Home Peristiwa Rahmat-Mu Ya Rabb Yang Telah Lama Kami Nanti

Rahmat-Mu Ya Rabb Yang Telah Lama Kami Nanti

107
0
SHARE

Sumbawa, RumahInformasiSamawa.comAlhamdulillah….. senin malam diantara magrib dan isyah tanggal 4/11/2018, Allah SWT mencurahkan rahmatnya dalam bentuk butiran-butiran  hujan yang turun membasahi bumi tanah samawa ini setelah sekian lama teriknya mentari menyinari hari-hari yang dilewati. Turunnya hujan ini bertepatan dengan awal dimulainya hari untuk beraktifitas setelah selama 2 hari, hiruk pikuk dunia perkantoran mengistirahatkan dirinya dan semoga ini menjadi awal yang baik untuk memulai hari yang baru dengan semangat baru dan harapan-harapan baru bagi masyarakat tanah samawa.

Panasnya cuaca beberapa hari terakhir ini bagai tersapu dengan datangnya hujan pertama dan seolah melupakan sejenak lamanya musim kemarau yang dialami yang mengakibatkan banyak wilayah terutama yang ada didataran tinggi mengalami kekeringan dan sumber-sumber air yang digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-haripun mulai menyusut. Musim kemarau yang terjadi ditahun ini memang telah diprediksi oleh BMKG, sebagaimana yang disampaikan oleh kepala BMKG pada jumpa pers tanggal 15 Maret 2018 bahwa musim kemarau untuk wilayah NTT, NTB dan Bali terjadi mulai awal bulan April atau Juni sedangkan puncak musim kemarau akan berlangsung pada bulan Agustus dan September 2018.

Dengan turunnya hujan ini juga minimal desa-desa yang mengalami kesulitan air bersih sebagaimana yang pernah disampaikan oleh pihak BPBD Sumbawa tanggal 26 April 2018 (suara NTB) bahwa “terdapat 26 desa dari 12 kecamatan yang terjadi kekeringan”. dapat teratasi dan sumur-sumur wargapun mulai terisi air.

Hujan yang turun ini juga tentunya merupakan bukti kasih sayang Allah SWT kepada hambanya karena hujan yang menyirami bumi ini akan memberikan manfaat untuk seluruh mahluk-NYA, menumbuhkan kembali tanaman yang ada dan pastinya menghadirkan cuaca yang lebih sejuk dan bersahabat. Sebagaimana firman Allah dalam Al’quran surat AN-Nahl ayat 10-11 sebagai berikut :

Dia-lah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya menyuburkan tumbuh-tumbuhan, yang (pada tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. (QS. 16:10) Dia menumbuhkan bagimu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. 16:11)”.

Dan sesungguhnya hujan yang turun dimuka bumi ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk memanjatkan doa sebagaimana yang diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d, berkata bahwa beliau Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda (1)“Dua do’a yang tidak akan ditolak pertama do’a ketika adzan dan do’a ketika turunnya hujan.” Bagi petani sendiri turunnya hujan merupakan kabar gembira karena hujan akan mengisi waduk-waduk yang selama ini airnya menyusut drastis. Ketersedian air menjadi faktor penting dalam budidaya tanaman termasuk padi sehingga dengan turunnya hujan memberikan kesempatan bagi petani untuk segera mempersiapkan lahannya untuk ditanami tanaman.

Hujan yang pertama ini setelah sekian lama menghilang juga memunculkan aroma yang khas ditanah yang kering dan dalam bahasa ilmiahnya biasa disebut petrikhor. Selain itu hujan juga membersihkan udara yang kotor sehingga terasa lebih bersih dan segar paling tidak mengurangi banyaknya debu yang berterbangan disiang hari.

Maka hujan pertama diminggu pertama bulan Nopember 2018 ini semoga mendatangkan manfaat bagi kita semua sebagaimana doa yang dipanjatkan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ketika turun hujan “Allahumma shoyyiban naafi’aa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].”…..aminnnn…..

Wasalam……(indra).

(1). HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ no. 3078.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here