Keikutsertaan Kabupaten Sumbawa dalam agenda tahunan JKPI ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional pelestarian kota pusaka serta memperkuat posisi Sumbawa sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan budaya
Yogyakarta, rumahinformasisamawa.com/3-2-26 — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menghadiri Rapat Koordinasi Agenda Tahunan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026 yang digelar di Yogyakarta, Selasa (3/2/2026).
Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah anggota JKPI untuk menyelaraskan program pelestarian kota pusaka di seluruh Indonesia. Selain itu, pertemuan ini juga memperkuat kolaborasi antar daerah dalam menjaga nilai sejarah, budaya, serta identitas bangsa sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, para kepala daerah dan perwakilan pemerintah membahas berbagai agenda penting, mulai dari penguatan kebijakan pelestarian kawasan pusaka, pengembangan pariwisata berbasis budaya, hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam merawat warisan sejarah daerah masing-masing.
Bupati Sumbawa menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk terus berperan aktif dalam upaya pelestarian pusaka daerah. Menurutnya, nilai sejarah dan budaya merupakan aset penting yang tidak hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Forum JKPI ini menjadi ruang kolaborasi yang sangat penting bagi daerah-daerah untuk saling berbagi praktik baik dalam merawat pusaka. Kabupaten Sumbawa siap berkontribusi aktif serta terus bergerak menjaga dan mengembangkan warisan budaya demi masa depan generasi mendatang,” ujar Bupati.
Keikutsertaan Kabupaten Sumbawa dalam agenda tahunan JKPI ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional pelestarian kota pusaka serta memperkuat posisi Sumbawa sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan budaya.
Melalui sinergi antar pemerintah daerah, diharapkan upaya pelestarian kawasan pusaka tidak hanya berfokus pada perlindungan fisik bangunan dan situs sejarah, tetapi juga mampu menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.
ANALISIS KEGIATAN (UNTUK TRANSPARANSI & NILAI KEBIJAKAN)
1. Nilai Strategis bagi Kabupaten Sumbawa
Kehadiran Bupati Sumbawa dalam Rakor JKPI 2026 menunjukkan:
Komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya
Keseriusan dalam membangun jejaring nasional
Upaya menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pusat
Ini penting agar pembangunan tidak hanya fokus pada infrastruktur modern, tetapi juga menjaga jati diri daerah.
2. Dampak Jangka Pendek
Akses informasi program nasional pelestarian pusaka
Peluang dukungan pendanaan dan pendampingan Transfer praktik baik dari kota/kabupaten lain
3. Dampak Jangka Panjang
Penguatan kawasan bersejarah di Sumbawa
Peningkatan daya tarik wisata budaya
Penguatan identitas lokal masyarakat
Kontribusi terhadap ekonomi daerah
4. Relevansi dengan Transparansi Publik
Publikasi kegiatan ini penting karena:
Menunjukkan aktivitas nyata pimpinan daerah
Memberikan informasi manfaat strategis perjalanan dinas
Menumbuhkan kepercayaan masyarakat
Memastikan anggaran digunakan untuk kepentingan pembangunan daerah
5. Kesimpulan Analisis
Partisipasi Pemkab Sumbawa dalam Rakor JKPI 2026 bukan sekadar kehadiran seremonial, melainkan:
Langkah strategis membangun sinergi nasional
Upaya konkret melestarikan pusaka daerah
Investasi jangka panjang pada budaya dan pariwisata (KH74)








