Sumbawa Besar, RumahInformasiSamawa.com – Dari tahun 2016 sampai dengan 2018, Pemkab Sumbawa terus melakukan upaya meningkatkan produksi padi dan kesejahteraan petani. Menjadi kontributor utama sebesar 39,28 persen, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terhadap PDRB Sumbawa pada Tahun 2017 atas dasar harga berlaku mencapai 4,99 triliun rupiah. Usaha Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian adalah penyumbang terbesar dalam menciptakan nilai tambah kategori tersebut, mencapai 29,46 persen dengan kecepatan tumbuh mencapai 6,87 persen.

Amran Sulaiman
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mempunyai peran yang sangat vital di Kabupaten Sumbawa. Tidak hanya mampu menyerap banyak tenaga kerja, juga memberikan andil terhadap perekonomian Kabupaten Sumbawa. Lapangan usaha ini masih menjadi tumpuan dan harapan bagi perekonomian Kabupaten Sumbawa.
Pada tahun 2018 kinerja pertanian mengalami peningkatan dibanding tahun 2017, yang ditandai oleh meningkatnya produksi dan produktivitas komoditi pertanian penting sebagai komoditi unggulan Kabupaten Sumbawa. Produksi padi rata-rata meningkat 9% per tahun dengan NTP (Nilai Tambah Petani) sebesar 110. Kabupaten Sumbawa menjadi daerah penghasil utama jagung di NTB yang memberikan kontribusi 40% bagi produksi jagung di NTB.
Kabupaten Sumbawa secara terus menerus menyelaraskan strategi dan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki untuk meningkatkan luas penanaman, produksi dan produktivitas tanaman jagung ini.
Dalam 5 (lima) tahun terakhir telah terjadi peningkatan areal tanam yang signifikan dari 35.462 Ha pada tahun 2012 menjadi 77.151 Ha pada tahun 2016. Demikan juga dengan produksi per hektar, meningkat dari 192.391 ton pada tahun 2012 menjadi 476.240 ton pada tahun 2016. Sedangkan pada tahun 2017 (periode oktober 2016 – September 2017) Realisasi Tanam Jagung sebesar 93.203 Ha.
Produksi Komoditas Pertanian Kabupaten Sumbawa Tahun 2018
| No | Komoditas | Produksi | Luas Panen | Produktivitas |
| 1 | Padi | 487.176 | 90.711 | 52,92 |
| 2 | Jagung | 683.341 | 113.913 | 59,21 |
| 3 | Kedelai | 20.318 | 15.297 | 13,32 |
| 4 | Kacang Hijau | 6.969 | 5.782 | 10,80 |
| 5 | Kacang Tanah | 1.956 | 1.315 | 15,89 |
Sumber: Dinas Pertanian Kab. Sumbawa, 2019
Berbagai program diluncurkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa antara lain Program Peningkatan Ketahan Pangan (pertanian/perkebunan), Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan, Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan, Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan, Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan untuk mencapai Swasembada dan Swasembada berkelanjutan, Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian, dan Program Produksi, Produktifitas dan Mutu Produk Hortikultura

