Bupati Sumbawa H. Jarot menegaskan bahwa pembangunan sektor air merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan masa depan Kabupaten Sumbawa sebagai daerah agraris.
Sumbawa, rumahinformasisamawa.com/J uni 2026 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori dalam mewujudkan ketahanan air dan mendukung sektor pertanian terus menunjukkan perkembangan positif.
Salah satu indikator yang dapat dilihat adalah realisasi Program Unggulan Nomor 1 Jarot–Ansori, yaitu pembangunan penampungan air hujan, cek dam, sumur bor, dan berbagai infrastruktur pengairan sebagai sumber irigasi pertanian.
Jika pada tahun pertama pelaksanaan program (2025) nilai realisasi pembangunan tercatat sekitar Rp16,81 miliar, maka hingga pertengahan tahun 2026 total investasi yang berhasil dihimpun dan direalisasikan telah meningkat menjadi sekitar Rp119,55 miliar. Angka tersebut menunjukkan adanya penambahan investasi pembangunan infrastruktur air lebih dari Rp102 miliar dibanding capaian awal program.
Peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa program unggulan yang dicanangkan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi terus berkembang melalui dukungan APBD Kabupaten, APBD Provinsi, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), hingga dukungan APBN dari pemerintah pusat.
Dari Puluhan Infrastruktur Menjadi Program Berskala Besar
Pada tahun 2025, Program Unggulan Nomor 1 telah menghasilkan berbagai pembangunan infrastruktur air yang langsung menyentuh kebutuhan petani, antara lain:
- 148 unit sumur bor dan sumur dangkal;
- 3.875 meter jaringan perpipaan;
- 24 unit check dam dan kantong air;
- 12 unit dam parit/check dam;
- 27 unit irigasi usaha tani;
- 37 unit mesin pompa air.
Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan melalui sinergi antara Dinas Pertanian dan Dinas PUPR dengan total anggaran Rp16,81 miliar.
Memasuki tahun 2026, cakupan program berkembang jauh lebih besar. Selain melanjutkan pembangunan sarana pengairan skala petani, pemerintah juga berhasil menghadirkan sejumlah proyek strategis yang didukung pemerintah pusat, antara lain:
- Rehabilitasi jaringan irigasi usaha tani;
- Pembangunan dan rehabilitasi jalan usaha tani;
- Rehabilitasi jaringan irigasi utama;
- Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di 11 lokasi;
- Pembangunan Embung Desa Pusang Moyo Hulu;
- Peningkatan jaringan irigasi strategis;
- Pembangunan dan rehabilitasi embung pertanian.
Total nilai program yang berjalan hingga Juni 2026 mencapai sekitar Rp119,55 miliar.
Air Menjadi Fondasi Pembangunan Pertanian
Bupati Sumbawa H. Jarot menegaskan bahwa pembangunan sektor air merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan masa depan Kabupaten Sumbawa sebagai daerah agraris.
Menurutnya, tantangan terbesar pertanian saat ini bukan hanya produksi, tetapi bagaimana memastikan ketersediaan air tetap terjaga di tengah perubahan iklim dan semakin tingginya kebutuhan masyarakat.
Karena itu, pembangunan embung, cek dam, sumur bor, jaringan irigasi, dan sarana pengairan lainnya menjadi prioritas dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
“Petani tidak boleh hanya bergantung pada musim hujan. Kita ingin air tersedia sepanjang tahun sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat,” demikian semangat yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui program tersebut.
Ulasan: Dari Janji Kampanye Menjadi Program yang Terus Berkembang
Jika dibandingkan antara capaian tahun 2025 dan perkembangan hingga pertengahan 2026, terlihat bahwa Program Unggulan Nomor 1 tidak berjalan stagnan.
Tahun 2025 menjadi fase awal pembangunan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan petani melalui sumur bor, pompa air, irigasi usaha tani, dan check dam.
Sementara pada tahun 2026, skala program meningkat secara signifikan dengan masuknya berbagai proyek strategis yang nilainya jauh lebih besar dan menjangkau wilayah yang lebih luas.
Peningkatan dari Rp16,81 miliar menjadi Rp119,55 miliar menunjukkan adanya kemampuan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam:
- Mengintegrasikan program lintas OPD;
- Menarik dukungan pemerintah pusat;
- Memperjuangkan tambahan anggaran pembangunan;
- Mengarahkan pembangunan pada sektor yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Apa Manfaatnya bagi Masyarakat?
Bagi masyarakat, khususnya petani, peningkatan realisasi program ini memiliki dampak yang sangat penting:
1. Ketersediaan Air Lebih Terjamin
Petani memiliki sumber air yang lebih stabil untuk mendukung musim tanam.
2. Produktivitas Pertanian Meningkat
Lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami sekali berpotensi ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali musim tanam.
3. Mengurangi Risiko Gagal Panen
Cadangan air yang tersedia membantu petani menghadapi musim kemarau.
4. Meningkatkan Pendapatan Petani
Produksi yang lebih stabil akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga petani.
5. Mendukung Ketahanan Pangan Daerah
Produksi pangan yang terjaga menjadi fondasi stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi daerah.
Transparansi kepada Publik
Data perkembangan Program Unggulan Nomor 1 ini menunjukkan bahwa hingga pertengahan tahun 2026, realisasi pembangunan tidak hanya berlanjut tetapi juga mengalami peningkatan yang signifikan dibanding tahun pertama pelaksanaannya.
Dari nilai realisasi sekitar Rp16,81 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp119,55 miliar pada tahun 2026, terdapat penambahan investasi pembangunan infrastruktur air sebesar lebih dari Rp102 miliar.
Peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa program unggulan Jarot–Ansori terus bergerak maju dan diperkuat dari tahun ke tahun dalam rangka mewujudkan ketahanan air, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa menuju Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera. (KH74)








