Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, inflasi tahunan di Sumbawa bergerak dinamis
Sumbawa Besar, rumahinformasisamawa.com/24-9-26 — Sebagai bentuk komitmen transparansi publik dan akuntabilitas informasi kegiatan pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyampaikan rilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Agustus 2026.
Berdasarkan data Berita Resmi Statistik (BRS) No. 09/09/5204/Th. III tanggal 1 September 2026:
- Inflasi Bulanan (Month-to-Month / M-to-M): 0,53%
- Inflasi Kalender (Year-to-Date / Y-to-D): 2,25%
- Inflasi Tahunan (Year-on-Year / Y-on-Y): 3,97% (dengan IHK sebesar 112,45)
1. Rincian Andil Inflasi Tahunan (Y-on-Y) Menurut Kelompok Pengeluaran
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong terbesar laju inflasi di Kabupaten Sumbawa pada bulan Agustus 2026. Berikut rincian andil inflasi berdasarkan kelompok pengeluaran:
- Makanan, Minuman & Tembakau: 2,05%
- Perawatan Pribadi & Jasa Lainnya: 0,77%
- Perumahan, Air, Listrik & Bahan Bakar Rumah Tangga: 0,45%
- Transportasi: 0,28%
- Penyediaan Makanan & Minuman/Restoran: 0,20%
- Informasi, Komunikasi & Jasa Keuangan: 0,07%
- Pendidikan: 0,07%
- Perlengkapan, Peralatan & Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga: 0,05%
- Kesehatan: 0,03%
- Pakaian & Alas Kaki: 0,00%
- Rekreasi, Olahraga & Budaya: 0,00%
2. Perbandingan Tren Inflasi Tahunan (Agustus 2025 – Agustus 2026)
Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, inflasi tahunan di Sumbawa bergerak dinamis:
- Agustus 2025: 2,35%
- Puncak Inflasi: Februari 2026 mencatatkan angka tertinggi sebesar 4,88%.
- Tren Melandai: Perlahan menurun hingga menyentuh titik terendah pada Juli 2026 sebesar 2,50%.
- Posisi Terakhir (Agustus 2026): Kembali mengalami kenaikan ke angka 3,97%.
3. Perbandingan Inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
Pada periode Agustus 2026, tingkat inflasi tahunan di wilayah NTB tercatat sebagai berikut:
- Kota Bima: 4,49% (Tertinggi)
- Kabupaten Sumbawa: 3,97%
- Kota Mataram: 3,95% (Terendah)
ULASAN & ANALISIS KEGIATAN PEMKAB SUMBAWA
Analisis Faktor Penyebab
- Dominasi Sektor Pangan (Volatile Foods): Andil kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang menyumbang 2,05% (lebih dari separuh total inflasi 3,97%) mengindikasikan bahwa pergerakan harga kebutuhan pokok masyarakat masih menjadi pemicu utama. Kenaikan pada bulan Agustus dipengaruhi oleh faktor cuaca/musim, biaya distribusi, maupun dinamika rantai pasok lokal.
- Kenaikan Sektor Perawatan Pribadi & Jasa Lainnya: Andil sebesar 0,77% menunjukkan adanya peningkatan permintaan serta penyesuaian harga pada komoditas/jasa perawatan harian masyarakat.
Rekomendasi Langkah Strategis Pemkab Sumbawa
Dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi daerah, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) perlu memperkuat langkah operasional:
- Operasi Pasar & Pasar Murah: Mengintensifkan penyaluran beras, minyak goreng, cabai, dan bumbu dapur di titik-titik krusial guna menekan lonjakan harga pangan.
- Penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD): Mengamankan pasokan komoditas pangan dari daerah penghasil (surplus) untuk menutupi defisit pasokan lokal.
- Pemantauan Rantai Distribusi: Memastikan tidak ada penimbunan atau hambatan distribusi bahan pokok jelang akhir tahun. (KH74)








