Home Berita 97 dari 100 Warga Angkatan Kerja Sudah Bekerja, Ini Potret Ketenagakerjaan Sumbawa...

97 dari 100 Warga Angkatan Kerja Sudah Bekerja, Ini Potret Ketenagakerjaan Sumbawa 2025

11
0
SHARE

Data tersebut menggambarkan bahwa sebagian besar penduduk usia kerja di Kabupaten Sumbawa telah terserap dalam berbagai aktivitas ekonomi produktif, baik di sektor pertanian, perdagangan, jasa, maupun sektor lainnya

SUMBAWA BESAR, rumahinformasisamawa.com/1-6-2026 – Kondisi ketenagakerjaan Kabupaten Sumbawa pada tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja mencapai 298,62 ribu jiwa, dengan Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) sebesar 97,40 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hanya 2,60 persen.

Data tersebut menggambarkan bahwa sebagian besar penduduk usia kerja di Kabupaten Sumbawa telah terserap dalam berbagai aktivitas ekonomi produktif, baik di sektor pertanian, perdagangan, jasa, maupun sektor lainnya.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, yakni mencapai 47,58 persen dari total penduduk yang bekerja. Posisi berikutnya ditempati sektor jasa sebesar 36,77 persen, sedangkan sektor lainnya, termasuk industri dan konstruksi, berkontribusi sekitar 15,65 persen.

Selain itu, data juga menunjukkan adanya tantangan yang masih perlu mendapat perhatian bersama, khususnya terkait pekerja formal. Persentase pekerja formal perempuan tercatat sekitar 26,89 persen, lebih rendah dibandingkan pekerja formal laki-laki yang mencapai 30,16 persen.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa peningkatan kesempatan kerja menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya menciptakan iklim investasi yang sehat, memperkuat sektor pertanian, mengembangkan UMKM, serta memperluas program pelatihan kerja guna meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari pertumbuhan angka-angka statistik, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat melalui tersedianya lapangan kerja dan meningkatnya kesejahteraan keluarga.


Apa Arti Angka-Angka Ini Bagi Masyarakat Sumbawa?

Bagi sebagian masyarakat, istilah seperti TKK, TPT, atau angkatan kerja mungkin terdengar rumit. Padahal, angka-angka tersebut sesungguhnya menggambarkan kondisi nyata kehidupan sehari-hari masyarakat.

1. Angkatan Kerja 298,62 Ribu Jiwa

Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang bekerja atau sedang aktif mencari pekerjaan.

Artinya, hampir 300 ribu warga Sumbawa saat ini terlibat dalam aktivitas ekonomi yang menjadi penggerak roda pembangunan daerah.

2. Tingkat Kesempatan Kerja 97,40 Persen

Angka ini menunjukkan bahwa dari seluruh penduduk yang masuk angkatan kerja, sekitar 97 dari 100 orang telah memiliki pekerjaan atau kegiatan ekonomi produktif.

Semakin tinggi angka ini, semakin baik kondisi ketenagakerjaan suatu daerah.

3. Tingkat Pengangguran Terbuka 2,60 Persen

Angka ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 2 hingga 3 orang dari setiap 100 angkatan kerja yang masih mencari pekerjaan.

Secara umum, angka ini tergolong rendah dan menunjukkan bahwa pasar kerja di Kabupaten Sumbawa relatif mampu menyerap tenaga kerja yang tersedia.

4. Pertanian Masih Menjadi Tulang Punggung

Data menunjukkan hampir setengah tenaga kerja Sumbawa bekerja di sektor pertanian.

Fakta ini menegaskan bahwa pembangunan pertanian bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga menyangkut penghidupan puluhan ribu keluarga petani di Kabupaten Sumbawa.

Karena itu, berbagai program pemerintah seperti peningkatan produktivitas pertanian, penyerapan hasil panen, pembangunan infrastruktur irigasi, hingga penguatan koperasi desa memiliki dampak langsung terhadap kesempatan kerja masyarakat.


Tantangan yang Masih Harus Dijawab

Di balik capaian positif tersebut, terdapat pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian bersama.

Masih rendahnya proporsi pekerja formal perempuan menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang berkualitas bagi perempuan perlu terus diperluas.

Selain itu, ketergantungan yang cukup besar terhadap sektor pertanian juga menjadi tantangan tersendiri. Ke depan, Sumbawa perlu terus mendorong tumbuhnya sektor industri pengolahan, ekonomi kreatif, pariwisata, perdagangan, dan kewirausahaan agar lapangan kerja semakin beragam dan tahan terhadap gejolak ekonomi.


Pesan untuk Masyarakat

Data ketenagakerjaan tahun 2025 menunjukkan bahwa Sumbawa memiliki modal yang kuat untuk terus berkembang. Tingginya kesempatan kerja dan rendahnya tingkat pengangguran menjadi indikator bahwa roda ekonomi daerah terus bergerak.

Namun keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tugas pemerintah semata. Dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan masyarakat itu sendiri perlu terus berkolaborasi agar lapangan kerja semakin luas, kualitas tenaga kerja semakin baik, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan hanya terlihat dari angka statistik, melainkan dari semakin banyaknya warga yang memperoleh pekerjaan, memiliki penghasilan yang layak, dan mampu mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera. (KH74)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here