Potret Ketenagakerjaan Sumbawa 2025 Menguat, Tingkat Kesempatan Kerja Capai 97,40 Persen
Sumbawa – Kondisi ketenagakerjaan Kabupaten Sumbawa pada tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang positif. Berdasarkan data ketenagakerjaan terbaru, jumlah penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja mencapai 298,62 ribu jiwa, dengan Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) sebesar 97,40 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hanya 2,60 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat yang masuk dalam angkatan kerja telah terserap dalam berbagai sektor usaha produktif di Kabupaten Sumbawa.
Data juga menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi mencapai 47,58 persen, disusul sektor jasa sebesar 36,77 persen, dan sektor manufaktur/industri pengolahan sebesar 15,65 persen.
Sementara itu, dari sisi pekerjaan formal, masih terdapat tantangan terkait kesetaraan kesempatan kerja antara laki-laki dan perempuan. Tingkat pekerja formal perempuan tercatat sebesar 26,89 persen, lebih rendah dibandingkan laki-laki yang mencapai 30,16 persen.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya membuka lapangan kerja baru melalui berbagai program pembangunan ekonomi, peningkatan investasi, penguatan UMKM, pengembangan sektor pertanian dan peternakan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, angka kesempatan kerja yang tinggi tidak terlepas dari kerja bersama seluruh pihak dalam menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh pekerjaan dan memiliki penghasilan yang layak,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Sumbawa juga terus mendorong berbagai program strategis yang diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, seperti pengembangan kawasan pertanian modern, program hilirisasi peternakan unggas, industri garam nasional, penguatan UMKM, pengembangan sektor pariwisata, hingga investasi di sektor pertanian, peternakan, dan industri pengolahan.
Upaya Nyata Pemkab Sumbawa Membuka Lapangan Kerja
Tingginya tingkat kesempatan kerja yang mencapai 97,40 persen bukan terjadi secara otomatis. Angka tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya yang terus dilakukan pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi masyarakat.
Beberapa langkah yang saat ini terus didorong antara lain:
1. Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja
Melalui Balai Latihan Kerja (BLK), Pemerintah Kabupaten Sumbawa secara rutin membuka berbagai pelatihan berbasis kompetensi seperti:
- Barista dan peracikan kopi;
- Menjahit;
- Pembuatan roti dan kue;
- Instalasi listrik;
- Pelatihan keterampilan lainnya sesuai kebutuhan dunia kerja.
Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan lulusan SMA/SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.
2. Program Pemagangan ke Jepang
Pemkab Sumbawa juga mendukung pengiriman generasi muda mengikuti program pemagangan ke Jepang.
Program ini tidak hanya memberikan kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi juga meningkatkan keterampilan, disiplin kerja, penguasaan teknologi, serta kemampuan berbahasa asing yang nantinya dapat menjadi modal ketika kembali ke daerah.
3. Mendorong Investasi Strategis
Pemerintah daerah saat ini aktif memperjuangkan masuknya berbagai investasi besar yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian masyarakat.
Salah satunya adalah Proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi senilai hingga Rp1,7 triliun yang diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja baru baik secara langsung maupun tidak langsung.
4. Penguatan UMKM dan Ekonomi Lokal
UMKM masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di daerah. Karena itu Pemkab terus mendorong:
- akses pembiayaan usaha;
- pendampingan usaha;
- promosi produk lokal;
- pelatihan kewirausahaan;
- hilirisasi produk unggulan daerah.
5. Pengembangan Sektor Pertanian dan Peternakan
Karena hampir separuh tenaga kerja Sumbawa bekerja di sektor pertanian, pemerintah terus memperkuat:
- pembangunan irigasi;
- penyediaan sarana produksi pertanian;
- pengembangan peternakan;
- perlindungan kawasan sumber air;
- penguatan ketahanan pangan daerah.
Apa Arti Angka-Angka Ini Bagi Masyarakat?
Bagi sebagian masyarakat, angka 97,40 persen dan 2,60 persen mungkin terasa abstrak. Padahal angka tersebut menggambarkan kondisi nyata di lapangan.
Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) 97,40 Persen
Artinya dari setiap 100 orang yang masuk dalam angkatan kerja, sekitar 97 orang sudah bekerja atau memiliki kegiatan ekonomi produktif.
Ini menunjukkan peluang kerja di Kabupaten Sumbawa relatif terbuka dan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan cukup baik.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2,60 Persen
Artinya dari setiap 100 orang angkatan kerja, hanya sekitar 2 hingga 3 orang yang masih mencari pekerjaan.
Angka ini tergolong rendah dan menunjukkan kondisi pasar kerja yang cukup sehat.
Dominasi Sektor Pertanian
Data menunjukkan hampir setengah tenaga kerja Sumbawa bekerja di sektor pertanian.
Hal ini menegaskan bahwa pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dan perlu terus diperkuat melalui teknologi, akses pasar, dan peningkatan nilai tambah hasil produksi.
Tantangan yang Masih Harus Diselesaikan
Meski capaian ketenagakerjaan cukup baik, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu mendapat perhatian.
Kesempatan Kerja Formal Masih Perlu Ditingkatkan
Sebagian besar tenaga kerja masih bekerja di sektor informal dengan tingkat pendapatan yang relatif fluktuatif.
Karena itu, pemerintah terus berupaya menarik investasi yang mampu menciptakan pekerjaan formal yang lebih stabil.
Kesempatan Kerja Perempuan Perlu Diperluas
Data menunjukkan pekerja formal perempuan masih lebih rendah dibanding laki-laki.
Ke depan diperlukan lebih banyak program pemberdayaan perempuan, pelatihan kewirausahaan, dan pengembangan usaha berbasis rumah tangga agar partisipasi perempuan dalam dunia kerja semakin meningkat.
Hilirisasi Ekonomi Harus Dipercepat
Agar pendapatan masyarakat meningkat, hasil pertanian dan peternakan tidak cukup hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Diperlukan industri pengolahan yang mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja baru.
Transparansi untuk Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Sumbawa memandang bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa besar masyarakat memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak.
Karena itu, berbagai program pembangunan, pelatihan tenaga kerja, investasi, penguatan UMKM, serta pengembangan sektor pertanian dan peternakan terus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Data tahun 2025 menunjukkan bahwa kondisi ketenagakerjaan Kabupaten Sumbawa berada pada jalur yang positif. Namun pemerintah daerah menyadari bahwa pekerjaan belum selesai. Tantangan peningkatan kualitas pekerjaan, perluasan kesempatan kerja formal, dan penguatan daya saing tenaga kerja lokal akan terus menjadi fokus pembangunan menuju Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera. (Kh74)








