Sumbawa, RumahInformasiSamawa.com – “Jangan takut bermimpi, karena hal-hal besar harus diawali dari mimpi” demikian Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkiflimansyah, SE.,M.Sc memberi semangat ketika melepas secara simbolis 20 orang mahasiswa NJPI (Nanjing Polytechnic Institute) China pada Kamis pagi (4/10/2018) bertempat di Aula SMKN 2 Sumbawa Besar. Acara yang diawali dengan tarian penyambutan dari siswa-siswi SMKN 2 Sumbawa tersebut, turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Anggota DPR RI, Pimpinan DPRD Kab. Sumbawa, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Prov. NTB, Kepala Sekolah SMK se-Pulau Sumbawa.
Terkait program beasiswa bagi 1000 mahasiswa untuk kuliah di luar negeri, Gubernur menyatakan banyak kalangan yang meragukan rencana itu, karena dianggap tidak mungkin terjadi. Namun, Gubernur yakin dan merasa hal itu bukan pekerjaan sulit, sebab sumber anggarannya tidak harus melalui APBD maupun APBN. Ke depan Gubernur akan banyak membangun kerja sama dengan negara-negara tujuan beasiswa, dan saat ini terus berkoordinasi dengan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara, yang akan terus membangun Elang Dodo Rinti dengan seksama. “Tugas Gubernur, agar anak-anak kita tidak menjadi miskin di tengah keberlimpahan, poverty in the midst of plenty, seperti ayam mati di lumbung padi,” ucapnya.
Gubernur juga memberikan tugas pertama kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Prov. NTB H. Muh. Suruji, agar tahun depan dapat mengirimkan 500 mahasiswa ke luar negeri. “Dana yang harus dibantu Pemda untuk program beasiswa ini 1 Juta per orang, kalau 500 mahasiswa, sekitar 500 juta/perbulan, diperkirakan sekitar 6 atau 7 Miliar per tahun, dan buat perusahaan besar seperti PT. Amman jumlah 6 atau 7 miliar bukanlah persoalan yang besar.” ucapnya yang disambut dengan tepuk tangan riuh hadirin.
Menurut Gubernur semua mahasiswa harus membekali diri dengan kemampuan bahasa inggris terutama bagi yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Hal ini sangatlah penting mengingat perkembangan global yang semakin maju, dimana semua negara berlomba-lomba menerapkan pasar terbuka sehingga dibutuhkan penguasaan bahasa asing dalam komunikasi internasional. Pengiriman mahasiswa ke luar negeri bagi Gubernur sangat penting. Harapannya anak muda NTB tumbuh menjadi calon pemimpin bangsa. ”Tidak hanya menjadi pemimpin di NTB tetapi juga di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
sampai saat ini, 4 angkatan mahasiswa sudah dikirim ke China. Angkatan pertama telah dikirim sebanyak 3 orang mahasiswa, dan angkatan kedua pada Tahun 2016 sebanyak 14 mahasiswa, selanjutnya angkatan ketiga di Tahun 2017 telah dikirim 15 orang mahasiswa, dan untuk tahun 2018 yang merupakan angkatan ke-4 pengiriman ini sebanyak 20 orang mahasiswa, demikian keterangan Kepala Sekolah SMKN 2 Sumbawa Yuyun Mardiana, S.Pd.
“Semoga pengalaman dan ilmu yang didapatkan dapat menjadikan kami lebih bermanfaat khususnya dalam membangun Kabupaten Sumbawa,” ujar Riska Yuliandari salah seorang perwakilan calon mahasiswa Nanjing, yang disampaikan dalam Bahasa China dan Bahasa Inggris. “merupakan mimpi terbesar dan kesempatan yang luar biasa bagi siswa-siswi untuk dapat belajar dan menimba ilmu ke negeri China, yang terkenal dengan pendidikannya yang bagus dan teknologi modernnya” tegas dia ketika mewakili rekan-rekannya menyampaikan kata hati pada pelepasan tersebut.
Acara dilanjutkan dengan diskusi rencana arah pendidikan NTB Gemilang, yang dipandu oleh Moderator Sambirang Ahmadi, S.Ag.,M.Si. (KH74)