Home Kesehatan PERSIAPAN VAKSINASI COVID-19 : BADAN POM JAGA DAN KAWAL KEAMANAN,KHASIAT, SERTA...

PERSIAPAN VAKSINASI COVID-19 : BADAN POM JAGA DAN KAWAL KEAMANAN,KHASIAT, SERTA MUTU VAKSIN-19

33
0
SHARE

Sumbawa, RumahInformasiSamawa.com – Sejak pertama merebaknya virus Covid-19 di Cina Bulan Februari 2020, dan menyebar ke seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, mengakibatkan munculnya dampak pada berbagai bidang kehidupan masyarakat seperti bidang Kesehatan,Sosial, Ekonomi dan pendidikan bahkan bidang politikpun tdiak terlepas dardampak virus covid 19. Bahkan sudah banyak korban meninggal dunia, yang masih di rawat/ diisolasi dan upaya pencegahan lainnya, agar tidak menular atau menyebar pada masyarakat luas.

Atas kondisi pandemi tersebut, Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkiflimansyah, M.Sc. telah mengeluarkan Peraturan Daerah nomor 7 Tahun 2020 tentang penanggulangan Penyakit Menular dan Pergub  nomor 50 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Sebagai tindaklanjut Perda dan Pergub Nusa Tenggara Barat diatas, Bupati Sumbawa,  H.M.  Husni Djibril, B.Sc. telah mengeluarkan Peraturan Bupati nomor 43 Tahun 2020 tentang penerapan Disiplin dan penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Daerah.

Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati yang telah ditetapkan tersebut adalah sebagai Intrumen untuk melakukan upaya  penanganan covid-19, Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Sumbawa serta pihak terkait lainnya, terus berupaya dalam berbagai kegiatan seperti lakukan sosialisasi dan  penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat dari tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai dengan tingkat desa.

Berangkat dari data yang terupdate sampai dengan  hari Selasa,9 Nopember 2020,menunjukan bahwa jumlah yang terkonfirmasi positif ataupun yang meninggal terus mengalami penambahan sehingga perlu dilakukan strategi penanganan pencegahan yang memerlukan kesadaran bersama, dan tidak bisa diberhentikan secara cepat manakala masyarakat tidak peduli dan harus bersama-sama dalam mematuhi protokol kesehatan.

Dengan terus adanya penambahan tersebut banyak masyarakat berharap kepada Pemerintah agar segera mencari obatnya, sebab virus covid-19 yang merebak di tengah masyarakat perlu diupayakan penganannya melalui pemberian obat atau vaksinasi agar kekebalan dan daya tahan imunitas tubuh kita dapat bertahan dengan kuat, artinya dengan diberikan vaksin itu, penyebaran covid-19 dapat diperkecil dan bahkan korbanpun  dapat diselamatkan.

Mendukung upaya pemerintah dalam  mempersiapkan vaksin covid-19 di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mengungkapkan tiga hal paling prioritasv dalam vaksin, keamanan, khasiat, dan mutu. Sebagai bagian dari komite penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional  (KPCPEN), langkah prioritas terkait rencana vaksinasi covid-19 ini menjadi upaya penting Badan POM dalam menjaga asas kehati-hatian, sesuai dengan arahan presiden Joko Widodo.

Kabupaten Sumbawa, sebagai salah satu Kabupaten yang tak luput dari penyebaran virus covid-19, harus mempersiapkan para petugas medisnya, terutama yang akan bertugas secara langsung pemberian vaksinasi kepada masyarakat, dan dengan dilaksanakan vaksinasi ini nantinya akan membawa masyarakat menjadi lega karena sudah ditemukan obatnya dan rasa was-was dapat hilang seketika.

Tentu vaksin ini juga harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, untuk itu, sebagai lembaga pemerintah di bidang pengawasan obat dan makanan, Badan POM mengambil langkah-langkah strategis dalam pengawalan penyediaan vaksin covid-19 dengan tetap mengedepankan kepentingan kesehatan masyarakat” Dra.  Togi J Hutadjulu Apt.MHA,Plt. Deputi bidang pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan zat adiktif Badan POM.

Lebih lagi Badan Pengawasan Obat dan Makanan menambahkan, vaksin covid-19 harus melalui tahap penelitian  yang baik dan benar sebelum dinyatakan siap dan aman untuk diberikan kepada masyarakat. Hal ini akan mempengaruhi beban fisikologis khususnya bagi mereka diberikan vaksinasi tersebut. Tentu upaya ini diharapkan akan membawa manfaat khususnya dalam meminimalisir penurunan kasus covid-19 di Indonesia khususnya di Kabupaten Sumbawa. Masyarakat juga harus pro aktif dan disiplin mentaati protokol kesehatan, bergerak bersama dan saling mengingatkan serta jauhi segala bentuk interaksi yang dapat menyebabkan penyebaran virus Covid-19 dalam setiap aktifitas sehari-hari.

