Home Budaya Sakeco

Sakeco

135
0
SHARE
Sumbawa Besar, Rumah Informasi Samawa.com – Sakeco ini dilakukan oleh para lelaki (dua pria disatu pihak dan dua pria dipihak lainnya) menembangkan lawas sambil membunyikan rebana. Lawas yang ditembangkan berisi cinta kasih pemujaan, kepatriotan, perjuangan yang penuh heroik, mengedepankan masalah pembangunan dan perjuangan hidup yang dikaitkan dengan gotong royong yang berazaskan kekeluargaan. Selesai disatu pihak disambung dan dibalas oleh pihak lain. Begitu seterusnya.

Sakeco merupakan kesenian yang banyak di gemari oleh orang sumbawa, alatnya berupa dua buah rabana dan di mainkan oleh dua orang seniman penabuh denga membawa syair berbahasa sumbawa yang di namakan lawas. Alat yang di gunakan itu terbuat dari kayu kamboja (kayu jepun) yang salah satu bagiannya di tutup dengan kulit kambing yang telah di keringkan dan di ikat dengan rotan dan kawat.

Pada dasarnya sakeco ini berasal dari ratib, ratib ini berasal dari bahasa Arab yang artinya hiburan yang pada umumnya di mainkan oleh 4 orang tetapi sekarang hanya di mainkan oleh 2 orang saja dengan menggunkaan alat musiknya yang di sebut dengan rabana,serta di mainkan sambil membawakan lagu-lagu berbahasa arab yang di ambil dari kitab HADRAH dan mengendung puji-pujian kepada Allah dan Rasul-Nya.

Ratib awalnya masuk ke sumbawa ini di bawa oleh orang islam yang berasal dari hindia belakang yaitu bujarab dekat negeri arab yaitu mekkah, ratib ini mulai masuk pada, ratib ini berasal dari bahasa Arab yang artinya hiburan yang pada umumnya di mainkan oleh 4 orang tetapi sekarang hanya di mainkan oleh 2 orang saja.

Ratib ini mulai masuk pada zaman pemerintahan kerajaan hindu yaitu kerajaan Majapahit di mana para seniman sumbawa selalu bertolak dari tradisi lama dalam membabarkan karyanya untuk di olah dan di padukan dengan unsure seni yang datangnya belakangan.

Melalui seni inilah orang islam berhasil masuk ke daerah sumbawa dan nenyebarkan agama islam sehingga membuat kerajaan hindu runtuh. Dengan menetapnya oranbg islam yang membvawa ratib tersebut membuat ratib berkembang menjadi sakeco dengan cara di padukan dengan syair-syair yang berbahasa sumbawa yang biasa di sebut lawas.

Pada umumnya sakeco ini di bawakan pada acara pengantin, khitanan, dan upacara-upacara adat dan dahulu orang menjadikn sakeco ini sebagai mata pencaharian,tetapi sekarang hanya di gunakan sebagai hiburan saja.

 
 
 
Sumber : Disporabudpar Kab. Sumbawa 2013
SHARE
Previous articleBalawas
Next articleSaketa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here