Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Maret 2026, kondisi inflasi di Kabupaten Sumbawa menunjukkan perbaikan yang signifika
Sumbawa, rumahinformasisamawa.com/4 Mei 2026 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan kinerja positif dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa, pada April 2026 terjadi deflasi sebesar 0,52 persen (month-to-month).
Sementara itu, secara year-to-date (Januari–April 2026) tercatat inflasi sebesar 1,87 persen, dan secara year-on-year (April 2025–April 2026) inflasi Sumbawa berada pada angka 2,82 persen.
Perbandingan dengan Maret 2026
Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Maret 2026, kondisi inflasi di Kabupaten Sumbawa menunjukkan perbaikan yang signifikan.
- Maret 2026 (Y-on-Y): 3,92%
- April 2026 (Y-on-Y): 2,82%
Artinya, terjadi penurunan inflasi sebesar 1,10 persen, yang menunjukkan bahwa tekanan harga di Kabupaten Sumbawa berhasil ditekan dalam kurun waktu satu bulan.
Penurunan ini menjadi indikator kuat bahwa langkah-langkah pengendalian inflasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa berjalan efektif.
Berdasarkan komponen penyumbang inflasi tahunan, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan kontribusi terbesar sebesar 1,28 persen, diikuti kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 1,04 persen. Sementara kelompok lainnya relatif stabil bahkan tidak mengalami perubahan signifikan.
Dari sisi tren, inflasi Sumbawa sepanjang April 2025 hingga April 2026 menunjukkan pergerakan yang dinamis namun terkendali, dengan puncak inflasi terjadi pada Februari 2026 sebesar 4,88 persen, sebelum kembali turun hingga 2,82 persen pada April 2026.
Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat, inflasi Sumbawa juga tergolong lebih rendah dibandingkan Kota Bima yang mencapai 4,23 persen, menunjukkan daya tahan ekonomi daerah yang cukup baik.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menilai capaian ini sebagai hasil dari sinergi berbagai pihak dalam menjaga kestabilan harga, termasuk melalui penguatan distribusi pangan, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta intervensi pasar yang tepat sasaran.
Keberhasilan ini didorong oleh langkah konkret Pemkab Sumbawa melalui TPID:
Upaya yang dilakukan:
- Operasi pasar dan pengendalian harga pangan
- Monitoring harga harian di pasar tradisional
- Penguatan distribusi antar wilayah
- Koordinasi lintas OPD dan stakeholder
- Intervensi cepat pada komoditas strategis
Kebijakan ini terbukti mampu menekan inflasi dalam waktu singkat.(KH74)








