Home Berita Perkuat Daya Saing Kerajinan Sumbawa, Dekranasda Gandeng BRIDA NTB Dorong Riset dan...

Perkuat Daya Saing Kerajinan Sumbawa, Dekranasda Gandeng BRIDA NTB Dorong Riset dan Inovasi

5
0
SHARE

MATARAM, rumahinformasisamawa.com/23-10-26 – Upaya mengembangkan potensi kerajinan lokal terus dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa. Salah satunya melalui konsultasi pengembangan pewarna alam untuk kain tenun khas Sumbawa serta inovasi pemanfaatan limbah kulit jagung menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE, mengunjungi Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (23/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Baperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si., beserta jajaran.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menjajaki pengembangan kerajinan berbasis potensi lokal melalui dukungan riset, inovasi, dan penerapan teknologi tepat guna. Fokus pembahasan mencakup pengembangan pewarna alami untuk kain tenun khas Sumbawa serta pengolahan limbah kulit jagung menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah.

Pewarna Alam untuk Memperkuat Identitas Tenun Sumbawa

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa menekankan pentingnya pengembangan pewarna alam sebagai salah satu upaya menjaga kualitas sekaligus memperkuat karakter kain tenun khas Sumbawa. Penggunaan pewarna alami dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menghadirkan ciri khas tersendiri pada produk tenun lokal.

Selain itu, pengembangan teknik pewarnaan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan kualitas, nilai estetika, dan daya saing produk perajin di pasar yang lebih luas.Pewarna alam juga membuka peluang bagi para perajin untuk mengeksplorasi warna-warna khas yang bersumber dari kekayaan alam daerah. Namun, pengembangannya perlu didukung riset dan pengujian agar menghasilkan warna yang konsisten, tahan lama, serta sesuai dengan kebutuhan produksi.

Melalui dukungan riset tersebut, kain tenun khas Sumbawa diharapkan tidak hanya mempertahankan nilai budaya dan tradisi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Limbah Kulit Jagung Berpotensi Menjadi Produk Kerajinan Bernilai Jual

Selain pengembangan pewarna alam, konsultasi juga membahas pemanfaatan kulit jagung yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah pertanian. Padahal, dengan sentuhan kreativitas, inovasi, dan pengolahan yang tepat, kulit jagung berpotensi diubah menjadi beragam produk kerajinan, mulai dari tas, aksesori, hiasan dekoratif hingga berbagai produk kreatif lainnya.

Pemanfaatan bahan tersebut tidak hanya menjadi alternatif dalam mengembangkan desain kerajinan, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Pengembangan kerajinan berbahan kulit jagung diharapkan dapat mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, inovasi ini juga dapat mendukung pemanfaatan bahan secara lebih optimal, sehingga limbah pertanian yang sebelumnya kurang bernilai dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

BRIDA NTB Diharapkan Perkuat Dukungan Riset dan Inovasi

Melalui konsultasi tersebut, Dekranasda Kabupaten Sumbawa berharap memperoleh masukan teknis, pendampingan, serta dukungan berbasis riset dari BRIDA NTB untuk mengembangkan kedua potensi kerajinan tersebut secara terarah dan berkelanjutan.

Dukungan riset diharapkan dapat membantu mengidentifikasi bahan pewarna alami yang potensial, menyempurnakan teknik pengolahan, serta meningkatkan kualitas produk kerajinan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Sementara itu, pada pengembangan kerajinan kulit jagung, penerapan inovasi dan teknologi tepat guna diharapkan dapat menghasilkan produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kualitas, ketahanan, dan nilai jual yang kompetitif.

Kepala BRIDA NTB menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan potensi kerajinan daerah melalui kajian, riset, dan inovasi yang aplikatif. Dukungan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas perajin dalam mengolah bahan baku lokal, mengembangkan teknik produksi, serta menciptakan produk kreatif yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pasar.

Sinergi Riset, Budaya, dan Ekonomi Kreatif

Kolaborasi antara Dekranasda Kabupaten Sumbawa dan BRIDA NTB menjadi langkah penting dalam menghubungkan pelestarian budaya dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, potensi lokal diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki karakter kuat, nilai tambah ekonomi, dan daya saing yang lebih luas.

Pengembangan pewarna alam untuk kain tenun khas Sumbawa dan pemanfaatan limbah kulit jagung juga membuka peluang bagi perajin untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan kekayaan sumber daya serta kearifan lokal daerah.

Dengan dukungan riset dan inovasi yang tepat, kain tenun khas Sumbawa diharapkan semakin kuat sebagai identitas budaya daerah, sementara kerajinan berbahan kulit jagung dapat tumbuh menjadi peluang usaha kreatif baru yang mampu meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal dan kesejahteraan para perajin di Kabupaten Sumbawa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here