Karena pemberian vaksinasi Covid-19 ini dilakukan pertama kali ke masyarakat, maka perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu agar masyarakat menjadi tahu baik manfaat,kwalitas dan keamanan serta penjelasan lainnya yang nantinya tidak ada masalah saat vaksinasi dilakukan. Semua masyarakat harus sudah lebih awal informasi diterima, terutama bagi mereka bertempat tinggal di daerah-daerah terpencil serta minim akses internet maupun media informasi yang mudah mereka akses setiap saat.

Peran media informasi juga penting, untuk menyebarkan informasi vaksin-19 kepada publik, terutama media yang berskala lokal maupun regional, hal ini penting dilakukan agar masyarakat dapat memahami pentingnya vaksinasi dilakukan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19, khususnya di Kabupaten Sumbawa, masyarakat juga diharapkan dapat lebih jelas informasi Vaksin covid-19 mereka terima dari sumber terpercaya, sehingga segala informasi yang tidak jelas mengenai vaksin covid-19 tidak serta merta mereka langsung terima melainkan harus dipertanyakan kepada pihak pemerintah atau pihak terkait lainnya, jangan sampai ada yang mengandung hoax dan ini akan menimbulkan masalah dan muncul rasa kekhawatiran terhadap vaksin corona tersebut..

Selanjutnya penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa yang diwakili oleh Kepala Bidang P3PL A.A.N.K Riyadi, SKM. M.Kes. mengatakan, bahwa masyarakat saat ini sedang menunggu dan menyambut baik rencana pemerintah melakukan vaksinasi kepada masyarakat, dan informasi dari pihak puskesmas  masing-masing di 24 Kecamatan, masyarakat antusias dan penuh harap agar vaksin tersebut segera di realisasikan, terutama bagi mereka yang mana keluarganya pernah mengalami terkena Virus Covid-19 apalagi sampai ada keluarganya yang meninggal dunia, mereka merasakan stres ketika saat itu  keluarganya yang terkena virus-19 mengalami sakit cukup lama dan bingung karena secara medis belum ditemukan obat atau vaksinnya untuk mendapatkan kesembuhan bagi keluarganya.

Masih kata Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, bahwa Pemberian Vaksin Sinovac Pemerintah Menetapkan 6 kelompok sasaran  sebagai berikut :

1. Tenaga Medis, TNI/Polri, Aparat Hukum dan Pelayanan Publik

2. Tokoh Agama/Masyarakat, Perangkat Daerah(Kecamatan, Desa, RT./RW.)

3. Seluruh Tokoh/Tenaga Pendidik mulai dari PAUD,TK,SD,SMP,SMA sampai sederajat dan Perguruan Tinggi.

4. Aparatur Pemerintah (Pusat, Daerah dan Legislatif)

5. Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan

6. Masyarakat Usia 19 hingga 59 Tahun.

Dari 6 kelompok sasaran di atas, yang pertama akan mendapatkan vaksinasi adalah Tenaga Medis, TNI/Polri, Aparat Hukum dan Pelayanan Publik, alasannya karena mereka ini yang akan dilibatkan dalam pendistribusian vaksin ke berbagai kelompok sasaran lainya, sehingga mereka harus benar-benar sehat dan tidak terkena virus corona-19 yang nantinya juga dapat menjamin kelancaran kegiatan vaksinasi tersebut kepada masyarakat.

Namun demikian, perlu untuk terus kita saling mengingatkan bahwa sepanjang masyarakat tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan maka usaha vaksinasi yang dilakukan pemerintah tidak akan maksimal membuahkan hasil, yaitu dapat meminimalisir penurunan jumlah yang positif terkena virus covid-19 melainkan justru akan semakin meningkat manakala masyarakat masih lalai menerapkan protokol kesehatan tersebut.

Dalam pendistibusinyapun nantinya petugas yang akan dilibatkan juga diharapkan untuk diberikan pembekalan terlebih dahulu sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, sehingga dalam pelaksanaannya tidak akan mengalami hambatan dan rintangan, dan mereka diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya, dan jika ada hal-hal yang menyangkut secara teknis vaksin tersebut, baik kualitas maupun keamanannya maka pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa akan lakukan koordinasi secara intensif dengan pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Propinsi Nusa Tenggara Barat maupun pihak terkait lainnya, untuk memastikan vaksin yang diberikan ke masyarakat dapat dijamin kwalitas maupun keamanannya sehingga tidak ada rasa was-was di masyarakat, dan mudah-mudahan dengan upaya vaksinasi ini secara massal, masyarakat semakin sehat dan ekonominya kembali pulih dan normal kembali. (Manaja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here