Home Berita Informasi Statistik 2019 : Jumlah Penduduk Produktif di Kabupaten Sumbawa Meningkat, Rasio...

Informasi Statistik 2019 : Jumlah Penduduk Produktif di Kabupaten Sumbawa Meningkat, Rasio Ketergantungan Menurun

16
0
SHARE

Sumbawa, rumahinformasisamawa – Rasio ketergantungan (dependency ratio) di Kabupaten Sumbawa terus mengalami penurunan secara terus menerus dari tahun ketahun. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk produktif terus meningkat dibandingkan penduduk nonproduktif,” papar Kepala Dinas Kominfotik Sumbawa Rachman Ansori dalam rilisnya, Jum’at (27/12/2019)

Indikator Kependudukan merupakan salah satu pengenalan daerah dari sisi suplai. Data dari sisi suplai ini tidak hanya difokuskan pengadaannya saja, melainkan juga dari sisi penyajian atau bagaimana menampilkan data tersebut sehingga menjadi lebih komunikatif, lebih mudah dipahami nilai maupun regresnya. Pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang akan selalu mengkaitkan antara kependudukan dan pembangunan ekonomi.

Pertumbuhan penduduk yang tinggi juga mengakibatkan pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi. Proporsi yang besar dari penduduk yang berusia muda di dalam angkatan kerja akan mendorong perubahan teknologi dan pertumbuhan ekonomi melalui mobilitas dan adaptasi mereka.

Disamping itu, tekanan kepadatan penduduk akan men dorong penggunaan teknologi baru, pengelolaansumberdaya alam yang lebih efisien, meningkatkan tabungan dan akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Jumlah penduduk Kabupaten Sumbawa terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Kabupaten Sumbawa adalah 441.102 jiwa, kemudian pada tahun 2016 meningkat menjadi 445.503 jiwa dan 449.680 pada tahun2017 serta pada tahun 2018 mencapai 453.797 jiwa.

Angka tersebut terdiri atas penduduk berjenis kelamin laki-laki secara proporsi mendominasi daripada penduduk berjenis kelamin perempuan dengan proporsi masing-masing 51 persen dan 49 persen.

Kondisi ini terus berlangsung dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga sex ratio Kabupaten Sumbawa berada pada posisi lebih dari 100 yaitu pada kisaran 104. Seiring dengan terus meningkatnya jumlah penduduk, berpengaruh terhadap indikator kependudukan lain yaitu kepadatan penduduk.

Kepadatan penduduk di Kabupaten Sumbawa terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2010 setiap 63 penduduk menempati wilayah 1 km2, sedangkan pada tahun 2015 setiap km2 ditempati oleh 66 penduduk serta pada tahun 2018 meningkat menjadi 68 jiwa per km2.

Naiknya kepadatan penduduk tersebut ini berkaitan dengan kenyamanan dan kesejahteraan manusia tinggal di suatu tempat. Penduduk yang padat menyebabkan fasilitas dan sumberdaya yang ada juga akan dimanfaatkan oleh banyak orang.

Oleh karena itu, ukuran ini menjadi deskripsi daya dukung wilayah. Pada sisi struktur dan komposisi umur penduduk, penduduk Kabupaten Sumbawa tergolong dalam kelompok penduduk usia muda, dimana proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi dari kelompok umur lainnya.

Pada tahun 2018, terdapat 129.923 jiwa masuk kategori usia belum produktif (0-4 tahun), kemudian sebanyak 298.975 jiwa merupakan kelompok usia produktif (15-64 tahun), dan sebanyak 24.899 jiwa merupakan penduduk usia sudah tidak produktif (65+ tahun).

Saat ini Indonesia secara umum memasuki era bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibanding usia tidak produktif (usia belum produktif + usia sudah tidak produktif).

Konstalasi struktur umur yang dikelompok menjadi produktif dan tidak produktif dalam hal ini tidak dilihat berdasarkan kontribusi orang kedalam sistem ekonomi atau sistem social lainnya, namun berdasarkan kemampuannya untuk berkerja.

Golongan masyarakat produktif adalah masyarakat yang berada pada golongan umur 15-64 tahun. Golongan umur ini dianggap dapat berkerja dan berkontribusi secara ekonomi maupun social kepada negara.Golongan masyarakat non-produktif adalah masyarakat yang berada pada golongan umur 0-14 tahun dan 65 tahun keatas.

Golongan umur ini dianggap belum mampu atau sudah tidak mampu untuk berkerja, sehingga dianggap tidak dapatberkontribusi lagi.

Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Dependency ratio merupakan salah satu indikator demografi yang penting.

Semakin tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.

Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.

Tahun 2010 Rasio ketergantungan (dependency ratio) Kabupaten Sumbawa sebesar 54,73, kemudian turun menjadi 54,31 pada tahun 2011, 53,89 pada tahun 2012, 53,48 pada tahun 2013. Pada tahun 2015 angka ini terus mengalami penurunan yaitu 52,76 selanjutnya menjadi 52,41 pada tahun 2016 dan 52,07 pada tahun 2017 serta menjadi 51,78 tahun 2018. Angka Rasio ketergantungan (dependency ratio) tahun 2018 yang mencapai 51,78 ini berarti setiap 2 orang produktif menanggung 1 orang tidak produktif.

“Dari proyeksi penduduk berdasarkan Sensus Penduduk 2010, Kabupaten Sumbawa nanti mulai memasuki bonus demografi mulai tahun 2024 dengan proyeksi rasio ketergantungan sebesar 49,85%,” pungkasnya. (ra/jk/mckabsumbawa)

Sunber : Data BPS Tahun 2019, diolah oleh Bidang Statistik Dinas Kominfotik Kabupaten Sumbawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here