Wabup Ansori meminta seluruh perangkat daerah dan dinas terkait agar segera mengambil langkah konkret untuk membantu para korban. Penanganan diminta tidak berlarut-larut, terutama dalam memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak dan memastikan warga yang kehilangan rumah mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak
SUMBAWA, rumahinformasisamawa.com/3-11-26 – Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menangani musibah kebakaran yang menimpa warga Desa Orong Bawa, Kecamatan Utan. Hanya sekitar empat jam setelah kejadian, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, turun langsung meninjau lokasi kebakaran, Selasa (3/11/2026), untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan penanganan terhadap para korban segera dilakukan.
Kehadiran Wakil Bupati di lokasi bencana menjadi wujud kepedulian sekaligus keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit. Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran, kehadiran pemerintah bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga harapan bahwa mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup Ansori meminta seluruh perangkat daerah dan dinas terkait agar segera mengambil langkah konkret untuk membantu para korban. Penanganan diminta tidak berlarut-larut, terutama dalam memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak dan memastikan warga yang kehilangan rumah mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak.
Wabup juga menekankan pentingnya koordinasi antardinas agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan korban, tepat sasaran, dan dapat diterima secepat mungkin. Kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian utama selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.
Menurutnya, dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi hal yang sangat penting. Pemerintah daerah harus hadir, bergerak bersama, dan memastikan masyarakat yang tertimpa musibah mendapatkan perhatian serta bantuan yang dibutuhkan.
Peninjauan langsung ini sekaligus menjadi bentuk pengawalan pimpinan daerah terhadap proses penanganan bencana di lapangan. Dengan melihat kondisi secara langsung, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan riil masyarakat dan mengarahkan perangkat daerah terkait untuk mengambil langkah sesuai tugas dan kewenangannya.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus mengoordinasikan upaya penanganan dan pemulihan bagi warga terdampak. Tidak hanya pada respons awal pascakejadian, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat menjadi perhatian selama proses pemulihan berlangsung.
Musibah kebakaran yang terjadi di Desa Orong Bawa menjadi pengingat bahwa kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan, terutama ketika masyarakat berada dalam kondisi paling rentan.
Bagi Pemkab Sumbawa, kecepatan merespons musibah dan kesungguhan membantu masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan pemerintah. Sebab, pemerintah harus hadir bukan hanya ketika pembangunan berjalan, tetapi juga ketika warganya membutuhkan pertolongan. (KH74)








