Home Berita FESTIVAL TELUK SALEH, INGATKAN TAU SAMAWA AKAN TRADISI

FESTIVAL TELUK SALEH, INGATKAN TAU SAMAWA AKAN TRADISI

84
0
SHARE

Sumbawa Besar – Nama teluk Saleh tidaklah asing didengar, karena teluk ini salah satu teluk terbesar di Kepulauan Sunda Kecil dengan luas sekitar 1.495 Km persegi dan panjang sekitar 282 Km yang terbentang dari pesisir Prajak Sumbawa hingga Calabai Kabupaten Dompu.

Menurut riwayat, Teluk Saleh merupakan hadiah dari Sultan Muhammad Jalaluddin III kepada Lalu Muhammad Saleh Dea Mele Bandri atas jasanya mengatasi pemberontakan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat yang tidak mau membayar upeti kepada Sultan, maka diberikanlah hadiah berupa tanah yang luasnya sepanjang penglihatan mata dan lautnya juga sepanjang penglihatan mata, yang letaknya di Bagian timur Pulau Sumbawa tepatnya di Desa Pidang Kecamatan Tarano.

Atas dasar kisah di atas, maka lahirlah Festival Pesona Teluk Saleh 2017 yang untuk pertama kali diselenggarakan pada Kamis siang (26/10/2017) di Lapangan Bonto, Desa Labuhan Bontong Kec. Tarano. Acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa mewakili Bupati Sumbawa itu turut juga dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi NTB, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa beserta rombongan, Pimpinan OPD terkait, para Camat dan Toga Toma.

Camat Tarano, Tahkiq, SH dalam laporannya menyampaikan bahwa  rangkaian acara kegiatan Festival Pesona Teluk Saleh sendiri terdiri dari beberapa event yaitu Pawai Budaya, Bazar Kuliner, Pentas Seni, Lomba Memancing, Cera Labu, Kebo Nange dan Sapetang Pang Gili Dewa. ”festival yang kita gagas ini akan berlangsung dari 26 Oktober sampai dengan 31 Desember 2017” ujar Camat Tarano.

Dalam festival yang ditandai dengan pemukulan gong ini Bupati Sumbawa dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekda Kab. Sumbawa Drs. H. Rasyidi menyampaikan bahwa festival merupakan sarana komunikasi yang penting untuk membangun, memberdayakan, dan pengakuan suatu identitas budaya.  Dengan menyadari akan fenomena dan dampak globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan lokal dalam rangka membangun kekuatan unggulan daerah untuk berkompetisi menghadapi persaingan-persaingan global, maka diperlukan sebuah program pelestarian dan pengembangan kebudayaan guna memperkokoh ketahanan budaya.

Dalam konteks pemahaman tersebut, upaya pencitraan budaya melalui strategi perencanaan dan pengelolaan yang sistematik, pengemasan produk-produk kebudayaan yang menarik dan tepat sasaran perlu dilakukan guna disebarluaskan kepada seluruh lapisan masyarakat dalam upaya pelestarian budaya dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat akan kebudayaannya sendiri.

Saya memandang kegiatan festival ini menjadi bagian dalam melestarikan tradisi budaya daerah kita, termasuk juga membangun rasa kepedulian terhadap kekayaan alam yang kita miliki. Ungkapan rasa kebanggaan dan rasa memiliki dari masyarakat ini sangat terasa dari rangkaian kegiatan yang ada dalam menyemarakkan festival ini. Berbagai event yang mengiringinya mampu menggambarkan akan potensi dan kekayaan budaya yang dimiliki wilayah ini.” Lanjut Sekda.

Lebih lanjut Sekda menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah sangat menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut, sebab Festival Pesona teluk Saleh merupakan salah satu upaya untuk merevitalisasi kembali budaya dan segala kearifan lokal yang dimiliki, juga secara tidak langsung akan membangun pariwisata sumbawa menjadi lebih berdaya saing dan memiliki keunikan tersendiri, salah satu contoh event kebo nange yang ada di wilayah kecamatan tarano.

Sekda berharap kepada seluruh komponen masyarakat Sumbawa khususnya di wilayah Kecamatan Tarano bisa semakin peduli terhadap tata nilai dan seni-budaya daerah, dengan tetap melestarikan kultur atau budaya masyarakat dalam segala segi, “sehingga semangat saling beri, saling pendi, saling satingi, ke saling satotang akan terus tertanam dalam sanubari masyarakat samawa” tutup Haji Rasyidi.(KH74)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here