Sumbawa, rumahinformasisamawa pagi ini, rabu (23/9 2024), saya berkunjung ke BLK Sumbawa. Dari dekat setidaknya saya melihat 4 poin berjalan on the track, yaitu pemanfaatan BLK, Peserta dari kecamatan, Instruktur kualified dan multiflyer effect perputaran ekonomi, jelas Bupati. “Saya coba belajar menjadi Barista. Dari biji kopi melimpah ruah di tana samawa. Luar biasa nikmatnya. Bersama 16 peserta anak muda, siap menjadi Barista Profesional di mana saja. Mana mungkin Sumbawa sebagai penghasil kopi tidak punya Barista handal. Dan di BLK Sumbawa ini mereka buktikan.” Katanya.
Pelatihan berikutnya, lanjut Bupati, ada Boga. Kebetulan lagi praktik buat pizza ala BLK. Maknyus gak kalah dengan pizza mall pujinya, Ibu-ibu dan remaja putri bisa memulai usaha kuliner baru dari pelatihan boga ini. Nah, bagi warga Sumbawa yang ACnya bermasalah. Sekarang sudah ada ahli AC bersertifikat nasional dari BLK Sumbawa.

Selain untuk kebutuhan naker industri dan tambang. Juga bisa jadi solusi AC di rumah tangga, ungkap Najam. Begitu pula dengan pelatihan menjahit, juga dilaksanakan di sini. Bisa jadi penopang kesejahteraan keluarga. Gen Z dan Millenial Sumbawa, menurut Pjs. Bupati, juga dilatih oleh Instruktur profesional dan tersertifikasi dari Sumbawa sendiri. Keterampilan komputer dan desain grafis. Keterampilan ini sangat dibutuhkan oleh dunia industri, adcetising, pemerintahan, lembaga pendidikan dan kesehatan yang kini sudah menerapkan sistem informasi terdigitalisasi, terangnya.Dan yang akhir ada pelatihan Operator Listrik Industri dan Operator Alat Berat.
Kebutuhan naker industri, konstruksi dan pertambangan mulai menggeliat di Sumbawa. Pelatihan-pelatihan ini dibiayai dari APBN dan APBD. Ada 8 jenis dengan 16 peserta dari masing-masing jenisnya sesuai dengan standar sertifikasi nasional. Pesertanya mayoritas generasi muda Sumbawa. Begitu pula instrukturnya juga masih muda dan energik dan dipakai oleh BLK Kab lain. Saya senang karena pelatihan dilaksanakan di BLK Sumbawa.
Itu menandakan bahwa BLK ini memiliki ikhtiar progresif menjadi ujung tombak mempersiapkan angkatan kerja yang bersertifikat nasional bahkan internasional. Saya meminta TAPD Ka Bappeda dan Ka BAKD agar melakukan revitalisasi BLK 2025. Multiflyer effect bagi lingkungan juga terasa. Perputaran ekonomi pun terjadi.








