Bupati Jarot tegaskan, Kita ingin Sumbawa tetap menjadi daerah yang damai, harmonis, dan penuh rasa saling menghargai. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam membangun daerah
Sumbawa Besar, rumahinformasisamawa.com/22-5-26 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat komitmennya dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman agama, budaya, dan latar belakang sosial yang hidup berdampingan di Tana Samawa. Komitmen tersebut terlihat dalam diskusi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumbawa yang dipimpin langsung Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Jumat (22/05/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah daerah dan tokoh lintas agama untuk menjaga suasana daerah tetap aman, damai, dan harmonis di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi terhadap peran FKUB yang selama ini aktif menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun dialog antarumat beragama, memperkuat silaturahmi, serta menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Menurut Bupati H. Jarot, keberagaman yang dimiliki Kabupaten Sumbawa harus dijaga sebagai kekuatan bersama, bukan justru menjadi sumber perpecahan.
“Kita ingin Sumbawa tetap menjadi daerah yang damai, harmonis, dan penuh rasa saling menghargai. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam membangun daerah,” tegas Bupati.
Ia menilai, peran tokoh agama dan FKUB sangat penting dalam menjaga kesejukan masyarakat, terutama di era media sosial saat ini yang kerap memunculkan informasi provokatif dan berpotensi memecah persatuan.
Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi bersama seluruh tokoh agama agar suasana kondusif di Kabupaten Sumbawa tetap terjaga.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri menjaga harmoni sosial. Dibutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan FKUB,” ujarnya.
Bupati juga berharap semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama terus dirawat sebagai bagian dari fondasi pembangunan daerah yang maju dan berkeadaban.
Selain membahas penguatan kerukunan umat beragama, diskusi tersebut juga menjadi ruang silaturahmi dan penyampaian berbagai masukan terkait kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Sumbawa.
Menjaga Kerukunan Adalah Bagian Penting dari Pembangunan Daerah
Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital, menjaga kerukunan masyarakat menjadi tantangan yang semakin penting bagi pemerintah daerah.
Pembangunan tidak hanya berbicara soal jalan, gedung, atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut bagaimana masyarakat hidup dalam suasana aman, damai, dan saling menghormati.
Karena itu, langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat komunikasi bersama FKUB menunjukkan bahwa pemerintah ingin hadir bukan hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam menjaga ketenangan sosial masyarakat.
Kerukunan umat beragama memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas daerah. Daerah yang harmonis akan lebih mudah berkembang, masyarakatnya lebih produktif, dan iklim sosialnya lebih sehat.
Sebaliknya, jika konflik sosial dan intoleransi dibiarkan tumbuh, maka pembangunan akan terganggu dan masyarakat menjadi korban.
Melalui diskusi bersama FKUB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa ingin mengirim pesan kuat kepada masyarakat bahwa menjaga persatuan dan toleransi adalah tanggung jawab bersama.
Pemerintah daerah berharap seluruh masyarakat tetap menjaga budaya saling menghormati, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya, serta terus memperkuat semangat persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, Kabupaten Sumbawa diharapkan tetap menjadi daerah yang aman, religius, harmonis, dan mampu tumbuh menjadi daerah yang unggul, maju, dan sejahtera untuk semua. (KH74)








