Home eKONOMI Kredit Sahabat dan Kontribusinya bagi Penurunan Tingkat Kemiskinan Di Kabupaten Sumbawa

Kredit Sahabat dan Kontribusinya bagi Penurunan Tingkat Kemiskinan Di Kabupaten Sumbawa

51
0
SHARE
????????????????????????????????????

Sumbawa Besar, RumahInformasiSamawa.com – Kemiskinan sebagai indikator kesejahteraan rakyat menjadi potret interpretatif atas kinerja outcome pelaksanaan pembangunan. Kemiskinan menjadi pusat perhatian strategis yang harus dituntaskan.

Untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan, harus didukung dengan ketersediaan data kemiskinan yang akurat. Pengukuran angka kemiskinan adalah berdasarkan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach), Sehingga kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut Garis Kemiskinan.

Pada periode 2014–2018, tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumbawa mengalami penurunan, baik dari sisi jumlah maupun persentase.

Jumlah penduduk miskin Kabupaten Sumbawa pada tahun 2014 tercatat sebesar 73,86 ribu orang, menurun 0,29 ribu orang pada tahun selanjutnya (yaitu 73,57 ribu pada tahun 2015).

Pada tahun 2016 penduduk miskin berkurang sebesar 1,91 ribu (menjadi 71,66 ribu pada tahun 2016). Penurunan secara konsisten terus terjadi sampai dengan tahun 2017 dan 2018. Pada tahun 2017 penduduk miskin berkurang sebesar 2,97 ribu (68,69 ribu pada tahun 2017), dan kondisi terakhir pada tahun 2018 adalah tercatat sebesar 63,77 ribu (berkurang sebanyak 4,92 ribu dibandingkan dengan tahun sebelumnya).

Tendensi penurunan angka kemiskinan selama 5 tahun terakhir ini merupakan catatan yang cukup baik bagi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Proporsi penduduk miskin Kabupaten Sumbawa juga mengalami penurunan secara terus-menerus sepanjang tahun 2014 hingga 2018. Persentase penduduk miskin di Kabupaten Sumbawa pada tahun 2014 tercatat 16,87 persen, menurun 0,14 persen poin pada tahun selanjutnya (16,73 persen pada tahun 2015). Pada tahun 2016 persentase penduduk miskin mengalami penurunan kembali sebesar 0,61 persen poin (16,12 persen
pada tahun 2016).

Penurunan terus-menerus terjadi sampai dengan tahun 2018, tahun
2017 persentase penduduk miskin menurun sebesar 0,81 persen poin (15,31 persen pada tahun 2017), dan kondisi terakhir pada tahun 2018 adalah sebesar 14,08 (mengalami penurunan sebesar 1,23 persen poin jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya). Sama halnya dengan jumlah penduduk miskin, penurunan paling tinggi terjadi pada tahun 2018.

Perkembangan garis kemiskinan Kabupaten Sumbawa terus mengalami peningkatan yang disebabkan karena harga komoditi yang terus meningkat akibat inflasi. Garis Kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin.

Bupati Sumbawa H.M. Husni Djibril, B.Sc. menyerahkan secara simbolis dana kerabat

Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), bahwa peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Tahun 2014 garis kemiskinan Kabupaten Sumbawa tercatat 268.326 rupiah per kapita per bulan dan kemudian meningkat sebesar 3.948 rupiah pada tahun 2015 menjadi 272.274 rupiah per kapita per bulan.

Selanjutnya pada tahun 2016, garis kemiskinan meningkat cukup tinggi sebesar 24.040 rupiah per kapita per bulan (dari 272.274 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2015 menjadi 296.914 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2016).

Pada tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 3.720 rupiah, dan pada tahun 2018 meningkat sebesar 19.974 rupiah (dari 300.643 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2017 menjadi 320.617 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2018). Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin.

Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masin-gmasing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Sedangkan indeks keparahan kemiskinan memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin.

Ditinjau dari indeks kedalaman kemiskinan, nilai indeks kedalaman kemiskinan Kabupaten Sumbawa sepanjang tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 tampak cukup berfluktuatif. Pada tahun 2014 indeks kedalaman kemiskinan tercatat 2,90. Pada tahun 2015 mengalami penurunan menjadi 2,70 dan mengalami kenaikan pada tahun 2016 menjadi 3,12.

Tahun 2017 mengalami penurunan kembali menjadi 3,24 dan pada tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 3,05. Selain indeks kedalaman kemiskinan yang mengalami naik turun selama 5 tahun terakhir, indeks keparahan kemiskinan Kabupaten Sumbawa juga terlihat naik turun.
Selama 5 tahun terakhir, pola indeks keparahan kemiskinan sama dengan indeks kedalaman kemiskinan Pada tahun 2014 indeks keparahan kemiskinan tercatat 0,76.

Pada tahun 2015 mengalami penurunan menjadi 0,63 dan mengalami kenaikan pada tahun 2016 menjadi 0,84. Tahun 2017 mengalami penurunan kembali menjadi 0,63 dan pada tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 0,86.

Kejadian gempa bumi pada tahun 2018, diasumsikan turut memberikan andil terhadap peningkatan indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan di Kabupaten Sumbawa.

Untuk mengentaskan kemiskinan melalui program Desa Bebas Rentenir, Bupati Sumbawa dari tahun 2017-2019 menggelontorkan sebanyak 25 milyar rupiah, dalam bentuk Krabat (Kredit Sahabat).

Selain itu juga, bahwa Kredit Sahabat pada dasarnya dilandasi keprihatinan terhadap masih tingginya jumlah petani, peternak, nelayan dan pedagang miskin, minimnya sumberdaya terutama modal kerja berimplikasi pada sulitnya kelompok ini memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraannya, bagian bagi janji politik Bupati/Wakil Bupati untuk mengeluarkan kebijakan yang pro wong cilik; serta telah dituangkan dalam dokumen RPJMD sebagai salah satu indikator Kinerja Daerah  yang diemban pencapaiannya oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD).

Kredit Sahabat (Krabat) menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Kredit ini dihajadkan kepada para petani miskin yang tersebar di seluruh pelosok pedesaan yang ada di Kabupaten Sumbawa. Kredit Sahabat dihadirkan untuk menjadi salah satu solusi dari ikhtiar semua, untuk menuntaskan kemiskinan dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Tana Samawa. 

Selain itu juga Kredit Sahabat bertujuan untuk memberdayakan BUMDes sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan, memperkuat kapasitas Pemerintah Desa menuju kemandirian ekonomi serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Sampai dengan tahun 2019, dari 59.727 jumlah masyarakat miskin Kabupaten Sumbawa sesuai Data BDT TNP2K, yang telah merasakan program ini adalah 14.774 KK Petani miskin atau sekitar 24,90% yang tersebar di 23 Kecamatan dan 126 Desa. dengan rata – rata realisasi setiap berkisar antara Rp. 170.000.000 sampai dengan Rp. 240.000.000. Kredit Sahabat juga diasumsikan memberikan konstribusi bagi penurunan tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumbawa.

Adapun tingkat pengembalian rata – rata mencapai 50% sampai dengan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa melalui pemberian dana kredit sahabat ini petani miskin cukup terbantu dan tingkat kepatuhan terhadap pengembalian kredit sahabat ini cukup baik, sehingga kedepan melalui program desa bebas rentenir dengan kredit sahabat ini dapat berkelanjutan dan menjadi dana abadi di badan milik usaha milik desa untuk terus dikelola demi kebutuhan petani miskin dalam meningkatkan produktivitas pertaniannya. (Ra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here