sumbawa, rumahinformasisamawa Pimpinan Pondok PMI Dea Malela, Prof. Dr. M. H. Din Syamsudin, memimpin acara Silatul Fikri 99 tokoh yang dihadiri oleh Wakil Menteri, para Bupati, Wakil Bupati, Wali kota Bima, wakil DPRD kabupaten Sumbawa, para Mantan Bupati, berbagai tokoh penting dari Pulau Sumbawa. Acara bertempat Auditorium Sang Surya PMI Dea Malela, Jumat (29/8/2025).Dalam sambutannya pimpinan pondok pesantren menyampaikan Acara ini bertujuan untuk membahas percepatan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa.Dengan tema adalah “Persaudaraan dan kebersamaan untuk kemakmuran bersama” tujuan dari acara ini adalah untuk melahirkan beberapa kesepakatan dalam bentuk naskah atau dokumen, termasuk Piagam Persaudaraan dan Kebersamaan untuk Kemakmuran bersama,”ujarnyaLebih lanjut Prof. Din Syamsudin menjelaskan, bahwa kesepakatan bersama Piagam Olat Utuk adalah salah satu dokumen yang akan dihasilkan dari Silatul Fikri ini. Piagam ini bertujuan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di antara rakyat Pulau Sumbawa.Pimpinan Pondok Pesantren Dea Malela juga menekankan pentingnya strategi percepatan pembentukan provinsi. “Kita harus mencari strategi yang jitu dan objektif untuk mempercepat pembentukan provinsi,” katanya.Pada sambutan terakhirnya Pimpinan Pondok Pesantren Dea Malela mengucapkan terima kasih kepada para bupati dan sultan yang telah mendukung kegiatan ini. “Kita harus bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan kita dengan demikian, Silatul Fikri ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi percepatan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa,”tutupnya.Pada acara silaturahmi 99 tokoh sepulau sumbawa, Bupati Sumbawa – Ir. H Syarafuddin Jarot, M.P, dalam sambutannya, menerangkan bahwa Pulau Sumbawa memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, termasuk kopi, bawang, tambang mangan, tambang emas, dan tembaga. “Kita memiliki sumber daya yang luar biasa, baik dari sisi pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, dan tambang,” terangnya.Bupati Sumbawa juga menjelaskan bahwa perbandingan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana transfer dari pemerintah pusat sangat tidak seimbang, yaitu 8% berbanding 92%. “Kita jauh langit dan bumi berbanding dana transfer yang kita miliki,” JelasnyaPada kesempatan tersebut Bupati Sumbawa menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam mencapai mempercepat Pembentukan Provinsi dan pembangunan di Pulau Sumbawa. “Kita harus memiliki semangat kebersamaan untuk mencapai percepatan pembangunan,” ucapnya.Bupati Sumbawa menjelaskan bahwa tujuan musyawarah ini adalah untuk menghasilkan keputusan yang dapat mempercepat pembangunan Pulau Sumbawa. “Kita akan menghasilkan piagam yang dapat menjadi landasan pondasi kita untuk bergerak lebih cepat,” ungkapnya.Diakhir Sambutannya, Bupati Sumbawa berharap bahwa musyawarah ini dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi percepatan pembangunan Pulau Sumbawa,”tutup Bupati JarotSementara itu Wakil Menteri PKP ( perumahan dan kawasan pemukiman) – Fahri Hamzah menekankan pentingnya memanfaatkan potensi besar yang dimiliki oleh Pulau Sumbawa untuk mencapai kemajuan yang signifikan.Fahri Hamzah juga menjelaskan bahwa Pulau Sumbawa memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi dan pendidikan. “Kita harus memanfaatkan potensi ini untuk memajukan Pulau Sumbawa,” menurutnya.Pada kesempatan tersebut Fahri Hamzah juga menerangkan pentingnya kerja sama dan kesatuan dalam mencapai kemajuan. “Kita harus bersatu dan bergabung untuk meyakinkan pemerintah pusat bahwa Pulau Sumbawa dapat menjadi provinsi yang maju,” terangnya.Lebih lanjut Fahri Hamzah memaparkan bahwa tugasnya saat ini adalah mengurus kawasan pemukiman dan kumuh. “Saya ditugaskan oleh Pak Prabowo untuk mengurus rumah rakyat dan kawasan kumuh,” katanya.Fahri Hamzah berharap bahwa Pulau Sumbawa dapat menjadi salah satu provinsi yang maju dan sejahtera. “Kita harus memanfaatkan potensi besar yang dimiliki oleh Pulau Sumbawa untuk mencapai kemajuan yang signifikan,” harapnya.Dengan kerja sama dan kesatuan, Fahri Hamzah yakin bahwa Pulau Sumbawa dapat mencapai kemajuan yang signifikan dan menjadi salah satu provinsi yang maju di Indonesia,”cetusnya.Dilanjutkan dengan penandatanganan bersama spanduk untuk rakyat pulau Sumbawa oleh Wakil Menteri, para bupati, Wakil bupati, wakil ketua DPRD kabupaten Sumbawa, pimpinan pondok pesantren modern Dea Malela mantan Bupati Sumbawa, para Sultan Sultan, dan tokoh masyarakat.







