Home Berita CANA, ANAK ALAS RAIH GELAR S2 DI WARSAWA

CANA, ANAK ALAS RAIH GELAR S2 DI WARSAWA

34
0
SHARE

Sumbawa, RumahInformasiSamawa.com – Bung Karno pernah bilang “gantungkan cita2mu setinggi langit, kalaupun engkau terjatuh, jatuhnya diantara bintang2”.

Namanya Cana, lengkapnya, Putri Indah Kencana, berhasil membuktikannya, dan dia tidak terjatuh, dia justru sukses memetik bintang di Warsawa Polandia. Tepatnya di Vistula University, study S2nya diselesaikan dalam waktu 2 Tahun dengan mendapatkan 1 Tahun beasiswa Rektor Vistula University dan Erasmus Internship di Lithuania. Cana sekarang berhak menyandang gelar Mgr.Z ( magisterska Zarządzanie).

Siapa sangka anak Alas (bukan berarti ‘hutan’, seperti yg banyak orang kira), sebuah kota kecamatan di Sumbawa, bisa meraih magister di Warsawa. Cana, putri dari keluarga sederhana, dari 3 bersaudara, adiknya sarjana S1, yang bungsu masih SMA, ibunya hanya seorang pedagang nasi di pasar Alas. Tapi keluarga sederhana ini sadar betul bahwa untuk merubah nasib, pendidikanlah kartu asnya.

Putri Indah Kencana, Abak Alas Peraih Glar S2 di Polandia

Cana berhasil meraih gelar S2 nun jauh di benua biru, mungkin bagi sebagian besar orang adalah mimpi. Kita sebagai orang Sumbawa ikut berbangga, Cana salah satu dari 7 mahasiswa S2 batch 2 asal Sumbawa yang menempuh studynya di Polandia. Ini adalah amunisi penting bagi kemajuan Sumbawa kedepan.

Biasanya dalam acara wisuda, apalagi jenjang magister yg sangat prestisius seperti ini, dihadiri oleh orang tua, tapi karena masih dalam situasi wabah covid 19, wisuda Cana tanpa ceremonial,andaipun ada acara ceremonial, orang tuanya juga tidak akan ikut karena jarak dan biaya serta pengurusan dokumen menuju Eropa yg cukup ribet.

Bagi Cana, Polandia menjadi “Rumah Kedua”, tidak punya pengalaman merantau diluar sumbawa sebelumnya, sekalinya merantau langsung ke Eropa. Makanya Polandia atau khususnya Warsaw sudah seperti Rumah bagi Cana. Saat plesiran ke negara atau kota lain di Eropa, selalu ingin cepat pulang ke Polandia. Justru tidak terlalu merasakan homesick rindu pulang ke indonesia.

Sulit nggak adaptasidi Polandia ? saya tanya lewat chat wa, kata dia Bahasa Polandia adalah salah satu bahasa tersulit di dunia. Selama disana cuma bisa mengucapkan salam “Dzień dobry”, ya/tidak dan beberapa sebutan barang yg sering dibeli (makanan, tiket misalnya).

Tetapi budaya barat cukup mengubah banyak hal dihidup Cana, cara berfikir yg lebih luas, toleransi, dan kecintaan terhadap sejarah.Planing Cana selanjutnya adalah akan membaktikan ilmu yang didapat untuk NTB, entah mengajar atau bagaimana kedepannya. masih dalam perencanaan.

Tidak lupa Cana menyampaikan terima kasih untuk keluarga yang selalu mendukung dan menyemangati, kepada sahabat yang selalu menjadi tempat bertukar pikiran dan banyak membantu. Terima kasih untuk segenap dukungan dan doa yg selalu diberikan, terima kasih juga kepada guru2 dan dosen2 yang selama ini memberikan banyak inspirasi, mendukung dan mendorong untuk terus maju. Terima kasih kepada tim LPP NTB yang selalu direpotkan mulai dari keberangkatan ke Polandia hingga kepulangan di Tanah Air. Terima kasih kepada Pemerintah propinsi NTB yang telah membuka jalan bagi para pemuda NTB untuk bisa terus mencoba menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya dengan beasiswa NTB.

Dengan antusias dan rasa bangga memenuhi dada, saya menulis ini, karena saya orang Sumbawa, dan pernah menjadi guru Cana saat SMA, harapan berikutnya semoga ada siswa saya dan anak Sumbawa yang lain, yang akan mengikuti jejak Cana. (WS)

Penulis : Wahyuddin Samawa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here