Pada tahun pertama pemerintahan, sejumlah progres nyata telah dicapai
Sumbawa, rumahinformasisamawa.com/2026 — Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sumbawa terus mempercepat transformasi ekonomi daerah melalui realisasi Program Unggulan 05 Jarot–Ansori, yakni industrialisasi produk unggulan daerah serta peningkatan investasi strategis.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot bersama Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori untuk mendorong hilirisasi sektor pertanian, perikanan, dan sumber daya lokal agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Pada tahun pertama pemerintahan, sejumlah progres nyata telah dicapai, antara lain:
Hilirisasi Ayam Terintegrasi
Pemerintah daerah telah memfasilitasi investasi hilirisasi ayam terintegrasi di Kawasan Serading dengan nilai investasi sekitar Rp1,3 triliun, yang telah memasuki tahap awal pembangunan (groundbreaking). Proyek ini diharapkan memperkuat rantai produksi peternakan dari hulu hingga hilir serta membuka peluang lapangan kerja baru.
Pengembangan Kawasan Industri Garam
Selain sektor peternakan, pemerintah juga mendorong pengembangan industri garam melalui konsolidasi lahan sekitar 10.000 hektare di wilayah Plampang–Empang. Potensi investasi pada sektor ini diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun, yang akan memperkuat posisi daerah sebagai sentra produksi garam nasional.
Penyiapan Proyek Strategis Nasional Akuakultur Udang
Pemerintah daerah juga mengusulkan pengembangan akuakultur udang di wilayah Moyo Utara sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), dengan nilai potensi investasi sekitar Rp2,1 triliun. Program ini diharapkan menjadi pengungkit ekonomi baru sekaligus meningkatkan daya saing sektor perikanan daerah.
Penguatan Sinergi Pemerintah dan Swasta
Berbagai inisiatif investasi tersebut dilaksanakan melalui konsolidasi aktif antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi NTB, serta mitra swasta strategis, guna memastikan kepastian regulasi, dukungan infrastruktur, serta keberlanjutan investasi.
Ulasan Kebijakan: Transformasi Ekonomi dari Produksi ke Nilai Tambah
Realisasi Program Unggulan 05 menunjukkan bahwa arah pembangunan Kabupaten Sumbawa tidak lagi hanya berfokus pada produksi komoditas primer, tetapi mulai bertransformasi menuju ekonomi berbasis nilai tambah melalui industrialisasi.
Langkah ini penting karena selama ini sebagian besar komoditas daerah dijual dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai ekonomi yang dinikmati masyarakat relatif terbatas. Melalui hilirisasi dan industrialisasi, manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan lebih luas, antara lain melalui:
- Penciptaan lapangan kerja baru
- Tumbuhnya industri pengolahan lokal
- Meningkatnya pendapatan petani, peternak, dan nelayan
- Bertambahnya sumber Pendapatan Asli Daerah
Dari perspektif tata kelola anggaran, kebijakan ini juga mencerminkan strategi pembangunan yang tidak semata mengandalkan belanja APBD, tetapi mengoptimalkan peran investasi swasta sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan demikian, APBD dapat difokuskan pada penyediaan infrastruktur dasar, regulasi, serta fasilitasi investasi.
Upaya ini menjadi indikator bahwa pada tahun pertama kepemimpinan Jarot–Ansori, pemerintah daerah telah meletakkan fondasi transformasi ekonomi jangka panjang yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (KH74)








