Home Berita SERAH TERIMA SEKOLAH BAMBU RAMAH ANAK DI LOMBOK UTARA

SERAH TERIMA SEKOLAH BAMBU RAMAH ANAK DI LOMBOK UTARA

104
0
SHARE

Sumbawa, RumahInformasiSamawa.com – Bertempat di SDN 8 Sokong, Tanjung, Lombok Utara, INOVASI, diwakili oleh Program Director, Mark Heyward, secara resmi menyerahkan 12 unit sekolah bambu dan 1 unit bangunan bambu di UPTD Tanjung kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara pada Jumat (5/4). Pemerintah Kabupaten Lombok Utara diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Utara, Kepala UPTD Tanjung, Kepala UPTD Pemenang. Hadir pula pengawas, pimpinan sekolah dan guru yang menerima dukungan sekolah bambu yaitu dari MI Syamsul Huda Lekok, MI Riyadlul Jannah NW Penjor, MI Nurul Hidayah NW Rempek, MI Ijtihadul Islamiyah Al-Amin Karang Kendal, MI Nurul Huda NW Gondang, SDN 3 Pememang Barat, SDN 1 Malaka, SDN 2 Malaka, SDN 5 Malaka, SDN 6 Malaka, SDI Hidayaturrahman NW Menggala, SDN 8 Sokong.

Pembangunan sekolah ini dirancang dengan konsep sekolah ramah anak dalam rangka mengupayakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung proses belajar mengajar pasca gempa. Pembangunan sekolah bambu ini melibatkan masyarakat sekitar sekolah dengan mempertimbangkan bahwa partisipasi masyarakat akan mendorong rasa memiliki dari masyarakat sekitar. Selain itu, keputusan membangun sekolah ini sudah melalui proses diskusi (Focus Group Discussion-FGD) dengan mitra-mitra INOVASI di Lombok Utara.

Edy Herianto, Provincial Manager INOVASI di NTB, menjelaskan latar belakang pembangunan sekolah bambu sebagai respon INOVASI pasca gempa yang terjadi di Lombok Utara.

“INOVASI berpikir untuk membangun sekolah bambu. Material bambu dapat mudah ditemui. Kami tawarkan ke sekolah dampingan sekitar 20 sekolah. Pada waktu itu rata-rata menolak dan dianggap tidak layak. Setelah kami ceritakan konstruksinya seperti apa, rata-rata menerima. Akhirnya disepakati untuk membangun sekolah bambu. Dari 20 sekolah, sebagian sudah mendapat bantuan dari PUPR. Setelah diskusi dengan kadis maka diputuskan 12 sekolah. Bangunan diberi nama sekolah ramah anak karena di program kami ada perlindungan anak. Kami tidak sembarangan membangun dan kami memperhatikan kepentingan anak. Tidak boleh ada bangunan yang membahayakan. Pada waktu kami membangun, betul-betul kami perhatikan jangan sampai membahayakan anak dan anak merasa nyaman,” ungkap Edy.

Mark Heyward selaku Program Director INOVASI mengucapkan terima kasih kepada pemangku kepentingan di Lombok Utara dan NTB atas kerja sama yang telah terjalin salama ini, tidak hanya dalam proses pembangunan sekolah bambu tetapi juga dalam pengimplementasian program-program rintisan INOVASI di Lombok Utara. 

“Khusus di Lombok Utara, kita telah bekerjasama untuk menyelenggarakan berbagai program rintisan yaitu Gema Literasi yang bekerjasama dengan Save The Children, Guru BAIK, Formative Assessment, PELITA, dan Lombok Utara Suka Membaca, bekerjasama dengan Yayasan Tunas Aksara. Hasilnya sudah ada. Kerjasama kita di sini tidak hanya untuk anak-anak di sini tetapi juga anak-anak di seluruh Indonesia. Melalui program rintisan ada perubahan positif, termasuk pengetahuan dan keterampilan para guru dan komitmen dari pemerintah kabupaten dan provinsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder INOVASI di Lombok Utara termasuk di tingkat provinsi. Kami menantikan kerja sama dan kemitraan yang lebih kuat dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Kami juga menyadari tantangan dalam menuju tujuan tersebut. Namun, dengan kita terus menjaga kerjasama dan kemitraan ini, akan dapat diwujudkan pendidikan yang berkualitas di masa yang akan datang,“ ujar Mark dalam sambutannya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Lombok Utara, Dr. Fauzan, M.Pd, menyampaikan apresiasi terhadap program INOVASI termasuk harapan dilanjutkannya program ini.

“Ini hal yang luar biasa karena banyak sekali bantuan yang sudah diberikan oleh INOVASI. Ini adalah bagian kecil saja. Bangunan ini. Yang lebih banyak adalah hal-hal non fisik terkait kualitas guru-guru kami dan kemajuan guru-guru kami menghadapi bencana. Terkait dengan bagaimana guru-guru kami bisa mengajar dengan memanfaatkan lingkungan di sekitarnya. Ini juga adalah hal-hal yang dibantu oleh INOVASI melalui program rintisan Guru BAIK, PELITA. Alhamdulillah. Terima kasih, guru kami mendapatkan wawasan-wawasan baru yang bisa diterapkan di kelas. Dan kami melihat ada semacam perbedaan kinerja guru-guru yang terus mendapatkan pendampingan dari INOVASI. Mudah-mudahan ini bisa berkelanjutan. Tidak berhenti sampai di sini karena ada banyak hal yang bisa dilanjutkan termasuk dengan program terkait kemampuan literasi. Artinya pondasi yang sudah dibangun, mungkin kalau tidak dilanjutkan kami kuatir tidak bisa dilanjutkan secara mandiri oleh sekolah-sekolah kami. Jadi secara pribadi dan kedinasan, berharap program INOVASI ini masih tetap ada,” ujarnya dalam kata sambutannya.

Selain membangun 12 unit sekolah bambu dan 1 unit bangunan bambu di UPTD Tanjung, INOVASI di Lombok Utara telah mendampingi 25 SD melalui program rintisan Guru BAIK (Belajar – Aspiratif – Inklusif – Kontekstual), 25 SD melalui program rintisan Gema Literasi, bekerjasama dengan Save The Children. Melalui program rintisan PELITA (Peningkatan Kualitas Pembelajaran Literasi Kelas Awal), 12 SD dan 8 MI menjadi sekolah dampingan INOVASI yang telah menuntaskan pelatihan tujuh unit modul literasi kepada guru, dan dengan model kemitraan dengan Yayasan Tunas Aksara melaksanakan program Lombok Utara Suka Membaca dengan melibatkan 14 SD dan 2 MI. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here