PDRB Kabupaten Sumbawa Naik dari Rp15,02 Triliun Menjadi Rp19,75 Triliun dalam Lima Tahun
Sumbawa, rumahinformasisamawa.com/ Juni 2026 – Perekonomian Kabupaten Sumbawa menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dalam lima tahun terakhir. Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumbawa Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Pengeluaran Tahun 2021–2025 mencatat nilai PDRB meningkat dari Rp15,02 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp19,75 triliun pada tahun 2025.
Artinya, dalam kurun waktu lima tahun terjadi peningkatan aktivitas ekonomi daerah sebesar Rp4,73 triliun atau tumbuh sekitar 31,5 persen. Capaian ini menjadi salah satu indikator bahwa roda pembangunan dan aktivitas ekonomi masyarakat Sumbawa terus bergerak ke arah yang lebih baik.
Data tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh komponen utama pembentuk perekonomian mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terutama konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Komponen terbesar masih berasal dari Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga, yang meningkat dari Rp10,54 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp13,84 triliun pada tahun 2025. Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, daya beli, serta perputaran uang di berbagai sektor usaha.
Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2021 nilai investasi tercatat sebesar Rp6,11 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp7,65 triliun pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan semakin banyak aktivitas pembangunan, pengembangan usaha, dan investasi yang terjadi di Kabupaten Sumbawa.
Belanja pemerintah sebagai salah satu instrumen pembangunan daerah juga menunjukkan tren positif. Pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat dari Rp2,06 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp2,57 triliun pada tahun 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin besarnya dukungan pemerintah dalam menyediakan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan berbagai program pembangunan lainnya.
Sementara itu, konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) juga mengalami peningkatan dari Rp209 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp298 miliar pada tahun 2025, yang menunjukkan semakin aktifnya peran organisasi sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan dalam mendukung kehidupan sosial masyarakat.
Meski demikian, data juga menunjukkan bahwa komponen ekspor neto masih bernilai negatif. Namun kondisi tersebut merupakan gambaran umum daerah yang masih memiliki ketergantungan terhadap barang dan jasa dari luar wilayah untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong berbagai program pembangunan, investasi, hilirisasi sektor unggulan, penguatan UMKM, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata guna memperkuat fondasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Apa Arti Angka-Angka Ini Bagi Masyarakat?
Bagi masyarakat, angka PDRB sering kali terdengar rumit dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, angka tersebut sebenarnya menggambarkan kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat secara langsung.
Secara sederhana, PDRB adalah ukuran total nilai barang dan jasa yang dihasilkan serta dibelanjakan dalam suatu daerah selama satu tahun. Semakin besar nilainya, semakin besar pula aktivitas ekonomi yang terjadi.
1. Konsumsi Rumah Tangga Terus Naik
Pada tahun 2021, masyarakat Sumbawa membelanjakan sekitar Rp10,54 triliun untuk kebutuhan sehari-hari. Pada tahun 2025 angka ini meningkat menjadi Rp13,84 triliun.
Kenaikan sekitar Rp3,3 triliun ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat semakin hidup. Toko-toko, pasar, usaha kecil, jasa transportasi, kuliner, dan berbagai sektor lainnya ikut bergerak karena adanya transaksi yang semakin besar.
2. Investasi Terus Bertambah
Investasi meningkat dari Rp6,11 triliun menjadi Rp7,65 triliun.
Artinya, semakin banyak pembangunan yang dilakukan, baik oleh pemerintah maupun swasta. Investasi ini bisa berupa pembangunan jalan, fasilitas umum, usaha baru, industri, peternakan, pertanian modern, hingga pengembangan kawasan ekonomi.
Inilah alasan mengapa Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus aktif membuka peluang investasi, menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat, BUMN, maupun investor nasional dan internasional.
3. Belanja Pemerintah Semakin Besar untuk Pelayanan Publik
Belanja pemerintah naik sekitar Rp500 miliar dalam lima tahun.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa pemerintah terus meningkatkan pembiayaan untuk berbagai kebutuhan masyarakat seperti:
- Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
- Pelayanan kesehatan.
- Pendidikan.
- Penyediaan air bersih.
- Pengembangan pertanian dan peternakan.
- Bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
4. Bukti Pembangunan Bergerak
Jika dibandingkan dari tahun ke tahun, nilai PDRB Kabupaten Sumbawa terus meningkat:
| Tahun | PDRB (Triliun Rupiah) |
|---|---|
| 2021 | 15,02 |
| 2022 | 16,11 |
| 2023 | 17,51 |
| 2024 | 18,52 |
| 2025 | 19,75 |
Dalam lima tahun terakhir tidak ada penurunan nilai PDRB. Ini menunjukkan bahwa perekonomian daerah mampu tumbuh secara konsisten meskipun menghadapi berbagai tantangan global seperti kenaikan harga, ketidakpastian ekonomi dunia, dan perubahan iklim yang mempengaruhi sektor pertanian.
Pesan untuk Masyarakat
Data ini menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga tercermin dalam meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dari tahun ke tahun.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan investasi, penguatan sektor unggulan daerah, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penciptaan peluang ekonomi baru.
Tantangan masih ada, namun data lima tahun terakhir menunjukkan bahwa arah pembangunan Kabupaten Sumbawa bergerak positif. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai dapat terus berlanjut dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Sumbawa. (KH74)








