PERUMDAM Batulanteh Siapkan Revitalisasi Jaringan Pipa Distribusi, Tingkatkan Keandalan Layanan Air Minum bagi Masyarakat
Sumbawa, 1 Agustus 2026 – PERUMDAM Batulanteh Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat melalui rencana percepatan revitalisasi jaringan pipa distribusi yang telah memasuki usia teknis dan memerlukan pembaruan.
Program revitalisasi ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat sistem distribusi air minum, meningkatkan kontinuitas pelayanan, serta mengurangi tingkat kehilangan air (non-revenue water) akibat kebocoran pada jaringan yang sudah tidak optimal.
Direktur PERUMDAM Batulanteh menjelaskan bahwa pekerjaan revitalisasi akan meliputi penggantian jaringan pipa ACP (Asbestos Cement Pipe) berdiameter 6 inci menjadi pipa HDPE berdiameter 8 inci sepanjang 6,8 kilometer. Selain itu, akan dilakukan pula penggantian jaringan pipa distribusi tersier HDPE berdiameter 2 inci sepanjang 20 kilometer.
Penggunaan pipa HDPE dipilih karena memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap tekanan, korosi, dan pergeseran tanah, sehingga diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem distribusi air minum dalam jangka panjang.
Sebagai bagian dari tahapan perencanaan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa didampingi Kepala Bidang Cipta Karya bersama Tim Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan jajaran PERUMDAM Batulanteh melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memverifikasi kondisi eksisting jaringan pipa, melakukan pemetaan lokasi pekerjaan, serta memastikan seluruh kebutuhan teknis sesuai dengan kondisi lapangan sehingga pelaksanaan revitalisasi nantinya dapat berjalan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Direksi PERUMDAM Batulanteh menyampaikan bahwa keberhasilan program revitalisasi tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan PERUMDAM sebagai penyelenggara layanan air minum.
“Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun infrastruktur air minum yang lebih andal, berkelanjutan, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal,” ujar Direksi PERUMDAM Batulanteh.
Melalui revitalisasi jaringan distribusi tersebut, diharapkan tekanan air yang diterima pelanggan menjadi lebih stabil, tingkat kebocoran jaringan dapat ditekan, kontinuitas distribusi air semakin meningkat, serta cakupan pelayanan dapat terus diperluas seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
PERUMDAM Batulanteh menegaskan akan terus berupaya melakukan pembenahan infrastruktur secara bertahap sebagai bagian dari transformasi pelayanan menuju perusahaan daerah yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Ulasan
Revitalisasi jaringan distribusi air minum merupakan salah satu investasi infrastruktur yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Seiring bertambahnya usia jaringan pipa, risiko kebocoran, penurunan tekanan air, hingga gangguan kontinuitas distribusi cenderung meningkat. Oleh karena itu, pembaruan jaringan menjadi langkah yang diperlukan untuk menjaga keandalan sistem penyediaan air minum.
Penggantian pipa ACP dengan pipa HDPE mencerminkan penerapan teknologi yang lebih modern dalam pengelolaan jaringan distribusi. Pipa HDPE memiliki sejumlah keunggulan, antara lain lebih tahan terhadap korosi, memiliki fleksibilitas yang baik terhadap pergerakan tanah, lebih kuat menahan tekanan, serta memiliki umur layanan yang relatif lebih panjang. Dengan demikian, potensi kebocoran dapat ditekan dan biaya pemeliharaan jangka panjang dapat lebih efisien.
Keterlibatan Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Bidang Cipta Karya, Bappeda Provinsi NTB, dan PERUMDAM Batulanteh dalam tahap perencanaan menunjukkan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam pembangunan infrastruktur dasar. Peninjauan lapangan sebelum pelaksanaan pekerjaan menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa desain teknis sesuai dengan kondisi eksisting sehingga risiko kendala selama pelaksanaan dapat diminimalkan.
Bagi masyarakat, keberhasilan program revitalisasi diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan tekanan air, tetapi juga pada kontinuitas pelayanan yang lebih baik, berkurangnya gangguan distribusi, serta meningkatnya keandalan layanan secara keseluruhan. Infrastruktur yang lebih baik akan mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menunjang aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi.
Dari perspektif transparansi pemerintahan, penyampaian informasi mengenai rencana revitalisasi ini merupakan bentuk keterbukaan kepada masyarakat mengenai program pembangunan yang sedang dipersiapkan. Informasi tersebut memberikan kepastian bahwa pemerintah daerah bersama PERUMDAM terus berupaya melakukan pembenahan infrastruktur pelayanan air minum secara bertahap dan terencana. Selanjutnya, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada pelaksanaan yang tepat mutu, tepat waktu, serta komunikasi yang terbuka kepada pelanggan mengenai tahapan pekerjaan dan dampaknya terhadap pelayanan selama proses revitalisasi berlangsung. (KH74)








