Wabup Sumbawa menegaskan, Pembangunan daerah yang baik tidak mungkin berjalan hanya berdasarkan pandangan pemerintah semata. Pemerintah membutuhkan kontrol sosial, masukan, dan partisipasi masyarakat agar setiap program yang dijalankan dapat dievaluasi dan diperbaiki secara berkelanjutan
Sumbawa, rumahinformasisamawa.com/ Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat menerima dan berdialog dengan massa aksi dari PMII. Dalam kesempatan tersebut, Wabup menegaskan bahwa kritik, saran, maupun masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam proses pembangunan daerah dan harus dipandang sebagai energi perbaikan, bukan sebagai ancaman bagi pemerintah.
Menurutnya, pembangunan daerah yang baik tidak mungkin berjalan hanya berdasarkan pandangan pemerintah semata. Pemerintah membutuhkan kontrol sosial, masukan, dan partisipasi masyarakat agar setiap program yang dijalankan dapat dievaluasi dan diperbaiki secara berkelanjutan.
“Kami berterima kasih atas kritik dan saran yang disampaikan. Inilah esensi demokrasi, yaitu duduk bersama, berdialog, dan mencari solusi. Jangan sampai ada jarak atau komunikasi yang tersumbat antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Wabup.
Ia menegaskan bahwa setiap penggunaan anggaran daerah harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai pemilik sah dari pembangunan itu sendiri. Karena itu, keterbukaan informasi dan ruang diskusi publik akan terus diperkuat sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik.
Wabup Ansori juga mengakui masih terdapat berbagai persoalan yang perlu dibenahi di Kabupaten Sumbawa, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik hingga penguatan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penyelesaian berbagai persoalan tersebut memerlukan proses, tahapan, dan kerja bersama yang tidak dapat dilakukan secara instan.
“Semua ada prosesnya. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi tujuan akhirnya sama, yaitu bagaimana pemerintah dapat menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam dialog tersebut, Wabup juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pelayanan publik. Menanggapi berbagai keluhan masyarakat terkait distribusi gas LPG bersubsidi, ia memastikan pemerintah tidak akan mentolerir praktik-praktik yang merugikan masyarakat.
“Jika ada pangkalan yang terbukti bermain dan mengambil keuntungan di atas kesulitan masyarakat, tentu akan kita tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap budaya dialog dan komunikasi yang sehat dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga berbagai persoalan daerah dapat dibahas secara terbuka dan diselesaikan melalui semangat kebersamaan.
Pemerintah yang Kuat Bukan yang Anti Kritik, Tetapi yang Mau Mendengar
Salah satu indikator kemajuan sebuah daerah bukan hanya diukur dari pembangunan fisik yang terlihat, tetapi juga dari kualitas hubungan antara pemerintah dan masyarakatnya.
Pernyataan Wakil Bupati Sumbawa yang menegaskan kesiapan pemerintah menerima kritik dan masukan menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk membangun pemerintahan yang lebih terbuka dan partisipatif. Dalam sistem demokrasi, kritik bukanlah bentuk perlawanan terhadap pemerintah, melainkan sarana untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap berada pada jalur yang benar.
Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, memberikan koreksi, dan mengawasi jalannya pemerintahan. Di sisi lain, pemerintah memiliki kewajiban untuk mendengar, menjelaskan, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Keterbukaan seperti ini menjadi penting karena tantangan pembangunan daerah saat ini semakin kompleks. Persoalan infrastruktur, pelayanan publik, lingkungan hidup, pengelolaan anggaran, hingga distribusi kebutuhan masyarakat memerlukan pengawasan dan partisipasi bersama.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyadari bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Namun yang terpenting adalah adanya komitmen untuk terus bekerja, memperbaiki kekurangan, serta membuka ruang komunikasi yang sehat dengan masyarakat.
Melalui semangat dialog, kritik yang konstruktif dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Sebaliknya, pemerintah yang terbuka terhadap masukan akan memperoleh kepercayaan publik yang lebih kuat dalam menjalankan pembangunan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan seluruh warga untuk terus menyampaikan masukan, kritik, serta gagasan yang membangun demi terwujudnya Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.
Pemerintah Terbuka, Masyarakat Terlibat, Pembangunan Semakin Kuat
Keterbukaan menerima kritik bukanlah tanda kelemahan pemerintah. Justru sebaliknya, hal itu menunjukkan keberanian untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa pintu dialog selalu terbuka, karena pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang lahir dari kerja sama antara pemerintah dan rakyatnya.(KH74)








