Home eKONOMI Program PEN, Amunisi Tambahan Masyarakat dan UMKM Hadapi Pandemi Covid 19

Program PEN, Amunisi Tambahan Masyarakat dan UMKM Hadapi Pandemi Covid 19

35
0
SHARE

Sumbawa, RumahInformasiSamawa.com – Sejak pertama kali Indonesia mengkonfirmasi adanya kasus Covid 19 pada awal Maret 2020, berbagai upaya penanggulangan telah dilakukan oleh pemerintah untuk meredam dampak yang akan ditimbulkan oleh wabah tersebut.

Hampir, bahkan bsa dikatakan seluruh bidang kehidupan masyarakat dihantam dampak pandemi wabah covid 19, mulai dari bidang pendidikan, sosial, bahkan politik dengan penundaan pilkada serentak sampai pembatasan pelaksanaannya. Namun demikian bidang ekonomilah yang mengalami pukulan terberat. pembatasan aktivitas masyarakat mengakibatkan perekonomian disektor riil hampir-hampir tidak bergerak, UMKM sebagai penggerak sektor riil mengalami dampak yang sangat besar karena masyarakat menahan diri dari aktivitas konsumsi.

kondisi ini mendorong pemerintah mencari jalan bagaimana agar UMKM kita tidak terpuruk terlampau dalam, melalui KPCPEN, sebuah komite yang dibentuk khusus untuk penanggulangan Covid 19, berbagai program bantuan terus digelontorkan oleh pemerintah.

Berbagai program Penanggulangan covid 19 dan Pemulihan ekonomi yang digelontorkan pemerintah diantaranya program bidang kesehatan, insentif usaha, perlindungan sosial (BLT, PKH., Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Program Kementerian Lembaga dan pemda serta pembiayaan korporasi.

Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu daerah yang juga dihantam dampak pandemi covid 19, sebagaimana daerah lainnya juga melakukan upaya-upaya penyelamatan dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dan menjaga keberlangsungan usaha UMKM kita. Selama masa pandemi sejak maret 2020 masyarakat dan UMKM di kabupaten Sumbawa telah menerima dan merasakan manfaat dari berbagai program yang digulirkan pemerintah baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun program yang telah dianggarkan sendiri oleh pemerintah kabupaten Sumbawa.

Sesuai paparan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Koperindag Kab, Sumbawa Drs. Arif< Msi. ketika menjadi nara sumber pada webinar yang digelar oleh KPCPEN bersama Kemkominfo RI serta Diskominfotik Kabupaten Sumbawa beberapa waktu yang lalu, diketahui bahwa selama sembilan bulan masa pandemi covid 19 telah diluncurkan berbagai program yang diterima oleh pelaku UMKM di kabupaten Sumbawa. diantaranya, Program JOPS Gemilang NTB berupa bantuan modal kepada 44 pelaku UMKMyang bergerak dalam bidang usaha abon ikan, kue kering, kopi ikan kering, minyak kayu putih, beras, serbuk jahe dan usaha lainnya. ada juga bantuan modal usaha bagi 20 pelaku usaha ultra mikto.

Selain pemberian bantuan usaha dalam bentuk modal, pemerintah juga memberikan bantuan usaha dalam bentuk pemberdayaan seperti Fasilitasi subsidi perizinan bagi 200 UMKM, fasilitasi sertifikasi halal untuk 12 UMKM, pelatihan peningkatan kapasitas pelaku UMKM berupa pelatihan bagi wirausaha muda berbasis digital untuk 34 UMKM dan diklat managemen bagi 30 pelaku UMKM pemula.

Selain itu untuk tetap menjaga dan merangsang agar UMKM kita tidak terhenti usahanya dan tetap berproduksi maka Pemeribntah kabupaten Sumbawa meluncurkan program stimulasi ekonomi dengan pembelian produk UMKM yang disalurkan kepada penerima manfaat yaitu 1231 bingkisan yang diberikan kepada masyarakat yang masih tergolong stunting.

Masih berdasarkan paparan Kadis Koperindag juga, bahwa selain bantuan dari pemeritah Kabupaten dan provinsi terdapat juga bantuan berupa modal dari pemerintah pusat melalui program Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan presiden (BANPRES), dari dua kali tahap usulan calon penerima BPUM terjaring sebanyak 29 ribu calon penerima BPUM dan sejak tanggal 17 Agustus s/d 8 November 2020 sebanyak 22 ribu UMKM yang telah terealisasi bantuannya.

Menurut Drs, Arif, Alhamdulillah, pemerintah Kabupaten Sumbawa termasuk salah satu daerah yang realisasi program BPUMnya tertinggi, hal ini tentu berkat dari kerja keras semua kita, ujarnya.

Dampak pandemi covid 19 ini tidak hanya mengena para pelaku UMKM tetapi juga mengena masyarakat secara luas, pemerintah berkepentingan memnjaga bagaimana agar daya beli masyarakat tetap terjaga sehingga ekonomi kita tetap dapat tumbuh minimal tidak jatuh terlampau dalam.

diantara bantuan tersebut seperti, program Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk KPM (keluarga Penerima Manfaat) dari kementrian sosial. Ada juga dari Kementrian Desa dan PDT beruapa BLT dana Desa sebesar 600 ribu/KPM.

Tidak hanya dari pemerintah pusat, dari pemerintah provinsi juga ada melalui program JPS gemilang berupa paket sembako senilai 250 ribu/KPM.

Untuk membantu meringankan beban masyarakat, pemerintah Kabupaten Sumbawapun hadir dengan menyiapkan BLT sebesar 600ribu bagi ODP dan PDP yang masuk kategori miskin dan rentan miskin.

Semua Program bantuan ini adalah bentuk kepedulian dan hadirnya pemerintah ditengah-tengah kesulitan dan keterpurukan masyarakat dan UMKM kita. (KH74)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here