan acara yang berhubungan dengan kerja gotong royong.

Suara-suara pemberi semangat dalam seni saketa ini disebut dengan Gero/Bagero. Lawas Saketa yang di rangkaikan dengan Gero dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan berat, Barapan Kebo (karapan Kerbau), permainan rakyat Barampok/Barempuk (tinju ala Sumbawa). Saketa dan Bagero digunakan juga untuk upacara mengiring pengantin (Iring Pangantan) dari rumah pihak laki-laki ke rumah calon pengantin wanita.  Adapun Lawas yang biasanya disampaikan saat itu adalah:
Pangantan ntek Rawi Ano
Iring leng mayung satupang
Lamin no buta batempangTuk tak ne mayung
Jontal satetak jadi payung
Suara rombongan: “ho… bam… baho… bam….”
(Pengantin berangkat sore hari—diiringi serombongan kijang—kalau tidak buta ya pincang—tuk tak wahai kijang—lontar sepotong jadi payung)
Tradisi Saketa di Sumbawa saat ini sulit ditemukan lagi. Ini disebabkan oleh karena pembangunan rumah di Sumbawa sudah tidak bergotong-royong lagi dan kalaupun ada sudah tidak lagi diadakan BaSaketa. Lawas-Lawas yang disampaikan pun biasanya adalah Lawas yang bersifat menggalang persatuan dan kebersamaan dengan penuh semangat.
 
Sumber : Disporabudpar Kab. Sumbawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here