Home Berita 1,5 Tahun Kepemimpinan Jarot–Ansori: Dari Janji ke Aksi, Program Air untuk Masa...

1,5 Tahun Kepemimpinan Jarot–Ansori: Dari Janji ke Aksi, Program Air untuk Masa Depan Sumbawa Terus Berlanjut

12
0
SHARE

Berdasarkan data realisasi hingga Juni 2026, berbagai kegiatan strategis telah berjalan dengan total nilai investasi mencapai Rp119,55 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Sumbawa, APBD Provinsi, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), hingga APBN

Sumbawa, rumahinformasisamawa.com/Juni 2026 – Memasuki hampir satu setengah tahun masa kepemimpinan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori, berbagai program prioritas yang tertuang dalam 12 Program Unggulan Jarot–Ansori mulai menunjukkan progres nyata di lapangan.

Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah pembangunan ketahanan air dan penguatan irigasi pertanian, melalui pembangunan penampungan air hujan, cek dam, embung, jaringan irigasi, hingga sumur bor pertanian.

Program ini lahir dari kesadaran bahwa masa depan Kabupaten Sumbawa tidak hanya ditentukan oleh luas lahan pertanian yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan daerah dalam menjamin ketersediaan air bagi masyarakat dan petani sepanjang tahun.

Berdasarkan data realisasi hingga Juni 2026, berbagai kegiatan strategis telah berjalan dengan total nilai investasi mencapai Rp119,55 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Sumbawa, APBD Provinsi, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), hingga APBN.

Beberapa program yang telah berjalan antara lain pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan embung pertanian, rehabilitasi jaringan irigasi usaha tani, pembangunan jalan usaha tani, pembangunan jaringan irigasi air tanah di 11 lokasi, pembangunan Embung Desa Pusang Moyo Hulu, rehabilitasi jaringan utama daerah irigasi serta peningkatan jaringan irigasi strategis lainnya.

Bupati Sumbawa, H. Jarot, menegaskan bahwa pembangunan sektor air menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

“Kita tidak ingin petani hanya bergantung pada musim hujan. Karena itu pemerintah hadir membangun sistem yang mampu menjamin ketersediaan air sepanjang tahun. Air adalah kunci produksi pertanian, dan pertanian adalah tulang punggung ekonomi Sumbawa,” ujarnya.


Membangun dari Hulu untuk Menjaga Masa Depan

Jika dilihat sekilas, pembangunan embung, cek dam, atau saluran irigasi mungkin tampak sebagai proyek infrastruktur biasa. Namun sesungguhnya, program ini merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.

Selama bertahun-tahun, sebagian wilayah pertanian di Sumbawa masih menghadapi persoalan klasik berupa ketergantungan terhadap musim hujan. Saat hujan datang produksi meningkat, tetapi ketika kemarau panjang tiba banyak lahan yang tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, strategi yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pembangunan sistem penyimpanan dan distribusi air.

Melalui embung, cek dam, sumur bor, dan jaringan irigasi yang terus diperluas, air hujan yang sebelumnya mengalir begitu saja ke laut kini dapat ditampung dan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan pertanian.


Rp119,55 Miliar untuk Air dan Pertanian

Hingga pertengahan tahun 2026, total anggaran yang berhasil dihadirkan mencapai sekitar Rp119,55 miliar, terdiri dari:

  • Pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan embung pertanian;
  • Rehabilitasi jaringan irigasi usaha tani;
  • Pembangunan dan pemeliharaan jalan usaha tani;
  • Pemeliharaan rutin jaringan irigasi;
  • Rehabilitasi jaringan irigasi utama;
  • Pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT) di 11 lokasi;
  • Pembangunan Embung Desa Pusang Moyo Hulu;
  • Peningkatan jaringan irigasi strategis.

Keberhasilan menghadirkan anggaran tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak hanya mengandalkan kemampuan APBD semata, tetapi juga aktif memperjuangkan dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.


Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Bagi masyarakat, khususnya petani, manfaat program ini sangat nyata.

1. Menambah Luas Lahan Produktif

Ketersediaan air memungkinkan lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun menjadi dua hingga tiga kali musim tanam.

2. Mengurangi Risiko Gagal Panen

Saat musim kemarau datang, petani tetap memiliki cadangan air untuk mempertahankan produktivitas pertaniannya.

3. Meningkatkan Pendapatan Petani

Semakin banyak musim tanam berarti semakin besar peluang peningkatan hasil panen dan pendapatan keluarga petani.

4. Memperkuat Ketahanan Pangan

Produksi pertanian yang stabil akan menjaga pasokan pangan masyarakat sekaligus mengendalikan gejolak harga bahan pokok.

5. Mendukung Program Sumbawa Hijau Lestari

Pengelolaan air yang baik akan berjalan beriringan dengan upaya pelestarian hutan dan daerah tangkapan air yang saat ini menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Sumbawa.


Dari Infrastruktur Air Menuju Kemandirian Pangan

Dalam banyak daerah, pembangunan sering kali diukur dari gedung atau jalan yang berdiri megah. Namun bagi daerah agraris seperti Sumbawa, keberhasilan pembangunan justru ditentukan oleh seberapa banyak air yang dapat disimpan dan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Karena itu, pembangunan embung, jaringan irigasi, sumur bor, dan infrastruktur air lainnya sesungguhnya merupakan investasi ekonomi yang sangat strategis.

Program ini menunjukkan bahwa dalam hampir 1,5 tahun kepemimpinan Jarot–Ansori, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan yang terlihat di permukaan, tetapi juga membangun fondasi yang menentukan keberlangsungan ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Tantangan ke depan tentu masih ada. Masih terdapat sejumlah kawasan pertanian yang membutuhkan perluasan jaringan irigasi, peningkatan efisiensi distribusi air, serta perlindungan kawasan hutan sebagai daerah tangkapan air.

Namun demikian, capaian hingga pertengahan 2026 menunjukkan bahwa salah satu program unggulan Jarot–Ansori telah bergerak dari tahap perencanaan menuju tahap implementasi nyata.


Transparansi untuk Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen menyampaikan perkembangan pelaksanaan program unggulan secara terbuka kepada masyarakat. Melalui publikasi ini, masyarakat dapat mengetahui bahwa hingga Juni 2026 telah terdapat investasi lebih dari Rp119,55 miliar untuk pembangunan infrastruktur air dan irigasi pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, dan Sumbawa yang unggul, maju, serta sejahtera.

Karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan hanya tentang berapa besar anggaran yang dibelanjakan, tetapi tentang seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Air yang hari ini ditampung melalui embung dan irigasi adalah investasi untuk panen, kesejahteraan, dan masa depan Sumbawa di tahun-tahun mendatang. (KH74)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here