Home Berita Pastikan Kelangsungan Telekomunikasi, Tim PPI Kemkominfo Monitoring Sinyal di Sumbawa

Pastikan Kelangsungan Telekomunikasi, Tim PPI Kemkominfo Monitoring Sinyal di Sumbawa

53
0
SHARE

Sumbawa Besar, RumahInformasiSamawa.com – Masih adanya wilayah blank spot dan lemah sinyal di wilayah kabupaten Sumbawa mendapat perhatian dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo RI dalam hal ini Direktorat Pengendalian Pos dan Informatika. Selama sepekan, Tim Monitoring Jaringan Telekomunikasi mengunjungi wilayah wilayah blank spot di NTB termasuk Kabupaten Sumbawa.

Setelah menggelar Rapat Persiapan pada hari Selasa (9/7) yang lalu di Samawa Sea Side Cottages Ai Loang bersama Pemkab Sumbawa dan Pemkab KSB, dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis trail, Kepala Sub Direktorat Telekomunikasi Khusus dan Jaringan Telekomunikasi Kemenkominfo RI Indra Apriadi selaku Ketua Tim bersama Tim didampingi oleh Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfotik NTB Mahmud dan Tim Pendamping dari Dinas Kominfotik Sumbawa melalukan trabas kebeberapa wilayah terpencil.

Dari Samawa Sea Side Cottages, Tim akan melakukan trabas sinyal menuju ke Desa Tepal-Tangkampulit-Batutotok Kecamatan Batulanteh, Desa Senawang Kec. Orong Telu, Desa Sempe Kec. Moyo Hulu, Desa Labuhan Ijuk Kec. Moyo Hilir, Desa Pungkit Kec. Moyo Utara dan Desa Kerekeh Kec. Unter Iwes.

“Ditjen PPI melakukan monitoring secara rutin ke seluruh wilayah Indonesia yang masih blank spot dan lemah sinyal, termasuk Kabupaten Sumbawa”, ujar Indra sambil test drive kendaraan trail di Ai Loang.

Dari kegiatan monitoring ini lanjut Indra, pihaknya dapat memetakan yang mana wilayah blank spot untuk kemudian dikoordinasikan dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Dan Informasi Kementerian Kominfo untuk diusulkan pembangunan BTS Daerah Terpencil melalui program Universal Service Obligation (USO) bidang telekomunikasi dan informatika.

Kemudian untuk daerah daerah lemah sinyal, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Operator seluler agar dilakukan optimalisasi coverage area. Didampingi Kabid Sandi dan Kemanan Informasi Dinas Kominfotik Provinsi.NTB,  Indra menambahkan bahwa monitoring ini juga dilakukan untuk memastikan bahwa ada beberapa titik terkait tarif yang diberlakukan oleh operator yang menurut laporan warga setempat terjadi kemahalan.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfotik Kabupaten Sumbawa Rachman Ansori saat mendampinginya persiapan keberangkatan tim monitoring bertempat di halaman parkir Samawa Sea Side Cottages, Selasa (9/07) mengatakan bahwa Pemerintah Daerah mengapresiasi kegiatan monitoring yang dilakukan pihak kementerian, yang hasilnya nanti dapat ditindaklanjuti sesuai klasifikasinya dengan pihak terkait dalam hal ini BAKTI dan Operator, dan berharap Indonesia Merdeka Sinyal 2020 dapat diwujudkan khusunya di Kabupaten Sumbawa.

“Kegiatan monitoring ini merupakan tindak lanjut laporan-laporan masyarakat terkait lemah sinyal, tarif maupun daerah yang tidak terakses sinyal di Kabupaten Sumbawa, yang kami follow up ke Kementerian Kominfo”, ujar Ansori  

Berkenaan dengan kegiatan monitoring sinyal di Kabupaten Sumbawa, Ansori kepada media pada Jum’at sore (12/7) menyampaikan bahwa Tim Kominfo sudah melakukan pengecekan yang menjadi titik permasalahan yang diajukan oleh Pemda dan masyarakat terkait dengan sinyal lemah atau kurang baik, kemahalan tarif dan blank spot. Kegiatan monitoring kali inipun, didampingi oleh operator seluler yang ada di Kabupaten Sumbawa yaitu XL dan Telkomsel yang juga berkomitment akan segera memfollow up untuk wilayah yang lemah sinyal.

Lebih lanjut Ansori mengatakan, terkait dengan isu kemahalan tarif, berdasarkan hasil survey Tim Kementerian Kominfo, ditemukanlah adanya keberagaman tarif antar desa, namun untuk desa yang dikeluhkan mengenai mahalnya tarif, justeru setelah dilakukan pengecekan masih dalam batas normal. Tim Kementerian Kominfo berharap agar kondisi tersebut berlaku seterusnya, namun apabila ditemu kenali adanya keluhan lagi, dapat segera disampaikan ke kominfo. Untuk desa Tepal terdapat adanya perbaikan dari kondisi tahun lalu.

Bahkan menurut Ansori, Plt. Direktur Pengendalian Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Sabirin Mochtar melalui pesan WA-nya, untuk tidak segan-segan dan langsung menyampaikan keluhan terkait dengan sinyal telekomunikasi yang ada di Kabupaten Sumbawa. Salah satu putra Sumbawa ini, berharap partisipasi masyarakat dimaksud sangat dibutuhkan untuk tetap menjamin keberlangsungan dan kenyamanan akses telekomunikasi masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumbawa.  (ra/mckabsumbawa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here