Bupati Jarot menegaskan bahwa proyek tersebut tidak dibatalkan dan tetap menjadi bagian dari Program Strategis Nasional yang akan dikembangkan di Pulau Sumbawa. Bahkan
GORONTALO, rumahinformasisamawa.com/Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Hilirisasi Unggas Terintegrasi yang selama ini menjadi perhatian masyarakat tetap berlanjut dan direncanakan hadir di Kabupaten Sumbawa. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., usai melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Direktur Utama PT Berdikari, serta Direktur Hilirisasi di sela kegiatan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo.
Pertemuan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi dan informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait keberlanjutan proyek investasi unggas terintegrasi yang nilainya diperkirakan mencapai Rp1,2 hingga Rp1,7 triliun.
Bupati Jarot menegaskan bahwa proyek tersebut tidak dibatalkan dan tetap menjadi bagian dari Program Strategis Nasional yang akan dikembangkan di Pulau Sumbawa. Bahkan, dalam waktu dekat tim dari Kementerian Pertanian dan PT Berdikari akan turun langsung ke Kabupaten Sumbawa untuk meninjau kesiapan lokasi yang telah diusulkan Pemerintah Daerah.
“Alhamdulillah, hasil pertemuan sangat positif. Tim Kementerian Pertanian dan PT Berdikari akan segera datang ke Sumbawa untuk memastikan kesiapan lahan yang telah kita siapkan. Ini menunjukkan bahwa proyek hilirisasi unggas tetap berjalan dan Sumbawa masih menjadi bagian penting dalam pengembangannya,” ujar Bupati Jarot.
Menurutnya, selama beberapa waktu terakhir muncul berbagai informasi yang menimbulkan persepsi bahwa proyek tersebut tidak jadi dilaksanakan di Sumbawa. Padahal, yang terjadi sesungguhnya adalah proses penyesuaian terkait kesiapan lahan dan mekanisme kerja sama yang membutuhkan waktu serta kesepahaman antara para pihak.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi pengembangan selain lokasi awal yang direncanakan di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir. Beberapa kawasan lain yang telah disiapkan antara lain Teluk Santong, Bangkong, dan Kerato yang dinilai memenuhi kebutuhan pengembangan industri unggas terintegrasi.
“Kami ingin memastikan investasi besar ini tetap hadir di Sumbawa. Karena itu, berbagai alternatif lokasi telah kami siapkan agar proses percepatan investasi tidak terhambat dan dapat segera direalisasikan,” tegasnya.
Proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi sendiri dirancang menjadi kawasan industri peternakan modern yang mencakup pembibitan, produksi pakan, budidaya ayam, rumah potong unggas, pengolahan hasil, hingga distribusi produk. Kehadiran proyek ini diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru serta membuka peluang usaha bagi peternak lokal dan pelaku UMKM.
Bupati juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil komunikasi dengan pemerintah pusat dan pihak pelaksana proyek, pengembangan industri unggas terintegrasi akan tetap dilaksanakan di Pulau Sumbawa dengan pembagian peran antara Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima.
“Yang terpenting adalah proyek ini tetap berjalan di Pulau Sumbawa dan Sumbawa menjadi bagian utama dari pengembangannya. Kami akan terus mengawal agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Menjawab Keraguan Masyarakat, Pemkab Sumbawa Tegaskan Investasi Besar Masih Berproses
Dalam beberapa bulan terakhir, beredar berbagai informasi di masyarakat yang menimbulkan kekhawatiran bahwa proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi tidak jadi dibangun di Kabupaten Sumbawa. Informasi tersebut berkembang seiring adanya pembahasan lokasi alternatif dan dinamika proses penyediaan lahan.
Melalui pernyataan resmi Bupati Sumbawa, masyarakat kini memperoleh penjelasan yang lebih jelas bahwa proyek tersebut bukan dibatalkan, melainkan masih berada dalam tahapan persiapan dan percepatan implementasi.
Perlu dipahami bahwa proyek dengan nilai investasi hingga Rp1,7 triliun bukanlah proyek biasa. Investasi sebesar ini membutuhkan kepastian lahan, legalitas, dukungan infrastruktur, hingga kesesuaian dengan rencana bisnis investor. Karena itu, proses persiapan memerlukan waktu dan koordinasi yang intensif antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN pelaksana, serta berbagai pihak terkait.
Yang terpenting bagi masyarakat adalah melihat fakta bahwa:
✅ Proyek masih masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN).
✅ Pemerintah Kabupaten Sumbawa masih aktif memperjuangkannya di tingkat pusat.
✅ PT Berdikari dan Kementerian Pertanian akan melakukan peninjauan lapangan ke Sumbawa.
✅ Pemkab telah menyiapkan beberapa alternatif lokasi agar investasi tidak terhambat.
✅ Sumbawa tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan hilirisasi unggas di Pulau Sumbawa.
Jika proyek ini terealisasi, dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian daerah. Selain membuka lapangan kerja baru, proyek ini akan menciptakan rantai ekonomi dari hulu hingga hilir, mulai dari peternak rakyat, penyedia bahan baku pakan, jasa transportasi, perdagangan, hingga industri pengolahan hasil peternakan.
Karena itu, yang saat ini diperlukan adalah dukungan dan optimisme bersama. Pemerintah Kabupaten Sumbawa menunjukkan bahwa mereka tidak tinggal diam, tetapi terus melakukan berbagai langkah agar investasi strategis tersebut tetap hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat adalah bahwa proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi di Sumbawa masih berjalan, masih diperjuangkan, dan justru saat ini memasuki fase penting menuju realisasi. Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus bekerja memastikan investasi besar ini benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan kesejahteraan masyarakat. (KH74)








