Home Berita Dari 2023 ke 2025, Kondisi Ketenagakerjaan Sumbawa Terus Membaik

Dari 2023 ke 2025, Kondisi Ketenagakerjaan Sumbawa Terus Membaik

8
0
SHARE

Data menunjukkan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir semakin banyak masyarakat Sumbawa yang berhasil memperoleh pekerjaan atau menjalankan kegiatan ekonomi produktif

SUMBAWA BESAR, rumahinformasisamawa.com/1-6-2026 – Kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Sumbawa menunjukkan tren yang semakin positif dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Tahun 2023–2025, tingkat kesempatan kerja masyarakat terus meningkat, sementara tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan secara bertahap.

Pada tahun 2023, penduduk yang bekerja mencapai 97,21 persen dari total angkatan kerja, sedangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) berada pada angka 2,79 persen.

Tahun 2024, kondisi tersebut membaik dengan meningkatnya tingkat penduduk bekerja menjadi 97,33 persen dan pengangguran turun menjadi 2,67 persen.

Perbaikan berlanjut pada tahun 2025. Tingkat penduduk bekerja kembali naik menjadi 97,40 persen, sementara pengangguran turun menjadi 2,60 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir semakin banyak masyarakat Sumbawa yang berhasil memperoleh pekerjaan atau menjalankan kegiatan ekonomi produktif.

Di sisi lain, data juga menggambarkan kondisi penduduk yang tergolong bukan angkatan kerja, yaitu kelompok masyarakat yang tidak sedang bekerja maupun mencari pekerjaan.

Pada tahun 2025, kelompok bukan angkatan kerja didominasi oleh masyarakat yang mengurus rumah tangga sebesar 66,68 persen, disusul penduduk yang masih bersekolah sebesar 23,59 persen, dan kategori lainnya sebesar 9,73 persen.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya memperkuat sektor-sektor ekonomi produktif melalui pengembangan pertanian, UMKM, pelatihan keterampilan kerja, pengembangan koperasi, hingga peningkatan investasi daerah guna membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.


Apa Arti Data Ini bagi Masyarakat?

Bagi masyarakat umum, angka-angka ketenagakerjaan sering kali terasa sulit dipahami. Padahal data ini sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Secara sederhana, data tersebut menjawab pertanyaan:

“Berapa banyak warga Sumbawa yang sudah bekerja dan berapa yang masih mencari pekerjaan?”

Jawabannya cukup menggembirakan.

1. Pengangguran Semakin Menurun

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Sumbawa:

TahunPengangguran
20232,79%
20242,67%
20252,60%

Artinya, dari setiap 100 orang yang masuk angkatan kerja, pada tahun 2025 hanya sekitar 2 hingga 3 orang yang masih mencari pekerjaan.

Meski penurunannya terlihat kecil, dalam statistik ketenagakerjaan angka tersebut menunjukkan perbaikan yang nyata.

Semakin rendah tingkat pengangguran, semakin baik kondisi ekonomi suatu daerah.


2. Kesempatan Kerja Semakin Besar

Tingkat penduduk bekerja:

TahunBekerja
202397,21%
202497,33%
202597,40%

Kenaikan ini menunjukkan bahwa lapangan pekerjaan dan aktivitas ekonomi masyarakat terus berkembang.

Peningkatan tersebut tidak hanya berasal dari sektor formal seperti ASN dan perusahaan, tetapi juga dari sektor pertanian, perdagangan, UMKM, jasa, peternakan, dan usaha mandiri masyarakat.


3. Mengapa Banyak yang Tidak Masuk Angkatan Kerja?

Sering muncul pertanyaan:

“Kalau pengangguran hanya 2,60 persen, lalu bagaimana dengan masyarakat yang tidak bekerja?”

Tidak semua penduduk usia kerja termasuk pengangguran.

Ada kelompok yang disebut Bukan Angkatan Kerja, yaitu mereka yang memang tidak sedang mencari pekerjaan.

Pada tahun 2025:

  • 23,59 persen masih bersekolah.
  • 66,68 persen mengurus rumah tangga.
  • 9,73 persen berada pada kategori lainnya.

Artinya, sebagian besar bukan angkatan kerja bukan karena tidak mendapatkan pekerjaan, melainkan karena memiliki aktivitas lain seperti sekolah atau mengurus keluarga.


Apa yang Bisa Dibaca dari Tren 2023–2025?

Jika dilihat secara keseluruhan, terdapat tiga pesan penting:

Pertama

Ekonomi masyarakat Sumbawa masih bergerak dan mampu menyerap tenaga kerja baru.

Kedua

Program peningkatan keterampilan, penguatan UMKM, pertanian, peternakan, serta investasi mulai memberikan dampak terhadap kesempatan kerja masyarakat.

Ketiga

Tantangan ke depan bukan lagi sekadar mengurangi pengangguran, tetapi menciptakan pekerjaan yang lebih produktif, lebih layak, dan memiliki penghasilan yang lebih baik.


Catatan untuk Pemerintah Daerah

Meskipun capaian ini patut diapresiasi, masih terdapat beberapa pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian.

Banyak masyarakat yang sebenarnya bekerja, namun masih berada pada sektor informal dengan tingkat pendapatan yang relatif rendah.

Karena itu, fokus pembangunan ke depan perlu diarahkan pada:

  • Peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan kerja.
  • Pengembangan industri pengolahan hasil pertanian dan peternakan.
  • Penciptaan lapangan kerja baru berbasis investasi.
  • Penguatan UMKM dan ekonomi kreatif.
  • Peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia kerja formal.

Dengan demikian, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari rendahnya angka pengangguran, tetapi juga dari meningkatnya kualitas pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulan

Data Sakernas 2023–2025 menunjukkan bahwa kondisi ketenagakerjaan Kabupaten Sumbawa bergerak ke arah yang positif. Pengangguran terus menurun dari 2,79 persen menjadi 2,60 persen, sementara kesempatan kerja meningkat dari 97,21 persen menjadi 97,40 persen.

Ini merupakan sinyal bahwa roda ekonomi daerah terus bergerak. Namun tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa setiap pekerjaan yang tercipta mampu memberikan penghasilan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (KH74)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here