Dari sisi Peternakan, Kabupaten Sumbawa telah dikenal sebagai daerah pengeksport ternak besar untuk wilayah Asia. Ternak kerbau pertama kali dieksport ke Hongkong dan Singapura sekitar tahun 1940-an. Dan sejak tahun 2006, Kabupaten Sumbawa ditetapkan sebagai Kabupaten peternakan (Deklarasi Samawa, 5 Agustus 2006). Hingga saat ini Kabupaten Sumbawa memiliki populasi ternak ruminansia (Terutama Sapi dan Kerbau) tertinggi dibandingkan dengan Kabupaten lain di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Tahun 2017 Kabupaten Sumbawa menerima penghargaan “Adi Praja Satwa Sewaka” untuk wilayah Indonesia Bagian Tengah dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI.
Pada tahun 2018, populasi ternak Kabupaten Sumbawa mengalami kontraksi dibanding tahun 2017. Populasi sapi mengalami pertumbuhan positif, sedangkan kuda dan kerbau mengalami pertumbuhan negatif.
Populasi Ternak Kabupaten Sumbawa
| NO | Uraian | TAHUN | ||
| 2016 | 2017 | 2018 | ||
| 1 | Sapi Sumbawa | 6.727 | 6.826 | 8.160 |
| 2 | Sapi Bali | 228.042 | 228.814 | 239.542 |
| 3 | Kerbau Sumbawa | 43.340 | 38.706 | 37.582 |
| 4 | Kuda Sumbawa | 30.083 | 21.697 | 20.206 |
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Sumbawa, 2019
Saat ini, Kabupaten Sumbawa sedang mengembangkan Program SUMBAWA BEEF dan Program GEMA JIPI (Gerakan Masyarakat Jagung Integtasi Sapi). Untuk mengembangkan berbagai potensi peternakan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa menjalankan berbagai Program, antara lain Program Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular ternak, Program Pengawasan obat hewan, Program Peningkatan pelayanan kesmavet, Program Peningkatan pemeriksaan hewan qurban, Surveylance, pemberantasan dan monitoring penyakit hewan, Program Pembibitan dan perawatan ternak, Program Pendistribusian bibit ternak kepada masyarakat, Program Registrasi, pengkartuan dan pengelolaan ternak, Program Pengembangan sistem dan pola kawasan, Program Penguatan dan instalasi pembibitan ternak kerbau, Program Pengembangan produksi dan pengolahan pakan ternak, Program Pengembangan kelembagaan dan pertumbuhan kelompok peternakan model, Program Promosi atas hasil produksi peternakan unggulan daerah, Program Pengawasan lalu lintas dan perdagangan ternak, Program Pengembangan agribisnis peternakan, Program Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit Ternak, Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan, dan Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan.
Produksi perikanan Kabupaten Sumbawa pada tahun 2018 sebesar 762.411,20 ton, terdiri dari produksi perikanan tangkap sebesar 57.051,20 ton dan perikanan budidaya sebesar 705.360,00 ton, atau mengalami peningkatan atau pertumbuhan sebesar 1,59 % dibandingkan produksi pada tahun 2017 sebesar 750.458,69 ton dengan produksi perikanan tangkap sebesar 55.443,80 ton dan produksi perikanan budidaya sebesar 695.014,89 ton. Produksi perikanan tangkap meningkat sebesar 2,89 % dan perikanan budidaya meningkat sebesar 1,49 %.
Produksi garam pada tahun 2018 sebesar 5.200,00 ton, meningkat sangat signifikan dibandingkan produksi tahun 2017 sebesar 1.701,00 ton. Peningkatan produksi garam mencapai 205,70 %.

Pada tahun 2018, garam rakyat hasil produksi kelompok usaha garam di Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano di Kirim ke Lampung sebanyak 1.000 ton. Garam yang dikirim ini merupakan sebuah kemajuan yang sangat luar biasa dan sangat besar bagi produksi garam rakyat di Kabupaten Sumbawa dan kedepan bersama Kimia Farma akan produksi garam untuk kesehatan.
Pertumbuhan produksi perikanan sebesar 1,59 % dari target yang ditetapkan yaitu sebesar 1,49 %, sehingga capaian indikator pertumbuhan produksi perikanan adalah 106,71%. .
Peningkatan Produksi Perikanan Tahun 2016 Sampai 2018
| No | Produksi Perikanan | Ton | ||
| 2016 | 2017 | 2018 | ||
| 1 | Produksi Perikanan | 740.254,66 | 750.458,69 | 762.411,20 |
| 2 | Perikanan Tangkap | 53.820,20 | 55.443,80 | 57.051,20 |
| 3 | Perikanan Budidaya | 686.434,46 | 695.014,89 | 705.360,00 |
| 4 | Produksi Garam | 1.506,60 | 1.701 | 5.200 |
Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Sumbawa, 2019


Menggeliatkan ekonomi kreatif dan wirausaha muda, ditandai dengan berkembangnya Komunitas wirausaha muda dan Akselerator Bisnis Sumbawa yang menjuarai Lomba Tingkat Provinsi NTB pada tahun 2018. Kebijakan menggunakan tenun Sumbawa oleh ASN pada hari tertentu, telah mendorong para pengrajin kain tenun terus berkreasi dan berproduksi. Madu Sumbawa maupun Kopi Sumbawa terus dikelola dengan baik, terlebih dengan adanya permintaan pasar melalui online. Permen Susu, Manjareal, dan makanan ringan khas Sumbawa terus diupayakan pengelolaan dan pemasaran secara konsisten. (RA)








