Home Berita JAMBORE KADER KONSERVASI AJANG SILATURRAHMI DAN PENDALAMAN MAKNA KONSERVASI

JAMBORE KADER KONSERVASI AJANG SILATURRAHMI DAN PENDALAMAN MAKNA KONSERVASI

28
0
SHARE

Sumbawa Besar – sesuai dengan semangat pelaksanaan kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) maka HKAN pun melibatkan kegiatan-kegiatan yang salah satunya  melibatkan generasi muda termasuk didalamnya para kader konservasi.

Menurut keterangan Kepala SKW II Sumbawa pada kesempatan berbeda, peringatan HKAN tahun 2017 ini selain digelar kegiatan Jambore Kader Konservasi juga digelar kegiatan lainnya seperti kegiatan FK3I (Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia), lomba mewarnai, susur sungai dan clean up.

Sementara untuk kegiatan Jambore Konservasi dirangkai dengan Jelajah Alam Pulau Moyo dan kegiatan ini sendiri merupakan  bagian dari event festival Pesona Moyo 2017 yang diikuti oleh perwakilan dari OPD lingkup Pemkab. Sumbawa, kader konservasi, anggota pramuka kwartir cabang Sumbawa dan anggota mapala.

Kegiatan yang dipusatkan di Tanjung Pasir Pulau Moyo dibuka resmi oleh Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs. H. Didi Darsani, A. Pt pada Kamis pagi (14/9/2017).

Dalam sambutan tertulisnya Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa Jambore Kader Konservasi dan Jelajah Alam Pulau Moyo 2017 yang merupakan bagian dari event festival Pesona Moyo 2017, juga menjadi agenda pariwisata dengan pendekatan lingkungan yang berorientasi pada upaya mengatasi indikasi alam, dengan kecenderungan pemanasan global, kenaikan suhu bumi yang berbahaya bagi sistem penopang kehidupan manusia. Untuk itulah event jambore kader konservasi merupakan momentum untuk membangun keteladanan dan aksi nyata memasyarakatkan konservasi alam sebagai sikap hidup dan budaya kepada masyarakat kita.

”Oleh karena itu, kegiatan ini harus dimaknai sebagai momentum kilas-balik apakah cara pandang dan cara hidup kita sudah selaras dengan konservasi alam, dan apakah kita sudah menjadikannya sebagai bagian dari keseharian kita,” lanjut Bupati. Pemaknaan ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk melahirkan kader-kader konservasi yang memperlakukan alam sebagaimana memperlakukan diri sendiri, karena sesungguhnya konservasi itu adalah untuk merawat kehidupan.

Selanjutnya kepada para peserta jambore kader konservasi, Bupati berharap jambore ini dapat menjadi ajang berbagi ilmu dan pengalaman serta pendalaman makna konservasi sehingga nantinya dapat menjadi tambahan bekal bagi para peserta dalam melakukan aksi nyata konservasi alam di tempat tinggal dan lingkungan masing-masing serta dapat menjadi pendorong semangat dan aspirasi. (KH74)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here