Home Opini / Artikel Peringatan Dini Sebagai Langkah Antisipasi Dampak Bencana

Peringatan Dini Sebagai Langkah Antisipasi Dampak Bencana

64
0
SHARE

Sumbawa, RumahInformasiSamawa.com – Rentetan bencana yang terjadi sepanjang tahun 2018 yang diawali dengan bencana banjir dan air pasang diawal tahun, bencana banjir ini sebenarnya hampir selalu terjadi setiap tahunnya dan menimpa berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa. Kita tentu masih terbayang diawal tahun 2017, hujan yang turun selama berhari-hari diakhir bulan januari telah menyebabkan sungai yang membelah kota sumbawa meluap dan menggenangi perumahan disepanjang aliran sungai tersebut sementara hampir setengah jumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa juga mengalami hal yang sama. Dampak dari banjir tersebut menyebabkan rusaknya infrastruktur dan merusak harta benda milik masyarakat diperkirakan jumlah kerugian mencapai milyaran rupiah. Lalu di bulan september 2018 bencana yang lebih dasyat terjadi. Bencana gempa dengan magnitudo 7,0 yang berpusat di selat lombok dan terasa hingga pulau Sumbawa terutama terasa sekali dampaknya dirasakan di 3 Kecamatan di Kabupaten Sumbawa yakni Kecamatan Alas Barat, Alas dan Buer telah mengakibatkan porak porandanya rumah-rumah penduduk di 3 kecamatan tersebut dan disaat yang bersamaan terjadi kebakaran yang hebat di Pulau Bungin hingga menghanguskan puluhan rumah-rumah penduduk.

Menyimak berbagai jenis kejadian bencana yang rutin terjadi tersebut sepantasnya harus sudah mulai dilakukan pembenahan terutama untuk mengatisipasi terjadinya dampak bencana. Kesiapsiagaan perlu dibentuk agar dalam menghadapi situasi yang darurat masyarakat telah mengetahui apa yang harus dilakukan sesuai dengan kapasitas dan tanggungjawabnya. Salah satu bentuk kesiapsiagaan adalah dibentuknya sistem peringatan dini yang memberikan informasi sesegera mungkin ketika terjadi tanda-tanda akan terjadinya bencana.

Penting untuk membangun sistem peringatan dini dalam upaya untuk melakukan pengurangan resiko bencana dengan adanya sistem peringatan dini maka masyarakat akan terlatih untuk membiasakan diri merespon setiap tanda-tanda terjadinya bencana dengan melakukan penyelamatan dan menghindarkan diri dan keluarganya dari kemungkinan terkena bencana. Peringatan dini ini dapat dilaksanakan tentunya dengan keikutsertaan secara aktif dari masyarakat di wilayah yang memiliki potensi bencana.

Peringatan dini yang berpusat pada masyarakat ini dapat berjalan secara efektif bila terpenuhinya empat syarat yang meliputi pertama pengetahuan yang baik terhadap resiko bencana diantaranya dengan megetahui penurunan kualitas lingkungan, kedua pemantauan bahaya dan sistem peringatan yang digunakan. Pemantauan diperlukan secara terus menerus terhadap gejala-gejala awal bahaya. ketiga penyebaran informasi dan komunikasi yang disepakati dengan bahasa yang sederhana dengan menggunakan berbagai saluran komunikasi guna mengantisipasi terjadinya gangguan pada alat komunikasi serta keempat kemampuan respon yang didapat melalui pembiasaan terhadap kemungkinan terjadi bencana dengan cara sering melakukan simulasi penyelamatan dan evakuasi secara berkalau untuk menguji kesiapan alat dan sistem yang dibuat serta tentunya melatih kesiapan personil yang dipercayai untuk tanggungjawab memantau, menganalisis dan mengeluarkan peringatan dini.

Dalam peringatan dini informasi yang disebarluaskan harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan hal ini guna mengantisipasi bila informasi yang diberikan sering tidak akurat dan cenderung salah akan mengakibatkan kejenuhan ditingkat masyarakat. dengan demikian peringatan dini ini harus dilakukan oleh kelompok atau struktur yang dapat dipercaya dibawah koordinasi lembaga resmi pemerintah. Kelompok ini bisa dalam bentuk kelompok siaga bencana desa atau kelompok siaga bencana kecamatan dengan struktur minimal sebagai berikut :

  1. Ketua kelompok
  2. Tim pemantau
  3. Tim analisis dan pelaporan
  4. Tim peyebarluasan informasi dan evakuasi.

Keberhasilan sistem peringatan dini dimasyarakat ini dapat ditandai dengan (1). Keakuratan informasi yang disebarluaskan. (2). Tenggat waktu yang tersedia antara peringatan  dini yang dikeluarkan dengan waktu yang tersedia bagi masyarakat untuk melakukan evakuasi. (3). Kesiapan perencanaan pra bencana yang dilakukan baik oleh masyarakat maupun lembaga pemerintah yang bertanggungjawan dibidang penanggulangan bencana.  

Dengan demikian setelah tersedianya sistem peringatan dini yang handal diharapkan akan dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan bila terjadi bencana.

Wasalam….. (indra).

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here