Home Berita Alarm Lingkungan Dibunyikan: Sumbawa Perketat Kebijakan Hutan dan Dorong Agroforestri

Alarm Lingkungan Dibunyikan: Sumbawa Perketat Kebijakan Hutan dan Dorong Agroforestri

16
0
SHARE

Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan


Sumbawa, rumahinformasisamawa.com/9 April 2026 — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS), yang digelar di Ruang Rapat Hotel Transit Sumbawa, Kamis (09/04/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta para pemangku kepentingan lintas sektor yang terlibat dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan hidup.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa FGD ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan arah kebijakan antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan perhutanan sosial yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini penting sebagai wadah awal untuk sinkronisasi kebijakan dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti sejumlah kebijakan daerah yang telah dijalankan, seperti upaya pencegahan illegal logging serta gerakan rehabilitasi hutan melalui program Sumbawa Hijau Lestari. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak.

“Kebijakan ini perlu diperkuat dengan kolaborasi semua pihak, agar tidak hanya berhasil secara program, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan komitmen tegas pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui penerbitan Surat Edaran yang melarang penanaman jagung di kawasan hutan, perhutanan sosial, dan tanah negara.

Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali, seperti meningkatnya sedimentasi dan berkurangnya sumber mata air.

“Jika kawasan hulu, khususnya di sekitar Bendungan Beringin Sila, terus dibiarkan gundul, maka sedimentasi akan meningkat dan mengancam keberlanjutan bendungan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

“Dengan kolaborasi, sekecil apa pun upaya yang kita lakukan akan memberikan dampak besar dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis dapat menjadi contoh (role model) dalam pengelolaan agroforestri dan perhutanan sosial yang terintegrasi, sekaligus mendukung terwujudnya visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera. (KH74)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here