Home Cerita Inspirasi BASANGERO JANGAN PANCING (PENJUAL IKAN KELILING HASIL PANCING)

BASANGERO JANGAN PANCING (PENJUAL IKAN KELILING HASIL PANCING)

42
0
SHARE

Sumbawa Besar, RumahInformasiSamawa.com – Saat itu pagi, masih terasa lelah di sekujur tubuh namun udara terasa sejuk dan segar, saya baru saja selesai melakukan aktifitas berolah raga, di halaman cukup luas, aktifitas warga sekitar Olat Rarang mulai berjalan, ada yang bersih-bersih depan rumah masing-masing, ada juga ibu-ibu yang berangkat ke pasar, dan juga ada yang pedagang keliling menjajakan dagangannya dengan bermacam-macam jenis kebutuhan dapur yang di tawarkan, dan para ibu-ibu rumah tangga keluar ramai menghampirinya untuk membeli segala kebutuhan terutama bahan dapur yang sudah habis stok di rumahnya masing-masing.

penjual ikan keliling hasil pancingan

Namun diwajah ibu-ibu kelihatan masih harap-harap cemas, karena masih ada yang masih kurang kebutuhan memasak untuk hari itu yaitu ikan, ya….ikan yang rupanya sudah berlangganan dengan pedangang keliling ikan hasil pancingan di laut, dan biasanya ikan dari hasil pancingan sangat cocok dimasak untuk dibuatkan singang ataupun dibuatkan sepat, kedua masakan tersebut adalah masakan  khas Sumbawa dan bagi siapapun yang pernah merasakan dapat dipastikan akan ketagihan untuk menikmatinya lagi.

Tak berselang lama waktunya, ibu-ibu yang tadinya menunggu ingin membeli ikan pancing akhirnya terobati juga lelahnya, dengan munculnya pedangang ikan segar bernama Ibu Siti Hawa, umur 32 Tahun, tempat Tinggal Dusun Kalibaru, ikan yang di jual setiap pagi hasil  seorang nelayan yang   kebetulan tinggal disekitar jembatan polak (Jempol) Desa Labuhan Sumbawa. Pedagang ikan segar itu datang mendekati kerumunan ibu-ibu sambil memanggil ibu-ibu yang disertai teriakan khas jualannya ayo……..jangan, no beli jangan ke ibu…., jangan segar, jangan pancing, beru ntek, sate sia pina sepat atau sate sia pina singang, silamo sia beli ke sia pilih mo deme de sia sate, harga lima puluh ribu sekilo, bau si turen silamo sia tawar, yang penting ada untungku sedi-sedi dadi mo…….ibu-ibupun semangat memilih ikannya, ada yang pilih ikan Katamak, Ikan Baronang dan Ikan Ruma, mereka ada yang membeli sekilo ada juga yang lebih, ada beberapa ibu-ibu berkata mumpung ikannya segar-segar saya beli memang untuk persediaan sampai besok.

tanpa kenal lelah berkeliling kampung membawa hasil pancingan

Betapa senangnya hati Ibu Siti Hawa, karena ikannya hampir habis di beli oleh ibu-ibu Olat Rarang, sambil dia menghitung uangnya, terucap kata di bibir ibu Siti Hawa mengucapkan puji syukur atas rezeki yang ia dapatkan pagi ini, mudah-mudahan seterusnya lancar dan diberikan lebih banyak lagi oleh Allah SWT. Akhirnya ia mengangkat bakul ikan ke atas kepala, melanjutkan berjualan keliling ke tempat lain,  dengan rasa hati penuh harap, mudah-mudahan ia dapat bertemu dengan ibu-ibu yang lain dan berminat untuk membeli ikannya semua yang masih tersisa. (manaja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here