Home Berita Geliat BUMDes Desa Dalam Kecamatan Alas Membangun Desa

Geliat BUMDes Desa Dalam Kecamatan Alas Membangun Desa

36
0
SHARE

Sumbawa, RumahInformasiSamawa.com – Dalam era otonomi saat ini kebijakan yang diambil harus banyak mendukung desa untuk lebih
memperhatikan nilai-nilai yang berguna untuk mencapai kesejahteraan
masyarakat serta menciptakan kemandirian desa guna meningkatkan pendapatan Asli dan peningkatan kehidupan yang lebih baik dalam bidang ekonomi,sosial maupun politik, hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 bahwa desa disarankan untuk memiliki suatu badan usaha yang berguna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,terutama kebutuhan pokok dan tersedianya sumberdaya desa yang belum dimanfaatkan dan tersedianya sumberdaya manusia yang mampu
mengelola badan usaha sebagai asset penggerak perekonomian masyarakat.

Berlakunya Undang-Undang Desa menginspirasi banyak desa untuk mencari dan menggali serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia didesanya untuk digunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat desa, salah satu yang mulai ramai di bangun adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setelah selama empat tahun pertama Dana Desa yang digulirkan pemerintah di pergunakan untuk membangun infrastruktur seperti jalan, jembatan dan memenuhi kebutuhan sosial kesehatan masyarakat luas. Pengembangan Bumdes tersebut menjadi salah satu program strategis pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Pengurus BUMDes Dalam Alas terus berinovasi untuk menjadikan BUMDes maju dan memberi arti bagi desa

Salah satu desa di wilayah barat Kabupaten Sumbawa, yakni Desa Dalam Kecamatan Alas, menurut salah satu pembina BumDes, bahwa Pemerintah Desa Dalam mulai fokus dalam pengembangan BUMDes sebagai salah satu sumber PADes dan sarana untuk membangun desa.

Desa Dalam sendiri dengan posisinya yang cukup strategis karena terletak ditengah pusat perekonomian Kecamatan Alas bahkan bersebelahan langsung dengan pasar utama Kecamatan Alas, tentu memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan dimasa yang akan datang.

Saat ini BUMDes Dalam Alas sendiri telah mengembangkan beberapa bidang kegiatan usaha diantaranya simpan pinjam dan perdagangan. Pemerintah Desa Dalam Alas juga memiliki komitmenyang kuat dalam pengembangan BUMDes ini, hal ini dapat dilihat dari adanya pengalokasian dana desa untuk modal usaha BUMDes serta aktifnya pemerintah desa dalam membantu pengurus BUMDes menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Sejak Januari 2021, sebagaimana kami kutip melalui laman FB Syarif Musta’an, salah satu fasilitator BUMDes Kabupaten Sumbawa, BUMDes Desa Dalam Alas mulai melirik dan mengembangkan bidang usaha baru yaitu melakukan kegiatan dengan memfasiltasi pedagang sayur / usaha mikro yang berada di luar area pasar Alas. Ada beberapa bentuk fasilitasi yang dilakukan diantaranya bekerjasama dengan pemerintah desa memberukan akses tempat berjualan bagi pedagang sayur/usaha mikro yang tidak mendapatkan akses tempat didalam pasar Alas.

Pedagang sayur/usaha mikro yang telah difasilitasi oleh BUMDes Dalam Alas dan Pemerintah Desa Dalam Alas

Melalui Musdes bersama Pemdes, BPD dan LPM serta para pedagang disepakati pemberian akses tempat berjualan dan ditarik retribusi yang pengelolaannya dilakukan oleh BUMDes. selain memberikan akses tempat berjualan BUMDes juga memberikan akses permodalan bagi para pedagang.

Setelah tiga bulan berjalan, hasilnya sungguh sangat signifikan, rata-rata bisa membukukan pendapat sampai 600 ribu rupiah perharinya. sehingga sejak pembukaan usaha baru ini BUMDes Desa Dalam Alas mampu menggaji 6 orang karyawan dan mengalokasikan PADes sebesar 5 juta rupiah setiap bulannya.

Masih menurut fasilitator BUMDes Kabupaten, BUMDes Desa Dalam Alas akan semakin berkembang dan dapat berkiprah maksimal dalam pembangunan desa jika NTB (Next Think Better) melakukan hal-hal seperti Menata pedagang di area yg masih terkesan “semrawut” sepanjang jalan sekitar pasar, Memperbaiki Performa kelembagaan BumDes, sarana prasarana pendukung, pengadministrasian dan kantor yang “terpisah” dari tatakeloa PemDes., Motor tiga roda, alat pembersihan, yg juga akan menjadi sumber pendapatan, Penambahan jenis usaha baru dengan mengelola destinasi wisata, serta terus meningkatkan koordinasi baik dengan pemerintah desa selaku pemilik maupun dengan pemerintah kecamatan bahkan koordinasi ini harus dijalin dengan pemerintah kabupaten, kbahkan pemerintah pusat. So, tidak ada pilihan lain kalau ingin BUMDes berkembang maka dukungan semua pihak adalah kunci utama, (KH74)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here