Home Berita Dari Janji Politik Menjadi Aksi Nyata: Program Tenaga Kerja Unggul Jarot–Ansori Terus...

Dari Janji Politik Menjadi Aksi Nyata: Program Tenaga Kerja Unggul Jarot–Ansori Terus Berlanjut di Tahun Kedua Pemerintahan

14
0
SHARE

Memasuki tahun kedua pemerintahan, program tersebut tidak berhenti sebagai janji kampanye, tetapi terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi tenaga kerja, penguatan Balai Latihan Kerja (BLK), serta kerja sama dengan dunia usaha dan industri

Sumbawa, rumahinformasisamawa.com/ Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus membuktikan komitmennya dalam merealisasikan janji politik kepada masyarakat. Salah satu program yang secara konsisten dijalankan sejak awal pemerintahan Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori adalah Program Unggulan Nomor 4, Menciptakan Tenaga Kerja Unggul dan Mandiri.

Memasuki tahun kedua pemerintahan, program tersebut tidak berhenti sebagai janji kampanye, tetapi terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi tenaga kerja, penguatan Balai Latihan Kerja (BLK), serta kerja sama dengan dunia usaha dan industri.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa meyakini bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan menghadapi dunia kerja. Karena itu, peningkatan kompetensi masyarakat menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Pada tahun pertama pelaksanaan program (2025), Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengalokasikan dukungan APBD sebesar sekitar Rp2,08 miliar sebagai investasi awal untuk memperkuat sistem pelatihan tenaga kerja di Kabupaten Sumbawa. Anggaran tersebut digunakan untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi, meningkatkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK), serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak.

Hasilnya, sebanyak 122 tenaga kerja berhasil memperoleh sertifikat kompetensi setelah mengikuti pelatihan di berbagai bidang keahlian. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menjalin kerja sama dengan PT Amman Mineral dalam program revitalisasi BLK sehingga kualitas pelatihan semakin sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Program pelatihan mencakup enam bidang kompetensi utama, yaitu barista, operator alat berat, tata boga, desain grafis, pengelasan (Las 6G), dan instalasi listrik. Pemerintah juga memfasilitasi program magang bagi lulusan SMK agar memperoleh pengalaman kerja langsung sebelum memasuki dunia usaha dan industri.

Memasuki tahun 2026, komitmen tersebut tetap dilanjutkan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,9 miliar melalui APBD untuk memastikan pelaksanaan Program Unggulan Nomor 4 tetap berjalan.

Melalui dukungan APBD tersebut, pemerintah kembali membuka pelatihan pada tujuh jurusan dengan total 112 peserta, ditambah dukungan APBN untuk lima jurusan dengan 80 peserta, serta 20 peserta pelatihan teknisi alat berat melalui kerja sama dengan PT Amman Mineral dan UT School.

Dengan demikian, meskipun besaran anggaran APBD tahun 2026 lebih kecil dibanding tahun sebelumnya, cakupan program tetap dipertahankan melalui sinergi pendanaan dari APBD, APBN, serta kolaborasi bersama sektor swasta.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan masyarakat pada masa mendatang.

“Kami ingin masyarakat Sumbawa memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Ketika investasi masuk ke daerah, masyarakat kita harus menjadi pelaku utama, bukan hanya menjadi penonton. Karena itu peningkatan kualitas SDM akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah,” tegas Bupati.


Program Berlanjut, Bukti Janji Politik Tidak Berhenti di Tahun Pertama

Pelaksanaan Program Unggulan Nomor 4 menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak hanya fokus membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kualitas manusianya.

Data memperlihatkan bahwa tahun 2025 menjadi fase pembangunan fondasi program, ditandai dengan alokasi APBD sekitar Rp2,08 miliar untuk memperkuat sistem pelatihan, meningkatkan fasilitas BLK, menghasilkan 122 tenaga kerja bersertifikat, serta membangun kemitraan dengan dunia industri.

Sementara itu, tahun 2026 merupakan fase keberlanjutan program. Meskipun anggaran APBD menjadi sekitar Rp1,9 miliar, pelaksanaan program tetap berjalan dengan cakupan yang luas melalui sinergi pendanaan APBD, APBN, dan kerja sama dengan sektor swasta. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh efektivitas pengelolaan serta kemampuan pemerintah membangun kolaborasi.

Strategi tersebut sekaligus menggambarkan upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mengoptimalkan setiap rupiah anggaran daerah tanpa mengurangi manfaat yang diterima masyarakat.

Program ini juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja lokal menghadapi berbagai investasi strategis yang sedang diperjuangkan pemerintah daerah, mulai dari sektor hilirisasi peternakan, pertanian modern, industri pengolahan, hingga pariwisata. Dengan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi, peluang masyarakat Sumbawa untuk mengisi lapangan kerja baru akan semakin besar.

Ke depan, tantangan yang masih harus dijawab adalah memperluas jumlah peserta pelatihan agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi. Pemerintah juga perlu terus menambah jenis pelatihan sesuai perkembangan teknologi, memperkuat program magang, serta memperluas kemitraan dengan dunia usaha agar lulusan pelatihan dapat terserap lebih optimal.

Namun demikian, jika dibandingkan antara tahun 2025 dan 2026, satu hal yang terlihat jelas adalah Program Unggulan Nomor 4 tidak berhenti setelah tahun pertama pemerintahan. Program ini terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bentuk komitmen Bupati Jarot dan Wakil Bupati Ansori dalam memenuhi janji politik kepada masyarakat, yaitu menciptakan tenaga kerja Sumbawa yang lebih unggul, lebih mandiri, dan lebih siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. (KH74)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here