Home Opini / Artikel OPTIMALKAN KIM SEBAGAI JEMBATAN INFORMASI DAN PROMOSI POTENSI DESA DI SUMBAWA

OPTIMALKAN KIM SEBAGAI JEMBATAN INFORMASI DAN PROMOSI POTENSI DESA DI SUMBAWA

95
0
SHARE

Sumbawa, RumahInformasiSamawa.comKeberadaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bisa menjadi jembatan informasi yang menghubungkan desa dengan Pemerintah begitupun seballiknya. Sekaligus wadah mengekpouse potensi desa agar dikenal dunia luar. Untuk itulah, Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Sumbawa akan lebih mengoptimalkan 35 KIM yang sudah terbentuk di Sumbawa. Sekaligus terus memfasilitasi pembentukan KIM baru di setiap desa di Sumbawa.

Kebutuhan akan informasi saat ini begitu penting bagi masyarakat desa. Baik itu informasi tentang pertanian dan produk lokal desa, perolehan kredit usaha kecil, masalah lingkungan hingga masalah kesehatan. Kehadiran KIM juga dapat digunakan pemerintah pusat dan daerah untuk menyebarkan infoormasi terkait kebijakan. Agar masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari kebijakan dimaksud. Bagaimana KIM dapat terus berkomunikasi dan berjejaring secara efektif sangat diperlukan masyarakat desa. Bagi pemerintah KIM sebagai jembatan penghubung informasi. Penyambung lidah kebutuhan informasi masyarakat dan pemerintah. “KIM adalah sebuah organisasi dari, oleh dan untuk masyarakat,”kata Kepala Dinas Kominfotik Sumbawa, Ir. H. Ibrahim, Senin (3/12) kemarin.

Makanya, menuurt H. Ibrahim, menjadi penting KIM dipotimalkan keberadaanya. Langkah awal yang sudah dilakukan, sosialisasi tentang keberadaan KIM. Mengingat masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu KIM. Penekanannya lebih kepada peran strategis KIM sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Eksistensi KIM harus dirasakan manfaatanya oleh masyarakat. “Target kami pembentukan KIM, satu desa, satu KIM,”ujarnya.

Paling penting, KIM bisa berperan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Melalui penyebarluasan informasi potensi desa. Salah satunya ekpouse tentang produk dan komoditi lokal. Selain itu, pesan pesan pemerintah juga tersampaikan melalui KIM. Apa yang menadi hak dan kewajiban pemerintah dan masyarakat bisa diketahui. Sehingga ketika kepentingan masyarakat dan pemerintah bisa disatupadukan, maka tidaklah sulit dalam mengimplementasikan program. “Pemerintah harus hadir dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Progres dan capaian pembangunan jugameesti diketahui oleh masyarakat. Dlaam mempercepat akselerasi pembangunan itu sendiri,”kata pejabat senior Sumbawa ini.

Kedepan, pihaknya berencana akann melombakan KIM yang sudah eksis di Sumbawa. Agar bisa menjadi pemacu semangat bagi desa desa lainnya untuk lebih aktif dalam membentuk dan memberdayakan KIM. Apalagi kemudian KIM nantinya dintegrasikan dengan kelembagaan lainnya yang ada di desa seperti BUMDes. “Ada beberapa kisah KIM yang sukses, kita ajak pengurusnya kemana kemana menjadi narasumber,”tukasnya.

Kasi Kemitraan dan Layanan Informasi Publik Diskominfotik Sumbawa, Karman Hartono S.E, menyebutkan saat ini terdata 35 KIM dan Kampung Media (KM) di Sumbawa. Yakni, KIM Rungan Desa desa Mama, Rampak Nulang desa Semamung, Demung Mapin desa Mapin, Suara Pengabdi desa Tarusa, Notang No Putis Batu Nisung desa Karang Dima, Beringin Jaya desa Uma Beringin, Varoso desa Moyo Mekar, Harapan Bersama desa Kukin, Tiu Dalam desa Lunyuk Ode, Bukit Harapan desa Dete, Ai Panas desa Maronge, Damai Besatu desa Sukadamai, Riam Remo desa Bunga Eja, Mandiri desa Labuan Bontong, Bunga Robusta desa Batu Dulang, Saling Sarungan desa Leseng, Melati Mekar desa Tatebal, Baru Tahan desa Baru Tahan, Saling Basan desa Lebangkar, Cahaya Putih desa Pukat, An Nur Kelurahan Samapuin.

Kemudian KM Desa Ngeru desa Ngeru, KIM Juran Alas desa Juran Alas, KM Hijrah desa Hijrah, KIM Sepukur desa Sepukur, KIM Dara Maning desa Rhee Loka, KM Sukamajuu desa Sukamaju, KIM Sepakat desa Sepakat, KIM Pemuda Bersatu desa Brang Rea, KIM Ngaram desa Lape, KIM Labu Kuris desa Labuan Kuris, Bulan Suar desa Moyo, Bina Mandiri desa Lopok Beru, KIM desa Lopok desa Lopok dan Gerbang Informasi Desa desa Jorok.

Namun dari 35 KIM tersebut masih ada beberapa yang belum terlalu aktif dalam penyampaian infoormasi. Sallah satu kendalanya, keterbataan sarana IT yang dimiliki desa. Ditambah lagi, sebagain besra masyarakatnya belum mengetahui manfaat dari KIM. Makanya, Diskominfotik telah mencoba mengangkat profil beberapa KIM yang sukses. Seperti KIM Rampak Nulang desa Semamung dan KIM Uma Beringin yang cukupp aktif dalam penyampaian informasi mmelalui website desa. Berkontribusi bagii masyarakat desa dan bagi pembangunan Sumbawa secara umum.

Untuk itu, pihaknya beruusaha membantu melengkapi sarana dan prasarana KIM. Dengan memberikan paket IT yyang terdiri dari perangkat PC dan internet desa kepada sejumlah desa. Kemudian membuat pelatihan selama tiga hari yang telah dilakukan Oktober lalu. Fokusnya bagaimana pengurus KIM ini bisa menulis dengan baik. “Merea bisa menulis tentang potensi desa untuk disiarkan di Website desannya masing masing. Kita juga menyediakan wadah di website khusus Kominfotik yakni rumah Informasi Samawa. Hajatnya bagi teman teman KIM. Dalam beberapa bulan terakhir sudah ada yang menulis, seperti dari KIM Semamung,”papar Karman.

Banyak manfaat yang bisa diambil dari keberadaan KIM. Baik oleh desa maupun Pemkab Sumbawa. Untuk itu, pihaknya jga berharap pemerintah desa bisa mendukung keberadaan KIM di wilayah desanya masing masing. Dengan membantu penyediaan sarana KIM. Seperti yang telah dilakukan Pemdes Uma Beringin. KIM inilah yang mengelola website desa sekaligus akun medsos pemerintah desa. “Bisa dilihat yang paling aktif KIM Uma Beringin, KIM Semamung dan KIM Mapin Rea. Mereka memanfaatkan wes desa untuk mmepromosikan potensi desa. KIM yang lain perlu kita ajak lebih aktif lagi. Harapannya, Pemdes mau lebih mensupport saranna KIM. Contohnya penyediaan kamera, jaringan IT dan lainnya yang dibbutuhkan KIM,”tukas Karman.

Tahun 2019, pihaknya berencana memberikan pelatihan kepada KIM dengan tema yang cukup menarik tenatng bisnis online. Bagaimana KIM di desa bisa memasarkan produk lokal mereka melalui bisnis online. (Suara NTB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here